
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTSL FT UGM) turut berkontribusi dalam kegiatan Townhall Muda for Smart Sanitation Yogyakarta yang diselenggarakan pada Senin, 21 September 2026 di Auditorium Gedung B DTSL FT UGM. Dalam kegiatan yang mengangkat tema “From Waste to Worth: Membangun Ekosistem Kolaboratif untuk Smart Sanitation di Yogyakarta” tersebut, Ir. Ni Nyoman Nepi Marleni, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN. Eng., selaku Kepala Program Studi Teknik Infrastruktur Lingkungan, DTSL FT UGM, hadir sebagai salah satu pembicara dalam sesi panel discussion.
Dalam sesi tersebut, Ni Nyoman Nepi Marleni membahas implementasi Smart Sanitation di lingkungan kampus serta peluang pengembangannya sebagai living laboratory. Lingkungan perguruan tinggi dipandang sebagai ruang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan dan menguji pendekatan sanitasi secara langsung, sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan pengetahuan di bidang infrastruktur lingkungan.
Pembahasan juga diarahkan pada peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan Smart Sanitation melalui riset, inovasi, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Dalam konteks tersebut, kampus tidak hanya berperan sebagai pengguna teknologi dan sistem sanitasi, tetapi juga sebagai ruang untuk menghasilkan pengetahuan serta mengembangkan berbagai gagasan yang dapat mendukung penyelesaian persoalan sanitasi.



Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah bagaimana UGM dapat memanfaatkan Smart Sanitation sebagai media pembelajaran, penelitian, dan inovasi. Pemanfaatan tersebut sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat lebih jauh dalam pengembangan solusi sanitasi, baik melalui kegiatan akademik maupun eksplorasi dan pengembangan inovasi yang berkaitan dengan kebutuhan nyata di lingkungan kampus dan masyarakat.
Keterlibatan Ni Nyoman Nepi Marleni dalam Townhall Muda for Smart Sanitation Yogyakarta turut memperkuat peran Prodi Teknik Infrastruktur Lingkungan DTSL FT UGM dalam mendorong pembahasan isu sanitasi dari perspektif akademik. Melalui forum yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, organisasi, dan pemangku kepentingan lainnya, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun kolaborasi dalam pengembangan solusi sanitasi yang inovatif dan berkelanjutan di Yogyakarta.