Dari Hunian ke Ruang Bersama: Kontribusi Dosen DTSL UGM Mengembangkan Model Pemulihan Pascabencana Berbasis Material Lokal

Ketika banjir bandang surut, proses pemulihan baru saja dimulai. Selain membangun kembali rumah yang rusak, masyarakat juga membutuhkan ruang untuk kembali beraktivitas, beribadah, bermusyawarah, memperoleh layanan kesehatan, hingga menjalankan berbagai kegiatan bersama. Dalam konteks inilah, peran rekayasa teknik sipil tidak berhenti pada pembangunan sebuah struktur, tetapi juga merancang solusi yang mendukung pulihnya kehidupan masyarakat secara bertahap.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam berbagai upaya pemulihan pascabencana. Melalui kolaborasi di Group Penelitian TANGGUH Fakultas Teknik UGM, Dr. Ashar Saputra dan Dr. Rafif Zufarihsan bersama peneliti lintas disiplin mengembangkan model fasilitas publik sementara yang memanfaatkan material lokal sebagai solusi konstruksi yang adaptif terhadap kondisi lapangan.

Implementasi terbaru dilakukan di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang melalui pembangunan Balai Warga yang berfungsi sebagai community center. Berlokasi di sekitar masjid desa, bangunan ini dirancang sebagai ruang multifungsi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan, posyandu, pemeriksaan kesehatan, musyawarah warga, penyaluran bantuan, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari setelah terdampak banjir bandang.

Balai Warga tersebut bukan merupakan proyek yang berdiri sendiri. Pengembangannya berangkat dari pengalaman Group Penelitian TANGGUH dalam mendampingi masyarakat terdampak banjir di Aceh Utara. Pada tahap sebelumnya, tim berhasil membangun lebih dari 100 hunian sementara serta Balai Masjid dengan memanfaatkan kayu hanyutan yang tersedia di lokasi bencana. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa material yang sebelumnya dipandang sebagai sisa bencana dapat diolah menjadi bagian dari solusi pemulihan yang cepat, efisien, dan sesuai dengan kondisi setempat.

Berbekal pengalaman tersebut, tim mengembangkan pendekatan konstruksi yang sederhana dan mudah diterapkan. Struktur bangunan dirancang menggunakan elemen-elemen kayu yang dapat dirakit dengan peralatan dasar seperti palu, gergaji, paku, serta bor sederhana apabila diperlukan. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat terlibat langsung dalam proses pembangunan sekaligus membuka peluang agar model yang sama dapat direplikasi di wilayah terdampak bencana lainnya.

Bagi dosen-dosen DTSL yang terlibat, pendekatan tersebut mencerminkan bagaimana kepakaran teknik sipil dapat diterjemahkan menjadi solusi yang aplikatif. Rekayasa struktur tidak hanya berorientasi pada aspek kekuatan dan keamanan bangunan, tetapi juga mempertimbangkan ketersediaan material, kemudahan pelaksanaan, efisiensi konstruksi, serta keberlanjutan pemanfaatannya oleh masyarakat.

Kontribusi tersebut juga merupakan bagian dari konsistensi penerapan kepakaran Dr. Ashar Saputra dalam bidang rekayasa struktur. Sebelumnya, ia terlibat dalam pengembangan Rumah Instan Struktur Baja (RISBA) untuk mendukung pemulihan pascabencana di Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur, serta berkontribusi dalam konstruksi Bamboo Dome pada penyelenggaraan KTT G20 di Bali. Berbagai pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan rekayasa struktur yang dikembangkan dapat diterapkan pada beragam konteks, mulai dari pembangunan infrastruktur berskala internasional hingga pemulihan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Melalui kolaborasi lintas disiplin, kontribusi dosen DTSL dalam Group Penelitian TANGGUH menunjukkan bahwa ilmu teknik sipil tidak hanya menghasilkan inovasi di ruang laboratorium atau ruang kelas. Kepakaran tersebut terus berkembang melalui penerapannya di lapangan, menjawab tantangan nyata yang dihadapi masyarakat, serta menghasilkan model pemulihan yang dapat dipelajari dan dikembangkan lebih lanjut di berbagai wilayah Indonesia (sumber: humas DTSL)

Jumlah Pendownload 27