• Tentang UGM
  • Brand UGM
  • FT UGM
  • Pusat TI
  • Riset
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Simeru
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
  • Tentang UGM
  • Brand UGM
  • FT UGM
  • Pusat TI
  • Riset
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Simeru
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sejarah
    • Tentang Teknik Sipil
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Manajemen
    • Struktur Organisasi
    • Advisory Board DTSL
    • Dosen
    • Tenaga Kependidikan
  • PROGRAM STUDI
    • International Undergraduate Program
    • Sarjana Teknik Sipil
    • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
    • Sarjana Teknik Sumber Daya Air
    • Magister Teknik Sipil
    • Magister Sistem dan Teknik Transportasi
    • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam
    • Doktor Teknik Sipil
  • KERJASAMA
    • Kerjasama
    • Kerjasama Dalam Negri
    • Kerjasama Luar Negri
  • KARYA DOSEN
    • Paten
    • Buku
    • Hak Cipta
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • Laboratorium
      • Lab. Bahan Bangunan
      • Lab. Struktur
      • Lab. Hidraulika
      • Lab. Mekanika Tanah
      • Lab. Transportasi
      • Lab. Penyehatan
      • Lab. Komputasi
      • Lab. Manajemen Proyek Konstruksi
    • Layanan
    • Informasi
      • Beasiswa
      • Magang
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Lain
  • AKTIVITAS
    • Journal of the Civil Engineering Forum (JCEF)
    • Simposium Nasional Teknologi Infrastruktur (SNTI)
    • Keluarga Mahasiswa (KMTSL)
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Kegiatan Kemahasiswaan
    • Alumni Teknik Sipil (KATSGAMA)
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sejarah
    • Tentang Teknik Sipil
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Manajemen
    • Struktur Organisasi
    • Advisory Board DTSL
    • Dosen
    • Tenaga Kependidikan
  • PROGRAM STUDI
    • International Undergraduate Program
    • Sarjana Teknik Sipil
    • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
    • Sarjana Teknik Sumber Daya Air
    • Magister Teknik Sipil
    • Magister Sistem dan Teknik Transportasi
    • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam
    • Doktor Teknik Sipil
  • KERJASAMA
    • Kerjasama
    • Kerjasama Dalam Negri
    • Kerjasama Luar Negri
  • KARYA DOSEN
    • Paten
    • Buku
    • Hak Cipta
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • Laboratorium
      • Lab. Bahan Bangunan
      • Lab. Struktur
      • Lab. Hidraulika
      • Lab. Mekanika Tanah
      • Lab. Transportasi
      • Lab. Penyehatan
      • Lab. Komputasi
      • Lab. Manajemen Proyek Konstruksi
    • Layanan
    • Informasi
      • Beasiswa
      • Magang
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Lain
  • AKTIVITAS
    • Journal of the Civil Engineering Forum (JCEF)
    • Simposium Nasional Teknologi Infrastruktur (SNTI)
    • Keluarga Mahasiswa (KMTSL)
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Kegiatan Kemahasiswaan
    • Alumni Teknik Sipil (KATSGAMA)
  • Beranda
  • Pengabdian Masyarakat
Arsip:

Pengabdian Masyarakat

DTSL FT UGM dan BPBD Kabupaten Pacitan Bahas Penguatan Kolaborasi dalam Pengurangan Risiko Bencana

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TerbaruBerita TILBerita TSBerita TSDAPengabdian MasyarakatRilis Berita Kamis, 17 September 2026

DTSL FT UGM dan BPBD Kabupaten Pacitan Bahas Penguatan Kolaborasi dalam Pengurangan Risiko Bencana

Upaya mempertemukan kebutuhan penanggulangan bencana di lapangan dengan peran perguruan tinggi menjadi salah satu fokus kunjungan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Rabu (16/9). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang telah dilakukan secara daring.

Melalui pertemuan secara langsung, DTSL FT UGM berkesempatan berdiskusi dengan pihak BPBD Kabupaten Pacitan mengenai kondisi dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan penanggulangan bencana, sekaligus menjajaki ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan di lapangan.

DTSL FT UGM dalam kunjungan tersebut diwakili oleh Dr. Benazir, Ketua Program Studi Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam (MTPBA), dan Dr. Karlina, Ketua Program Studi Sarjana Teknik Sipil. Keduanya diterima oleh Wahyu Fajar Yuliardi, S.E., M.M. dan Yagus Triarso, S.Ak. dari BPBD Kabupaten Pacitan.

berita post september 1280x853px (2)
berita post september 1280x853px
berita post september 1280x853px (1)

Dalam diskusi, kedua pihak membahas pentingnya membangun pola kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pendekatan “belanja masalah”, yaitu mengidentifikasi berbagai persoalan nyata yang dihadapi di lapangan untuk kemudian menjadi bahan pembelajaran, penelitian, maupun pengembangan kegiatan akademik di DTSL FT UGM.

Pendekatan tersebut membuka peluang agar kegiatan akademik dapat lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat dan institusi di daerah. Di sisi lain, BPBD dapat memperoleh ruang untuk berkomunikasi dan berdiskusi dengan pihak akademisi dalam menggali alternatif pendekatan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi.

Sejumlah isu kebencanaan di Kabupaten Pacitan menjadi bagian dari pembahasan, antara lain kejadian tanah longsor yang perlu mendapat perhatian terutama pada musim hujan, kondisi geologi dan karakteristik wilayah, potensi gempa bumi, serta tantangan terkait kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. Kondisi wilayah pesisir, sungai, serta kebutuhan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi bawah permukaan di sejumlah lokasi juga turut dibahas sebagai bagian dari kebutuhan pengetahuan dan data pendukung dalam pengelolaan risiko bencana.

Selain aspek teknis, diskusi turut menyoroti berbagai upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana yang telah dikembangkan, termasuk Desa Tangguh Bencana (Destana), edukasi dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), serta program-program kesiapsiagaan bencana. Perhatian terhadap kelompok masyarakat yang memiliki kerentanan khusus juga menjadi bagian dari pembahasan, termasuk keberadaan unit pelayanan bagi penyandang disabilitas dalam konteks kebencanaan.

Dari sisi pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, terdapat peluang pengembangan kegiatan seperti magang mahasiswa, Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai isu yang dihadapi di lapangan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus membuka ruang bagi pengembangan penelitian dan kegiatan akademik yang relevan.

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menerjemahkan komunikasi yang telah terjalin menjadi bentuk kerja sama yang lebih terstruktur. Salah satu tindak lanjut yang dibahas adalah penjajakan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DTSL FT UGM dan BPBD Kabupaten Pacitan.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, DTSL FT UGM dan BPBD Kabupaten Pacitan diharapkan dapat bersama-sama mengidentifikasi kebutuhan, mengembangkan kegiatan yang relevan, serta memperkuat hubungan antara dunia akademik dan praktik penanggulangan bencana di daerah. Upaya tersebut sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi.

Berita Terbaru

Kuliah Umum Keairan dengan Tema Peningkatan Sistem Tata Air untuk Berbagai Kondisi Hidrotopografi pada Unit Pengembangan Rawa Pasang Surut dalam Mendukung Produksi Bahan Pangan

1 Oktober 2026

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

Selengkapnya >>

Laboratorium MPK DTSL FT UGM Luncurkan Model Pembelajaran Alat Berat Interaktif kepada Siswa SMKN 2 Yogyakarta

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLLab MPKPengabdian MasyarakatRilis Berita Rabu, 16 September 2026

Laboratorium MPK DTSL FT UGM Luncurkan Model Pembelajaran Alat Berat Interaktif kepada Siswa SMKN 2 Yogyakarta

Laboratorium Manajemen Proyek Konstruksi (MPK), Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penerapan model pembelajaran alat berat bagi siswa SMKN 2 Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026, di Ruang Konstruksi Gedung dan Sanitasi SMKN 2 Yogyakarta dan diikuti oleh 27 siswa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan model pembelajaran alat berat yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, visual, dan kontekstual. Model pembelajaran tersebut memanfaatkan papan simulasi dengan alat berat berbentuk magnet yang dapat ditempel dan dipindahkan untuk menggambarkan kondisi pekerjaan di lapangan.
Melalui media tersebut, siswa diajak memahami berbagai aspek dalam pekerjaan konstruksi, mulai dari kondisi lahan, volume pekerjaan galian dan timbunan, pemilihan jenis dan jumlah alat berat, hingga penyusunan kombinasi alat berat yang optimal.

Ketua tim pengabdian, Dr. Ir. Angga Trisna Yudhistira, S.T., M.Eng., IPM., ACPE., menjelaskan bahwa model pembelajaran tersebut dikembangkan untuk menghadirkan metode belajar yang lebih interaktif bagi siswa.

pkmsmkn2_1
pkmsmkn2_2

“Karena anak-anak sekarang kalau diajar secara klasikal bisa bosan. Jadi harus ada model yang interaktif. Di kampus juga sama. Kalau belajar secara klasikal, mahasiswa bisa mencari sendiri di internet. Tetapi kalau kita memberikan simulasi dan cerita, mereka bisa memahami, ‘oh, ternyata caranya seperti ini’,” ujar Angga. Menurut Angga, pembelajaran melalui simulasi dapat memberikan pengalaman yang berbeda karena siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga dapat melihat dan mencoba secara langsung bagaimana suatu pekerjaan konstruksi direncanakan.

Dalam pelaksanaannya, siswa terlebih dahulu mendapatkan materi dan worksheet sebagai dasar untuk melakukan analisis. Selanjutnya, siswa menentukan jenis dan jumlah alat berat yang diperlukan berdasarkan kondisi pekerjaan yang diberikan. Hasil analisis kemudian divisualisasikan melalui papan simulasi dengan menempatkan alat berat pada posisi dan urutan pekerjaan yang telah dirancang.
Kegiatan juga dikemas dalam bentuk kompetisi. Sebanyak 27 siswa dibagi menjadi lima tim dan diberikan tantangan untuk menentukan kombinasi alat berat yang paling optimal. Setiap tim dituntut untuk mempertimbangkan waktu pelaksanaan, efektivitas pekerjaan, efisiensi biaya, serta kesesuaian kombinasi alat dengan kondisi lapangan. Angga juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak SMKN 2 Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan kepada tim UGM untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara UGM dan SMKN 2 Yogyakarta.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak sekolah. Kami juga mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan. Kami berharap ke depan kita bisa bekerja sama lebih lanjut,” ujarnya. Selain itu, Ia menjelaskan bahwa pemilihan SMKN 2 Yogyakarta sebagai lokasi penerapan model juga memiliki nilai historis bagi tim pengabdian. UGM sebelumnya pernah menggunakan SMK 2 Yogyakarta sebagai kampus, sehingga sekolah dipilih sebagai salah satu lokasi awal penerapan model.
Menurut Angga, model pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya ditujukan untuk siswa SMK, tetapi juga diharapkan dapat dikembangkan untuk pembelajaran konstruksi yang lebih luas. “Harapannya tidak hanya untuk SMK, tetapi juga untuk konstruksi pemula. Walaupun tidak melalui pendidikan S1, lulusan SMK juga bisa menjadi pengawas lapangan atau operator apabila memiliki kompetensi yang sesuai,” jelasnya.

Pihak SMKN 2 Yogyakarta menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepala SMKN 2 Yogyakarta, Moh Rokhis, menilai kehadiran tim UGM memberikan kesempatan pembelajaran yang berbeda bagi siswa.
“Ini kesempatan yang luar biasa bagi kalian. Kita kedatangan Pak Angga beserta timnya. Terima kasih banyak, Pak Angga. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan kembali pada waktu-waktu berikutnya dan kerja sama dengan SMK bisa terus dilanjutkan,” ujar Rokhis. Ia juga melihat adanya peluang untuk mengembangkan kegiatan serupa melalui program guru tamu. Menurutnya, guru tamu tidak selalu harus berasal dari dunia industri, tetapi juga dapat berasal dari perguruan tinggi sehingga siswa memperoleh wawasan langsung dari akademisi.

“Mungkin Pak Untung, Pak Arief, dan bapak-bapak guru yang lain nanti bisa membuat program untuk guru tamu. Guru tamu tidak harus dari industri, tetapi bisa juga dari perguruan tinggi. Ini menjadi satu kesempatan yang luar biasa,” tambahnya.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta yang berhasil meraih juara dalam kompetisi, Zulfa Latifa, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.
“Sangat seru, saya menambah pengalaman. Dari kemarin belum ada materi seperti ini. Kegiatan ini membuat kita bisa membayangkan kalau nanti ada materi dari guru, kita sudah punya gambaran dan bisa selangkah lebih maju. Kalau ada teman yang belum tahu, kita juga bisa membagikan pengetahuan yang kita dapat,” ungkap Ulfa.

Menurut Ulfa, penggunaan media visual dan simulasi membuat materi mengenai alat berat lebih mudah dibayangkan. Pengalaman tersebut juga memberikan pengetahuan tambahan yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran selanjutnya.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap model pembelajaran alat berat dapat membantu siswa memahami proses pengambilan keputusan dalam pekerjaan konstruksi secara lebih konkret. Penggunaan media simulasi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghubungkan kondisi lapangan dengan pemilihan alat, urutan pekerjaan, waktu siklus, dan efisiensi pekerjaan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari proses pengembangan dan penyempurnaan model pembelajaran sebelum diterapkan secara lebih luas. Masukan dari siswa dan guru menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk meningkatkan kualitas media, materi, worksheet, serta mekanisme pembelajaran.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendukung SDG 4 – Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan metode pembelajaran yang interaktif dan kontekstual, SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pembekalan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja konstruksi, serta SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi media pembelajaran di bidang konstruksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Dr. Ir. Angga Trisna Yudhistira, S.T., M.Eng., IPM., ACPE., bersama anggota tim Nandhita Noorviana, Puspita Dewi, M. Hamdan Katsir, Ikhsanudin, dan Yovi Maulana dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

Kuliah Umum Keairan dengan Tema Peningkatan Sistem Tata Air untuk Berbagai Kondisi Hidrotopografi pada Unit Pengembangan Rawa Pasang Surut dalam Mendukung Produksi Bahan Pangan

1 Oktober 2026

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

Selengkapnya >>

Tim DTSL FT UGM Lakukan Assessment Bangunan Publik Pascagempa Bersama DPUPR Manggarai dan Mahasiswa UNIKA Santu Paulus Ruteng

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLPengabdian MasyarakatRilis Berita Senin, 14 September 2026

Tim DTSL FT UGM Lakukan Assessment Bangunan Publik Pascagempa Bersama DPUPR Manggarai dan Mahasiswa UNIKA Santu Paulus Ruteng

Ruteng, NTT – Setelah menyelenggarakan pelatihan penggunaan aplikasi Rapid Assessment, tim Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik UGM melanjutkan kegiatan dengan melakukan assessment lapangan pada sejumlah bangunan publik terdampak gempa di Kabupaten Manggarai.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 2 – 6 September 2026 oleh Dr. Angga Trisna Yudhistira, Dr. Cecep Pratama, dan Andika Monanta Emilidardi, M.Eng., bekerja sama dengan Dinas PUPR Kabupaten Manggarai serta didukung oleh relawan mahasiswa dari Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng.

Assessment difokuskan pada bangunan-bangunan yang sebelumnya belum memperoleh pemeriksaan teknis. Melalui aplikasi Rapid Assessment, tim melakukan inventarisasi kerusakan, dokumentasi visual, serta pencatatan kondisi bangunan secara digital sehingga data dapat dihimpun dan dipantau secara terpusat.

ruteng1
ruteng2
ruteng3

Selain inspeksi visual, tim juga melaksanakan serangkaian pemeriksaan teknis untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi struktur bangunan. Pengukuran lebar retak dilakukan menggunakan micro crack gauge untuk mengetahui tingkat keparahan kerusakan pada elemen struktural. Pengujian mutu beton permukaan juga dilakukan menggunakan Schmidt Hammer Test guna memperoleh gambaran awal kualitas beton eksisting tanpa merusak elemen bangunan.

Pada salah satu gedung bertingkat tiga, tim melakukan pemeriksaan deformasi bangunan menggunakan total station untuk mengidentifikasi kemungkinan kemiringan atau pergeseran struktur akibat guncangan gempa. 

Selain bangunan publik umum, tim juga melakukan pengamatan awal terhadap beberapa bangunan di lingkungan UNIKA Santu Paulus Ruteng. Hasil inspeksi menunjukkan adanya keretakan pada balok dan kolom, kerusakan pada sambungan balok-kolom, serta kerusakan dinding yang pada beberapa lokasi telah mengalami keruntuhan. Berdasarkan temuan tersebut, tim merekomendasikan pembatasan akses sementara dan pelaksanaan assessment lanjutan untuk mengevaluasi kapasitas struktur yang masih tersisa.

Salah satu metode yang direkomendasikan adalah pengujian mikrotremor, yang dapat digunakan untuk mengevaluasi karakteristik dinamik bangunan dan memperkirakan kapasitas seismik pascagempa. Hasil evaluasi tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan apakah bangunan masih layak dipertahankan melalui rehabilitasi dan penguatan, atau memerlukan penanganan yang lebih lanjut. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

Kuliah Umum Keairan dengan Tema Peningkatan Sistem Tata Air untuk Berbagai Kondisi Hidrotopografi pada Unit Pengembangan Rawa Pasang Surut dalam Mendukung Produksi Bahan Pangan

1 Oktober 2026

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

Selengkapnya >>

DTSL FT UGM Dukung Pemulihan Pascagempa Flores melalui Pelatihan Rapid Assessment di Kabupaten Manggarai

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSFoto DTSLPengabdian MasyarakatRilis Berita Senin, 14 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Pemulihan Pascagempa Flores melalui Pelatihan Rapid Assessment di Kabupaten Manggarai

Ruteng, NTT – Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada turut berkontribusi dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana gempa Flores 2026 melalui penyelenggaraan pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi Rapid Assessment bagi pemerintah daerah Kabupaten Manggarai.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pos Tanggap Bencana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Manggarai tersebut diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri atas staf DPUPR dan berbagai instansi terkait. Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan identifikasi awal kondisi bangunan secara cepat, sistematis, dan terdokumentasi menggunakan platform digital.

Manggarai2026_3
Manggarai2026_4
Manggarai2026_6

Aplikasi Rapid Assessment yang digunakan pada kegiatan ini merupakan platform yang dikembangkan oleh Dr. Akhmad Aminullah dan dapat diakses melalui laman rapid.cemapp.com. Sistem tersebut memungkinkan proses pendataan kerusakan bangunan dilakukan secara lebih sederhana, cepat, dan terintegrasi sehingga hasil inspeksi dapat dipantau secara real-time oleh pihak yang berkepentingan.

Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. Angga Trisna Yudhistira dan Andika Monanta Emilidardi, M.Eng. Peserta terlebih dahulu diberikan pemahaman mengenai komponen utama struktur bangunan, tingkat kritikalitas bangunan (criticality level), serta berbagai bentuk kerusakan yang umum terjadi akibat gempa bumi. Setelah itu, peserta memperoleh pendampingan teknis dalam menggunakan aplikasi untuk melakukan penilaian dan dokumentasi kerusakan.

Selain sesi pelatihan, tim DTSL FT UGM juga berdiskusi dengan para peserta terkait tantangan penanganan kerusakan bangunan pascabencana serta kebutuhan pengembangan sistem pendataan yang sesuai dengan kondisi daerah. Pemanfaatan teknologi digital dalam proses rapid assessment diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memperoleh data yang lebih cepat dan akurat sebagai dasar penentuan prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen DTSL FT UGM dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pemulihan pascabencana. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

Kuliah Umum Keairan dengan Tema Peningkatan Sistem Tata Air untuk Berbagai Kondisi Hidrotopografi pada Unit Pengembangan Rawa Pasang Surut dalam Mendukung Produksi Bahan Pangan

1 Oktober 2026

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

Selengkapnya >>

DTSL FT UGM Dorong Pemulihan Berbasis Masyarakat melalui Rapid Assessment Sekolah di Manggarai Timur

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLPengabdian MasyarakatRilis Berita Senin, 14 September 2026

DTSL FT UGM Dorong Pemulihan Berbasis Masyarakat melalui Rapid Assessment Sekolah di Manggarai Timur

Borong, Manggarai Timur – Tim Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada melakukan kegiatan rapid assessment pada sejumlah fasilitas pendidikan di wilayah Borong, Dampek, dan Pota, Kabupaten Manggarai Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada 2 sd 6 September 2026 oleh Dr. Ashar Saputra, Dr. Ardhya Nareswari didampingi oleh tim lapangan lintas disiplin dalam rangka mendukung upaya pemulihan pascabencana gempa Flores 2026.

Wilayah Dampek dan Pota merupakan salah satu kawasan yang mengalami dampak kerusakan infrastruktur cukup signifikan akibat gempa. Melalui pendekatan rapid assessment berbasis aplikasi digital, tim melakukan identifikasi kondisi bangunan sekolah secara cepat guna membantu pemerintah daerah dalam menentukan prioritas penanganan.

IMG_8712
IMG_8713
IMG_8840

Selain melakukan assessment lapangan, tim DTSL FT UGM juga aktif berdiskusi dengan jajaran Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO), serta pemerintah daerah terkait strategi pemulihan pascabencana. Dalam berbagai kesempatan tersebut, tim berbagi pengalaman penanganan bencana yang pernah dilakukan UGM di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Lombok, Palu, dan Yogyakarta.

Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya menerapkan pendekatan pemulihan berbasis partisipasi masyarakat. Pengalaman rehabilitasi pasca Gempa Yogyakarta 2006 menunjukkan bahwa pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan kembali tidak hanya mempercepat pemulihan fisik, tetapi juga membantu menggerakkan perekonomian lokal dan memperkuat rasa kepemilikan terhadap hasil pembangunan.

Tim juga memberikan sejumlah masukan terkait pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak. Mengingat ketersediaan sumber daya lokal yang melimpah di Nusa Tenggara Timur, penggunaan material bambu dinilai sebagai alternatif yang layak dipertimbangkan. Selain ekonomis, material ini mudah diperoleh, dapat dikerjakan oleh tenaga lokal, serta memungkinkan proses pembangunan dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan harus mendatangkan material dan pekerja dari luar daerah.

Melalui kegiatan assessment dan diskusi kebijakan tersebut, DTSL FT UGM berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Manggarai Timur dapat berjalan secara lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung pemerintah daerah melalui penerapan ilmu pengetahuan, pengembangan teknologi, dan pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi tantangan kebencanaan. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

Kuliah Umum Keairan dengan Tema Peningkatan Sistem Tata Air untuk Berbagai Kondisi Hidrotopografi pada Unit Pengembangan Rawa Pasang Surut dalam Mendukung Produksi Bahan Pangan

1 Oktober 2026

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

Selengkapnya >>

Olah Limbah Organik Mandiri, DTSL FT UGM Manfaatkan Kompos Dedaunan dan Sisa Makanan

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TerbaruBerita TILBerita TSBerita TSDAPengabdian MasyarakatRilis Berita Rabu, 29 Juli 2026

Olah Limbah Organik Mandiri, DTSL FT UGM Manfaatkan Kompos Dedaunan dan Sisa Makanan

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) terus berkomitmen dalam mewujudkan tata kelola lingkungan kampus yang berkelanjutan, salah satunya dengan mengoptimalkan pengolahan sampah berbasis sumber di area kampus melalui pembuatan pupuk kompos secara mandiri. Program ini difokuskan untuk mengolah limbah organik harian yang dihasilkan dari berbagai aktivitas di lingkungan departemen, termasuk kawasan kantin.

Dalam operasional harian, timbulan limbah organik sisa makanan dari kantin DTSL rata-rata mencapai 3 hingga 4 kilogram per hari. Sementara itu, guguran sampah dedaunan dari pemeliharaan area terbuka hijau menyumbang sekitar 10 hingga 15 kilogram per hari. Seluruh material organik tersebut dikumpulkan secara berkala untuk diproses melalui tahapan pengomposan.

Kompos yang dihasilkan selanjutnya dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan perawatan vegetasi di lingkungan DTSL. Pupuk organik ini diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman hias serta tanaman buah-buahan yang tumbuh di area sekitar gedung departemen. Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud penerapan keilmuan secara langsung di area kampus.

Langkah konsisten tersebut juga mempertegas komitmen DTSL FT UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pengelolaan lingkungan dan kampus hijau (green campus). Melalui pengelolaan limbah organik menjadi kompos ini, DTSL terus mengupayakan pengurangan volume sampah yang terbuang ke TPA sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang asri dan berkelanjutan.

(sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

Kuliah Umum Keairan dengan Tema Peningkatan Sistem Tata Air untuk Berbagai Kondisi Hidrotopografi pada Unit Pengembangan Rawa Pasang Surut dalam Mendukung Produksi Bahan Pangan

1 Oktober 2026

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

Selengkapnya >>

Bangkitkan Asa Masyarakat Desa: KKN UGM–UNTAD Kembali Hadir di Donggala

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAPengabdian MasyarakatRilis Berita Selasa, 7 Juli 2026

Bangkitkan Asa Masyarakat Desa: KKN UGM–UNTAD Kembali Hadir di Donggala

“Dulu kami hampir kehilangan harapan. Selama 14 tahun bendung ini rusak, sawah kami kekurangan air, dan kehidupan masyarakat ikut terpuruk. Alhamdulillah, sekarang harapan itu hidup kembali.”

Dengan mata berkaca-kaca, Kepala Desa Limboro, Kifli, mengenang perubahan besar yang dialami desanya. Bagi masyarakat Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, keberhasilan memperbaiki bendung irigasi bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menjadi titik balik kebangkitan masyarakat menuju kemandirian dan ketahanan pangan.

Kisah tersebut bermula dari Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Tadulako (UNTAD) tahun lalu yang dibimbing oleh dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL), Fakultas Teknik UGM. Mahasiswa KKN berhasil menginisiasi gerakan gotong royong masyarakat untuk memperbaiki bendung irigasi yang telah rusak selama sekitar 14 tahun.

Tanpa alat berat dan tanpa anggaran yang besar, masyarakat bersama mahasiswa bergandengan tangan memperbaiki bendung yang selama bertahun-tahun terbengkalai. Hasilnya, sekitar 43 hektare sawah kembali memperoleh air irigasi. Pada musim panen pertama setelah bendung berfungsi, produktivitas padi mencapai hingga 8 ton per hektare, menghadirkan harapan baru bagi para petani.

Dampak keberhasilan tersebut tidak berhenti pada sektor pertanian. Industri kecil di desa ikut bergeliat. Penggilingan padi kembali beroperasi, usaha penyedia sarana produksi pertanian berkembang, aktivitas perdagangan meningkat, dan perputaran ekonomi desa mulai tumbuh seiring pulihnya produksi pertanian.

Yang paling membanggakan, menurut Kifli, adalah bangkitnya kembali semangat gotong royong masyarakat.

 

“Selama bertahun-tahun kami menunggu bantuan. Ternyata perubahan justru dimulai ketika masyarakat bergerak bersama. Mahasiswa KKN yang datang jauh dari Yogyakarta mengajarkan kami untuk kembali percaya pada kekuatan kebersamaan,” ungkapnya.

Kebangkitan tersebut juga menghidupkan kembali kelembagaan lokal. Lembaga adat pengelola irigasi kembali aktif di bawah kepemimpinan Bangunasa, tokoh adat yang mengatur tata kelola air dan tata budi daya pertanian berdasarkan nilai-nilai budaya lokal. Peran kelembagaan adat ini menjadi modal sosial yang penting untuk menjaga keberlanjutan sistem irigasi sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat.

Keberhasilan di Desa Limboro menjadi salah satu alasan mengapa pada bulan Juli tahun ini Program KKN Kolaborasi UGM–UNTAD kembali dilaksanakan di Kecamatan Banawa Tengah. Sebanyak 30 mahasiswa UGM dan 30 mahasiswa UNTAD diterjunkan untuk bekerja bersama masyarakat di Desa Towale dan Desa Limboro.

Kehadiran mahasiswa tahun ini bukan sekadar mengulang program sebelumnya, melainkan melanjutkan proses pemberdayaan masyarakat yang telah dimulai. Berbagai program telah disiapkan, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pengembangan perikanan dan rumput laut, pemberdayaan UMKM, konservasi lingkungan, penguatan kelembagaan desa, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.

Kisah bendung irigasi Limboro hanyalah satu dari puluhan program yang telah dan sedang dilaksanakan mahasiswa KKN UGM–UNTAD di Donggala. Di balik setiap program terdapat proses belajar bersama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat untuk menemukan solusi yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan lokal.

Bagi DTSL FT UGM, KKN bukan hanya wahana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga laboratorium nyata penerapan ilmu keteknikan untuk menjawab persoalan masyarakat. Keberhasilan Limboro menunjukkan bahwa ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan gotong royong, kepemimpinan lokal, dan semangat kolaborasi, perubahan yang berkelanjutan dapat diwujudkan.

Panen raya kedua yang akan berlangsung pada bulan Juli ini menjadi simbol bahwa benih yang ditanam mahasiswa KKN tahun lalu telah tumbuh menjadi harapan baru bagi masyarakat. Harapannya, kolaborasi UGM, UNTAD, pemerintah daerah, dan masyarakat Donggala akan terus melahirkan inovasi-inovasi yang memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan, serta membangun desa yang mandiri dan berkelanjutan.

(sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

Kuliah Umum Keairan dengan Tema Peningkatan Sistem Tata Air untuk Berbagai Kondisi Hidrotopografi pada Unit Pengembangan Rawa Pasang Surut dalam Mendukung Produksi Bahan Pangan

1 Oktober 2026

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

Selengkapnya >>

Dari Hunian ke Ruang Bersama: Kontribusi Dosen DTSL UGM Mengembangkan Model Pemulihan Pascabencana Berbasis Material Lokal

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLPengabdian MasyarakatRilis Berita Selasa, 7 Juli 2026

Dari Hunian ke Ruang Bersama: Kontribusi Dosen DTSL UGM Mengembangkan Model Pemulihan Pascabencana Berbasis Material Lokal

Ketika banjir bandang surut, proses pemulihan baru saja dimulai. Selain membangun kembali rumah yang rusak, masyarakat juga membutuhkan ruang untuk kembali beraktivitas, beribadah, bermusyawarah, memperoleh layanan kesehatan, hingga menjalankan berbagai kegiatan bersama. Dalam konteks inilah, peran rekayasa teknik sipil tidak berhenti pada pembangunan sebuah struktur, tetapi juga merancang solusi yang mendukung pulihnya kehidupan masyarakat secara bertahap.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam berbagai upaya pemulihan pascabencana. Melalui kolaborasi di Group Penelitian TANGGUH Fakultas Teknik UGM, Dr. Ashar Saputra dan Dr. Rafif Zufarihsan bersama peneliti lintas disiplin mengembangkan model fasilitas publik sementara yang memanfaatkan material lokal sebagai solusi konstruksi yang adaptif terhadap kondisi lapangan.

Implementasi terbaru dilakukan di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang melalui pembangunan Balai Warga yang berfungsi sebagai community center. Berlokasi di sekitar masjid desa, bangunan ini dirancang sebagai ruang multifungsi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan, posyandu, pemeriksaan kesehatan, musyawarah warga, penyaluran bantuan, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari setelah terdampak banjir bandang.

Balai Warga tersebut bukan merupakan proyek yang berdiri sendiri. Pengembangannya berangkat dari pengalaman Group Penelitian TANGGUH dalam mendampingi masyarakat terdampak banjir di Aceh Utara. Pada tahap sebelumnya, tim berhasil membangun lebih dari 100 hunian sementara serta Balai Masjid dengan memanfaatkan kayu hanyutan yang tersedia di lokasi bencana. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa material yang sebelumnya dipandang sebagai sisa bencana dapat diolah menjadi bagian dari solusi pemulihan yang cepat, efisien, dan sesuai dengan kondisi setempat.

Berbekal pengalaman tersebut, tim mengembangkan pendekatan konstruksi yang sederhana dan mudah diterapkan. Struktur bangunan dirancang menggunakan elemen-elemen kayu yang dapat dirakit dengan peralatan dasar seperti palu, gergaji, paku, serta bor sederhana apabila diperlukan. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat terlibat langsung dalam proses pembangunan sekaligus membuka peluang agar model yang sama dapat direplikasi di wilayah terdampak bencana lainnya.

Bagi dosen-dosen DTSL yang terlibat, pendekatan tersebut mencerminkan bagaimana kepakaran teknik sipil dapat diterjemahkan menjadi solusi yang aplikatif. Rekayasa struktur tidak hanya berorientasi pada aspek kekuatan dan keamanan bangunan, tetapi juga mempertimbangkan ketersediaan material, kemudahan pelaksanaan, efisiensi konstruksi, serta keberlanjutan pemanfaatannya oleh masyarakat.

Kontribusi tersebut juga merupakan bagian dari konsistensi penerapan kepakaran Dr. Ashar Saputra dalam bidang rekayasa struktur. Sebelumnya, ia terlibat dalam pengembangan Rumah Instan Struktur Baja (RISBA) untuk mendukung pemulihan pascabencana di Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur, serta berkontribusi dalam konstruksi Bamboo Dome pada penyelenggaraan KTT G20 di Bali. Berbagai pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan rekayasa struktur yang dikembangkan dapat diterapkan pada beragam konteks, mulai dari pembangunan infrastruktur berskala internasional hingga pemulihan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Melalui kolaborasi lintas disiplin, kontribusi dosen DTSL dalam Group Penelitian TANGGUH menunjukkan bahwa ilmu teknik sipil tidak hanya menghasilkan inovasi di ruang laboratorium atau ruang kelas. Kepakaran tersebut terus berkembang melalui penerapannya di lapangan, menjawab tantangan nyata yang dihadapi masyarakat, serta menghasilkan model pemulihan yang dapat dipelajari dan dikembangkan lebih lanjut di berbagai wilayah Indonesia (sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

Kuliah Umum Keairan dengan Tema Peningkatan Sistem Tata Air untuk Berbagai Kondisi Hidrotopografi pada Unit Pengembangan Rawa Pasang Surut dalam Mendukung Produksi Bahan Pangan

1 Oktober 2026

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

Selengkapnya >>

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Melakukan Kegiatan Bakti Sosial di Desa Candirejo, Kabupaten Gunung Kidul

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDADoktor Teknik SipilFoto DTSLPengabdian MasyarakatRilis Berita Rabu, 8 April 2026

  • Tentang UGM
  • Brand UGM
  • FT UGM
  • Pusat TI
  • Riset
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Simeru
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
  • Tentang UGM
  • Brand UGM
  • FT UGM
  • Pusat TI
  • Riset
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Simeru
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sejarah
    • Tentang Teknik Sipil
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Manajemen
    • Struktur Organisasi
    • Advisory Board DTSL
    • Dosen
    • Tenaga Kependidikan
  • PROGRAM STUDI
    • International Undergraduate Program
    • Sarjana Teknik Sipil
    • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
    • Sarjana Teknik Sumber Daya Air
    • Magister Teknik Sipil
    • Magister Sistem dan Teknik Transportasi
    • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam
    • Doktor Teknik Sipil
  • KERJASAMA
    • Kerjasama
    • Kerjasama Dalam Negri
    • Kerjasama Luar Negri
  • KARYA DOSEN
    • Paten
    • Buku
    • Hak Cipta
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • Laboratorium
      • Lab. Bahan Bangunan
      • Lab. Struktur
      • Lab. Hidraulika
      • Lab. Mekanika Tanah
      • Lab. Transportasi
      • Lab. Penyehatan
      • Lab. Komputasi
      • Lab. Manajemen Proyek Konstruksi
    • Layanan
    • Informasi
      • Beasiswa
      • Magang
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Lain
  • AKTIVITAS
    • Journal of the Civil Engineering Forum (JCEF)
    • Simposium Nasional Teknologi Infrastruktur (SNTI)
    • Keluarga Mahasiswa (KMTSL)
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Kegiatan Kemahasiswaan
    • Alumni Teknik Sipil (KATSGAMA)
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sejarah
    • Tentang Teknik Sipil
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Manajemen
    • Struktur Organisasi
    • Advisory Board DTSL
    • Dosen
    • Tenaga Kependidikan
  • PROGRAM STUDI
    • International Undergraduate Program
    • Sarjana Teknik Sipil
    • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
    • Sarjana Teknik Sumber Daya Air
    • Magister Teknik Sipil
    • Magister Sistem dan Teknik Transportasi
    • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam
    • Doktor Teknik Sipil
  • KERJASAMA
    • Kerjasama
    • Kerjasama Dalam Negri
    • Kerjasama Luar Negri
  • KARYA DOSEN
    • Paten
    • Buku
    • Hak Cipta
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • Laboratorium
      • Lab. Bahan Bangunan
      • Lab. Struktur
      • Lab. Hidraulika
      • Lab. Mekanika Tanah
      • Lab. Transportasi
      • Lab. Penyehatan
      • Lab. Komputasi
      • Lab. Manajemen Proyek Konstruksi
    • Layanan
    • Informasi
      • Beasiswa
      • Magang
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Lain
  • AKTIVITAS
    • Journal of the Civil Engineering Forum (JCEF)
    • Simposium Nasional Teknologi Infrastruktur (SNTI)
    • Keluarga Mahasiswa (KMTSL)
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Kegiatan Kemahasiswaan
    • Alumni Teknik Sipil (KATSGAMA)

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Melakukan Kegiatan Bakti Sosial di Desa Candirejo, Kabupaten Gunung Kidul

  • admin
  • April 8, 2026

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan melakukan kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan 1447 H, tepatnya pada Sabtu, 14 Maret 2026 di Desa Candirejo, Kabupaten Gunung Kidul. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja DWP dalam mendukung kesejahteraan sosial, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kegiatan tersebut, DWP bekerjasama dengan Rumah Zakat menyalurkan sebanyak 60 paket bingkisan sembako yang ditujukan bagi lansia dan anak yatim piatu dhuafa di Desa Candirejo. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara institusi pendidikan dan masyarakat sekitar.

Rombongan DWP yang dipimpin oleh Ibu Ingrid Rachmawati disambut dengan hangat oleh Kepala Desa Candirejo beserta jajarannya. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta kepedulian yang diberikan oleh DWP Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan kepada warganya.

Melalui kegiatan bakti sosial ini, Dharma Wanita Persatuan tidak hanya berperan dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. (Sumber: Humas DTSL)

Berita Terbaru

Kuliah Umum Keairan dengan Tema Peningkatan Sistem Tata Air untuk Berbagai Kondisi Hidrotopografi pada Unit Pengembangan Rawa Pasang Surut dalam Mendukung Produksi Bahan Pangan

1 Oktober 2026

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

Selengkapnya >>

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan
Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika Kampus No.2 Kampus UGM Yogyakarta 55281
Email: tsipil.ft@ugm.ac.id

  • Sarjana Teknik Sipil
  • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
  • Sarjana Teknik Sumber Daya Air
  • Magister Sistem dan Teknik Transportasi (MSTT)
  • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam (MTPBA)
  • Magister Teknik Sipil (MTS)
  • Doktor Teknik Sipil
  • Sarjana Teknik Sipil
  • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
  • Sarjana Teknik Sumber Daya Air
  • Magister Sistem dan Teknik Transportasi (MSTT)
  • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam (MTPBA)
  • Magister Teknik Sipil (MTS)
  • Doktor Teknik Sipil
  • Lab. Komputasi
  • Lab. Hidro
  • Lab. Transportasi
  • Lab. Mekanika Tanah
  • Lab. Teknik Penyehatan
  • Lab. Bahan Bangunan
  • Lab. Struktur
  • Lab. Komputasi
  • Lab. Hidro
  • Lab. Transportasi
  • Lab. Mekanika Tanah
  • Lab. Teknik Penyehatan
  • Lab. Bahan Bangunan
  • Lab. Struktur
Facebook Youtube Instagram

© DTSL - UNIVERSITAS GADJAH MADA

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan
Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika Kampus No.2 Kampus UGM Yogyakarta. Email: tsipil.ft@ugm.ac.id
© DTSL - UNIVERSITAS GADJAH MADA

MEDIA SOSIAL

Facebook Youtube Instagram