
Tim Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) baru saja melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Dusun Tanjung Pare, Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, pada Rabu, 7 Oktober 2026. Kegiatan peninjauan lapangan ini dilaksanakan oleh Tim Monev FT UGM dan Tim Pelaksana PKM dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung implementasi program pendampingan pengembangan budidaya padi sawah yang memanfaatkan inovasi teknologi Sawah Gama berbasis Internet of Things (IoT).
Desa Sidoluhur di Kapanewon Godean, Sleman, memiliki potensi pertanian dengan hamparan sawah beririgasi. Meskipun tersedia saluran irigasi, namun produktivitas sawah di lahan ini belum maksimal. Petani umumnya hanya bisa melakukan dua kali masa tanam, atau tiga kali jika debit aliran di saluran irigasi masih dapat digunakan pada masa tanam 3 di musim kemarau. Melihat celah untuk meningkatkan hasil panen petani, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) FT UGM mengambil inisiatif untuk melakukan intervensi teknologi agar penggunaan air irigasi dan pelaksanaan budidaya tanam menjadi lebih efisien.




Struktur dan tekstur tanah setempat memiliki karakteristik yang menyebabkan kehilangan air cukup besar akibat perkolasi, yaitu meresapnya air di petak sawah ke lapisan bawah tanah. Air irigasi yang dialirkan menjadi cepat menyusut dan tidak tertahan lama di area perakaran. Kondisi ini menuntut adanya perbaikan agar faktor kehilangan air tersebut dapat dicegah atau diminimalkan agar dihasilkan efisiensi penggunaan air irigasi semaksimal mungkin.
Solusi atas masalah perkolasi tersebut, Tim PKM DTSL FT UGM merancang inovasi Sawah Gama yaitu sistem irigasi sawah dengan memasang lapisan geoembran di bawah zona perakaran tanaman yang diintegrasikan dengan teknologi pintar Internet of Things (IoT). Pemasangan lapisan geomembran dimaksudkan untuk mencegah terjadinya perkolasi. Tidak berhenti pada upaya perbaikan fisik lahan, sistem IoT juga diterapkan dengan memasang sensor di dalam tanah untuk pemantauan kondisi lahan dengan mengukur dan merekam data kelembaban tanah, pH, suhu, serta kandungan N, P dan K secara kontinyu. Pemberian air irigasi akan akan dilakukan jika kelembaban tanah mencapai batas bawah tertentu sampai pada kondisi jenuh melalui pompa dan jaringan pipa PVC yang dikendalikan oleh IoT.
Dengan penerapan inovasi tersebut, pemberian air irigasi dapat dilakukan secara tepat waktu dan tepat jumlah sesuai kebutuhan riil tanaman. Untuk membuktikan efektivitas sistem ini kepada warga desa, tim membangun petak percontohan (demplot) sawah berlapis geomembran berukuran 3,3 x 10 meter persegi. Demplot ini dibagi menjadi 12 petak uji, yang terdiri dari 4 petak menggunakan media pasir pantai dan 8 petak lainnya menggunakan tanah sawah lokal.
Tim kegiatan PKM ini dikoordinir oleh Prof. Dr. Ir. Fatchan Nurrochmad, M.Agr. dengan anggota beberapa dosen DTSL FT UGM lainnya, yakni Ir. Rachmad Jayadi, M.Eng., Ph.D., Ir. Endita Prima Ari Pratiwi, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., Prof. Ir. Bambang Suhendro, M.Sc., Ph.D., IPU., dan Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, M.T., IPU., ASEAN. Eng. Pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi riset yang baik dengan melibatkan Reja Putra Jaya, mahasiswa S3 Doktor Teknik Sipil, untuk bersama-sama mewujudkan sistem pertanian yang lebih hemat air dan produktif bagi masyarakat, khususnya di Desa Sidoluhur, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman.