• Tentang UGM
  • Brand UGM
  • FT UGM
  • Pusat TI
  • Riset
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Simeru
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
  • Tentang UGM
  • Brand UGM
  • FT UGM
  • Pusat TI
  • Riset
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Simeru
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sejarah
    • Tentang Teknik Sipil
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Manajemen
    • Struktur Organisasi
    • Advisory Board DTSL
    • Dosen
    • Tenaga Kependidikan
  • PROGRAM STUDI
    • International Undergraduate Program
    • Sarjana Teknik Sipil
    • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
    • Sarjana Teknik Sumber Daya Air
    • Magister Teknik Sipil
    • Magister Sistem dan Teknik Transportasi
    • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam
    • Doktor Teknik Sipil
  • KERJASAMA
    • Kerjasama
    • Kerjasama Dalam Negri
    • Kerjasama Luar Negri
  • KARYA DOSEN
    • Paten
    • Buku
    • Hak Cipta
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • Laboratorium
      • Lab. Bahan Bangunan
      • Lab. Struktur
      • Lab. Hidraulika
      • Lab. Mekanika Tanah
      • Lab. Transportasi
      • Lab. Penyehatan
      • Lab. Komputasi
      • Lab. Manajemen Proyek Konstruksi
    • Layanan
    • Informasi
      • Beasiswa
      • Magang
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Lain
  • AKTIVITAS
    • Journal of the Civil Engineering Forum (JCEF)
    • Simposium Nasional Teknologi Infrastruktur (SNTI)
    • Keluarga Mahasiswa (KMTSL)
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Kegiatan Kemahasiswaan
    • Alumni Teknik Sipil (KATSGAMA)
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sejarah
    • Tentang Teknik Sipil
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Manajemen
    • Struktur Organisasi
    • Advisory Board DTSL
    • Dosen
    • Tenaga Kependidikan
  • PROGRAM STUDI
    • International Undergraduate Program
    • Sarjana Teknik Sipil
    • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
    • Sarjana Teknik Sumber Daya Air
    • Magister Teknik Sipil
    • Magister Sistem dan Teknik Transportasi
    • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam
    • Doktor Teknik Sipil
  • KERJASAMA
    • Kerjasama
    • Kerjasama Dalam Negri
    • Kerjasama Luar Negri
  • KARYA DOSEN
    • Paten
    • Buku
    • Hak Cipta
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • Laboratorium
      • Lab. Bahan Bangunan
      • Lab. Struktur
      • Lab. Hidraulika
      • Lab. Mekanika Tanah
      • Lab. Transportasi
      • Lab. Penyehatan
      • Lab. Komputasi
      • Lab. Manajemen Proyek Konstruksi
    • Layanan
    • Informasi
      • Beasiswa
      • Magang
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Lain
  • AKTIVITAS
    • Journal of the Civil Engineering Forum (JCEF)
    • Simposium Nasional Teknologi Infrastruktur (SNTI)
    • Keluarga Mahasiswa (KMTSL)
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Kegiatan Kemahasiswaan
    • Alumni Teknik Sipil (KATSGAMA)
  • Beranda
  • Berita MSTT
Arsip:

Berita MSTT

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TerbaruBerita TILBerita TSBerita TSDARilis Berita Senin, 28 September 2026

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTSL FT UGM) turut berkontribusi dalam kegiatan Townhall Muda for Smart Sanitation Yogyakarta yang diselenggarakan pada Senin, 21 September 2026 di Auditorium Gedung B DTSL FT UGM. Dalam kegiatan yang mengangkat tema “From Waste to Worth: Membangun Ekosistem Kolaboratif untuk Smart Sanitation di Yogyakarta” tersebut, Ir. Ni Nyoman Nepi Marleni, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN. Eng., selaku Kepala Program Studi Teknik Infrastruktur Lingkungan, DTSL FT UGM, hadir sebagai salah satu pembicara dalam sesi panel discussion.

Dalam sesi tersebut, Ni Nyoman Nepi Marleni membahas implementasi Smart Sanitation di lingkungan kampus serta peluang pengembangannya sebagai living laboratory. Lingkungan perguruan tinggi dipandang sebagai ruang yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan dan menguji pendekatan sanitasi secara langsung, sekaligus menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan pengetahuan di bidang infrastruktur lingkungan.

Pembahasan juga diarahkan pada peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan Smart Sanitation melalui riset, inovasi, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Dalam konteks tersebut, kampus tidak hanya berperan sebagai pengguna teknologi dan sistem sanitasi, tetapi juga sebagai ruang untuk menghasilkan pengetahuan serta mengembangkan berbagai gagasan yang dapat mendukung penyelesaian persoalan sanitasi.

3.1
3.2
3.3

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah bagaimana UGM dapat memanfaatkan Smart Sanitation sebagai media pembelajaran, penelitian, dan inovasi. Pemanfaatan tersebut sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat lebih jauh dalam pengembangan solusi sanitasi, baik melalui kegiatan akademik maupun eksplorasi dan pengembangan inovasi yang berkaitan dengan kebutuhan nyata di lingkungan kampus dan masyarakat.

Keterlibatan Ni Nyoman Nepi Marleni dalam Townhall Muda for Smart Sanitation Yogyakarta turut memperkuat peran Prodi Teknik Infrastruktur Lingkungan DTSL FT UGM dalam mendorong pembahasan isu sanitasi dari perspektif akademik. Melalui forum yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, organisasi, dan pemangku kepentingan lainnya, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun kolaborasi dalam pengembangan solusi sanitasi yang inovatif dan berkelanjutan di Yogyakarta.

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TerbaruBerita TILBerita TSBerita TSDARilis Berita Senin, 28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

Townhall Muda for Smart Sanitation Yogyakarta diselenggarakan pada Senin, 21 September 2026 di Auditorium Gedung B, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTSL FT UGM). Kegiatan ini terlaksana bekerja sama dengan Program Studi Teknik Infrastruktur Lingkungan DTSL FT UGM dengan mengangkat tema “From Waste to Worth: Membangun Ekosistem Kolaboratif untuk Smart Sanitation di Yogyakarta”. Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 13.25 WIB dan diikuti oleh berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu sanitasi di Yogyakarta.

Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, safety induction, serta menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan Hymne Gadjah Mada. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada dan Pijar Foundation. Selanjutnya, Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi, selaku Ketua Umum KADIN (Kamar Dagang dan Industri) D.I. Yogyakarta hadir sebagai keynote speaker.

Sesi berikutnya menghadirkan Smart Sanitation Equipment Handover Ceremony serta Voices of Community dari perwakilan komunitas pemuda. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan panel discussion session yang menghadirkan Danang Setiadi, S.I.P., M.T. dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi, Ir. Ni Nyoman Nepi Marleni, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN. Eng. selaku Head of the Environmental Infrastructure Engineering Study Program Universitas Gadjah Mada, Anthony Marwan Dermawan dari Pijar Foundation, serta Santipong Grailert dari Global Water & Sanitation Center (GWSC). Diskusi dimoderatori oleh Ir. Nurul Alvia Istiqomah, S.T., M.Sc., Ph.D., sebagai Kepala Laboratorium Teknik Penyehatan dan Lingkungan, DTSL FT UGM.

2.2
2.3
2.1

Selain diskusi panel, kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi Focus Group Discussion, presentasi kelompok, dan sesi tanya jawab. Rangkaian tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk membahas isu sanitasi secara lebih mendalam sekaligus menyampaikan gagasan dan hasil diskusi kelompok. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi penutupan dan Smart Sanitation Site Visit sebagai agenda akhir Townhall Muda for Smart Sanitation Yogyakarta.

Melalui keterlibatan Program Studi Teknik Infrastruktur Lingkungan DTSL FT UGM, kegiatan ini menjadi bagian dari ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membahas pengembangan sanitasi di Yogyakarta. Kehadiran sivitas akademika DTSL FT UGM dalam kegiatan juga memperkuat peran pendidikan tinggi dalam mempertemukan perspektif akademik dan praktik lapangan dalam isu infrastruktur lingkungan dan sanitasi.

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TerbaruBerita TILBerita TSBerita TSDARilis Berita Jumat, 25 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTSL FT UGM) menerima bantuan hibah instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dalam rangka pengembangan program Smart Sanitation. Program ini merupakan inisiatif bersama Pijar Foundation, Tahir Foundation, dan Gates Foundation yang diimplementasikan bekerja sama dengan Asian Institute of Technology (AIT), Thailand. Teknologi sanitasi dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air melalui pengolahan kembali air limbah toilet.

Teknologi Smart Sanitation memungkinkan air limbah toilet diolah kembali secara aman sehingga dapat dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman, tidak sekadar dibuang. Program ini sebelumnya telah diterapkan di 10 lokasi hingga tahun 2025, yang terdiri atas lima instalasi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan lima instalasi di Surakarta. Pada tahun 2026, program tersebut diperluas melalui pemasangan 20 instalasi tambahan sehingga secara keseluruhan ditargetkan terdapat 30 instalasi, masing-masing 15 instalasi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan 15 instalasi di Surakarta.

Penyerahan bantuan hibah IPAL di lingkungan DTSL FT UGM juga memiliki keterkaitan erat dengan Program Studi Teknik Infrastruktur Lingkungan yang berfokus pada pengembangan ilmu dan teknologi di bidang infrastruktur lingkungan dan sanitasi. Kehadiran teknologi Smart Sanitation di lingkungan departemen dapat menjadi bagian dari pengenalan praktik pengelolaan air limbah yang lebih efisien sekaligus memperkuat keterhubungan antara pembelajaran akademik dengan penerapan teknologi sanitasi di lapangan.

1.2
1.1
1.3

Pengembangan Smart Sanitation juga membuka peluang bagi lingkungan perguruan tinggi untuk berperan dalam riset, inovasi, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang sanitasi. Dalam konteks Prodi TIL, keberadaan instalasi tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan pendekatan pengelolaan sanitasi yang mengedepankan efisiensi penggunaan air dan pemanfaatan kembali air hasil pengolahan, sekaligus menjadi contoh penerapan teknologi sanitasi yang dapat dipelajari dan dikembangkan lebih lanjut.

Melalui bantuan hibah ini, DTSL FT UGM turut menjadi bagian dari pengembangan model Smart Sanitation yang diarahkan sebagai model sanitasi berkelanjutan dan berpotensi direplikasi di wilayah perkotaan lainnya. Kehadiran fasilitas tersebut di lingkungan DTSL FT UGM semakin memperkuat peran Prodi Teknik Infrastruktur Lingkungan dalam mendukung pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi di bidang sanitasi serta infrastruktur lingkungan yang berkelanjutan.

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

DTSL FT UGM Berpartisipasi dalam Faculty Fair SMA Negeri 3 Padmanaba Yogyakarta

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Jumat, 18 September 2026

DTSL FT UGM Berpartisipasi dalam Faculty Fair SMA Negeri 3 Padmanaba Yogyakarta 2026

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) turut berpartisipasi dalam kegiatan Faculty Fair SMA Negeri 3 Padmanaba Yogyakarta yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Pekan Peringatan Hari Padmanaba SMA Negeri 3 Yogyakarta. Kegiatan tersebut berlangsung pada 15 September 2026 bertempat di Grha Padmanaba. Faculty Fair menjadi salah satu wadah bagi para siswa untuk memperoleh informasi mengenai berbagai pilihan pendidikan tinggi dan mengenal lebih dekat program studi yang sesuai dengan minat serta rencana pendidikan mereka.

Dalam kegiatan tersebut, DTSL FT UGM mendapatkan kesempatan untuk membuka stand pameran pendidikan. Stand DTSL dihandel oleh beberapa mahasiswa yang berperan memberikan informasi dan berinteraksi secara langsung dengan para peserta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa DTSL turut memperkenalkan lingkungan akademik, kegiatan perkuliahan, serta berbagai pengalaman yang dapat diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan FT UGM.

padmanaba1
padmanaba2

Informasi yang disampaikan pada stand DTSL FT UGM mencakup tiga program pendidikan sarjana, yaitu Program Sarjana Teknik Sipil, Program Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan, dan Program Sarjana Teknik Sumber Daya Air. Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai karakteristik masing-masing program studi, bidang keilmuan yang dipelajari, serta gambaran mengenai peluang pengembangan kompetensi dan karier setelah menyelesaikan pendidikan. Kehadiran mahasiswa sebagai narasumber juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh gambaran mengenai pengalaman perkuliahan dari perspektif mahasiswa.

Stand DTSL FT UGM mendapatkan sambutan yang antusias dari siswa-siswi SMA Negeri 3 Yogyakarta. Para siswa aktif berkunjung, berdiskusi, dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai program studi, kehidupan perkuliahan, serta pilihan pendidikan di bidang teknik sipil, infrastruktur lingkungan, dan sumber daya air. Partisipasi dalam Faculty Fair ini menjadi kesempatan bagi DTSL FT UGM untuk semakin memperkenalkan program pendidikan kepada calon mahasiswa sekaligus membangun komunikasi dengan generasi muda yang memiliki minat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bidang keteknikan. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

Kuliah Umum DISUMA: UGM Gandeng Pakar Transportasi dari Tokyo dan Chulalongkorn

Berita DTSBerita MSTTBerita MTSBerita TSFoto DTSLRilis Berita Kamis, 17 September 2026

Kuliah Umum DISUMA: UGM Gandeng Pakar Transportasi dari Tokyo dan Chulalongkorn

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menggelar Kuliah Umum bertajuk “Design of Innovative Sustainable Urban Mobility in Asia (DISUMA)” pada Selasa, 15 September 2026, pukul 09.00–11.00 WIB di Ruang Sidang Biru DTSL FT UGM. Acara ini merupakan hasil kolaborasi dengan e-ASIA Joint Research Program dan menghadirkan dua pembicara utama dari luar negeri, yaitu Prof. Hironori Kato dari The University of Tokyo dan Prof. Saksith Chalermpong dari Chulalongkorn University, dengan Prof. Muhammad Zudhy Irawan dari UGM bertindak sebagai moderator diskusi. Kuliah umum ini bersifat wajib bagi mahasiswa S2 MSTT dan S3 Transportasi, serta terbuka untuk mahasiswa S2 dan S3 di lingkungan DTSL.

Dalam paparannya, Prof. Hironori Kato mengangkat tema “How Can We Use Causal Inference Approach in Transportation Research?” yang membahas pergeseran pendekatan riset transportasi dari sekadar prediksi menuju analisis hubungan sebab-akibat (causal inference). Prof. Kato menjelaskan konsep dasar seperti counterfactual thinking, randomized control trial (RCT), hingga tantangan penerapan RCT dalam konteks transportasi yang sering terkendala aspek keselamatan, infrastruktur, dan penerimaan publik. Sebagai solusinya, ia memaparkan pendekatan kuasi-eksperimental seperti difference-in-differences (DID) dan propensity score matching (PSM), yang diilustrasikan lewat studi kasus dampak Bus Rapid Transit (BRT) terhadap perekonomian lokal di Brasília, Brasil, penelitian yang telah dipublikasikan di jurnal Transportation Research Record.

Sementara itu, Prof. Saksith Chalermpong, Direktur Chulalongkorn University Transportation Institute (CUTI), membawakan topik “Greening Public Transport: Understanding EV Adoption from the Operator’s Perspective”. Ia memaparkan tren adopsi kendaraan listrik (EV) pada moda transportasi publik di Thailand, mulai dari taksi, ojek motor, hingga bus kota, lengkap dengan data pertumbuhan registrasi kendaraan listrik dari tahun ke tahun. Saksith juga mengulas perspektif operator dan pengemudi terkait manfaat serta kendala transisi ke EV, seperti keterbatasan infrastruktur pengisian daya, ekosistem battery-swapping yang masih terfragmentasi, hingga tingginya biaya investasi awal, serta menutup paparannya dengan sejumlah rekomendasi kebijakan untuk memperkuat kesiapan ekosistem EV di sektor transportasi publik.

Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya DTSL FT UGM memperluas wawasan sivitas akademika mengenai isu-isu mobilitas perkotaan berkelanjutan di Asia, sekaligus mempererat jejaring riset internasional melalui program DISUMA yang melibatkan The University of Tokyo, Chulalongkorn University, dan Universitas Gadjah Mada. Dengan menghadirkan perspektif metodologis dari Prof. Kato dan perspektif praktis-kebijakan dari Prof. Saksith, serta dipandu langsung oleh Prof. Zudhy Irawan sebagai moderator diskusi, acara ini diharapkan dapat memperkaya pendekatan penelitian mahasiswa pascasarjana Teknik Sipil dan Lingkungan UGM, khususnya dalam mengkaji dampak intervensi transportasi secara lebih rigor dan berbasis bukti. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

DTSL FT UGM dan BPBD Kabupaten Pacitan Bahas Penguatan Kolaborasi dalam Pengurangan Risiko Bencana

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TerbaruBerita TILBerita TSBerita TSDARilis Berita Kamis, 17 September 2026

DTSL FT UGM dan BPBD Kabupaten Pacitan Bahas Penguatan Kolaborasi dalam Pengurangan Risiko Bencana

Upaya mempertemukan kebutuhan penanggulangan bencana di lapangan dengan peran perguruan tinggi menjadi salah satu fokus kunjungan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, Rabu (16/9). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang telah dilakukan secara daring.

Melalui pertemuan secara langsung, DTSL FT UGM berkesempatan berdiskusi dengan pihak BPBD Kabupaten Pacitan mengenai kondisi dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan penanggulangan bencana, sekaligus menjajaki ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan di lapangan.

DTSL FT UGM dalam kunjungan tersebut diwakili oleh Dr. Benazir, Ketua Program Studi Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam (MTPBA), dan Dr. Karlina, Ketua Program Studi Sarjana Teknik Sipil. Keduanya diterima oleh Wahyu Fajar Yuliardi, S.E., M.M. dan Yagus Triarso, S.Ak. dari BPBD Kabupaten Pacitan.

berita post september 1280x853px (2)
berita post september 1280x853px
berita post september 1280x853px (1)

Dalam diskusi, kedua pihak membahas pentingnya membangun pola kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pendekatan “belanja masalah”, yaitu mengidentifikasi berbagai persoalan nyata yang dihadapi di lapangan untuk kemudian menjadi bahan pembelajaran, penelitian, maupun pengembangan kegiatan akademik di DTSL FT UGM.

Pendekatan tersebut membuka peluang agar kegiatan akademik dapat lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat dan institusi di daerah. Di sisi lain, BPBD dapat memperoleh ruang untuk berkomunikasi dan berdiskusi dengan pihak akademisi dalam menggali alternatif pendekatan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi.

Sejumlah isu kebencanaan di Kabupaten Pacitan menjadi bagian dari pembahasan, antara lain kejadian tanah longsor yang perlu mendapat perhatian terutama pada musim hujan, kondisi geologi dan karakteristik wilayah, potensi gempa bumi, serta tantangan terkait kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. Kondisi wilayah pesisir, sungai, serta kebutuhan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi bawah permukaan di sejumlah lokasi juga turut dibahas sebagai bagian dari kebutuhan pengetahuan dan data pendukung dalam pengelolaan risiko bencana.

Selain aspek teknis, diskusi turut menyoroti berbagai upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana yang telah dikembangkan, termasuk Desa Tangguh Bencana (Destana), edukasi dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), serta program-program kesiapsiagaan bencana. Perhatian terhadap kelompok masyarakat yang memiliki kerentanan khusus juga menjadi bagian dari pembahasan, termasuk keberadaan unit pelayanan bagi penyandang disabilitas dalam konteks kebencanaan.

Dari sisi pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, terdapat peluang pengembangan kegiatan seperti magang mahasiswa, Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai isu yang dihadapi di lapangan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus membuka ruang bagi pengembangan penelitian dan kegiatan akademik yang relevan.

Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menerjemahkan komunikasi yang telah terjalin menjadi bentuk kerja sama yang lebih terstruktur. Salah satu tindak lanjut yang dibahas adalah penjajakan penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara DTSL FT UGM dan BPBD Kabupaten Pacitan.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, DTSL FT UGM dan BPBD Kabupaten Pacitan diharapkan dapat bersama-sama mengidentifikasi kebutuhan, mengembangkan kegiatan yang relevan, serta memperkuat hubungan antara dunia akademik dan praktik penanggulangan bencana di daerah. Upaya tersebut sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi.

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

Laboratorium MPK DTSL FT UGM Luncurkan Model Pembelajaran Alat Berat Interaktif kepada Siswa SMKN 2 Yogyakarta

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLLab MPKRilis Berita Rabu, 16 September 2026

Laboratorium MPK DTSL FT UGM Luncurkan Model Pembelajaran Alat Berat Interaktif kepada Siswa SMKN 2 Yogyakarta

Laboratorium Manajemen Proyek Konstruksi (MPK), Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penerapan model pembelajaran alat berat bagi siswa SMKN 2 Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026, di Ruang Konstruksi Gedung dan Sanitasi SMKN 2 Yogyakarta dan diikuti oleh 27 siswa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan model pembelajaran alat berat yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, visual, dan kontekstual. Model pembelajaran tersebut memanfaatkan papan simulasi dengan alat berat berbentuk magnet yang dapat ditempel dan dipindahkan untuk menggambarkan kondisi pekerjaan di lapangan.
Melalui media tersebut, siswa diajak memahami berbagai aspek dalam pekerjaan konstruksi, mulai dari kondisi lahan, volume pekerjaan galian dan timbunan, pemilihan jenis dan jumlah alat berat, hingga penyusunan kombinasi alat berat yang optimal.

Ketua tim pengabdian, Dr. Ir. Angga Trisna Yudhistira, S.T., M.Eng., IPM., ACPE., menjelaskan bahwa model pembelajaran tersebut dikembangkan untuk menghadirkan metode belajar yang lebih interaktif bagi siswa.

pkmsmkn2_1
pkmsmkn2_2

“Karena anak-anak sekarang kalau diajar secara klasikal bisa bosan. Jadi harus ada model yang interaktif. Di kampus juga sama. Kalau belajar secara klasikal, mahasiswa bisa mencari sendiri di internet. Tetapi kalau kita memberikan simulasi dan cerita, mereka bisa memahami, ‘oh, ternyata caranya seperti ini’,” ujar Angga. Menurut Angga, pembelajaran melalui simulasi dapat memberikan pengalaman yang berbeda karena siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga dapat melihat dan mencoba secara langsung bagaimana suatu pekerjaan konstruksi direncanakan.

Dalam pelaksanaannya, siswa terlebih dahulu mendapatkan materi dan worksheet sebagai dasar untuk melakukan analisis. Selanjutnya, siswa menentukan jenis dan jumlah alat berat yang diperlukan berdasarkan kondisi pekerjaan yang diberikan. Hasil analisis kemudian divisualisasikan melalui papan simulasi dengan menempatkan alat berat pada posisi dan urutan pekerjaan yang telah dirancang.
Kegiatan juga dikemas dalam bentuk kompetisi. Sebanyak 27 siswa dibagi menjadi lima tim dan diberikan tantangan untuk menentukan kombinasi alat berat yang paling optimal. Setiap tim dituntut untuk mempertimbangkan waktu pelaksanaan, efektivitas pekerjaan, efisiensi biaya, serta kesesuaian kombinasi alat dengan kondisi lapangan. Angga juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak SMKN 2 Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan kepada tim UGM untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara UGM dan SMKN 2 Yogyakarta.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak sekolah. Kami juga mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan. Kami berharap ke depan kita bisa bekerja sama lebih lanjut,” ujarnya. Selain itu, Ia menjelaskan bahwa pemilihan SMKN 2 Yogyakarta sebagai lokasi penerapan model juga memiliki nilai historis bagi tim pengabdian. UGM sebelumnya pernah menggunakan SMK 2 Yogyakarta sebagai kampus, sehingga sekolah dipilih sebagai salah satu lokasi awal penerapan model.
Menurut Angga, model pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya ditujukan untuk siswa SMK, tetapi juga diharapkan dapat dikembangkan untuk pembelajaran konstruksi yang lebih luas. “Harapannya tidak hanya untuk SMK, tetapi juga untuk konstruksi pemula. Walaupun tidak melalui pendidikan S1, lulusan SMK juga bisa menjadi pengawas lapangan atau operator apabila memiliki kompetensi yang sesuai,” jelasnya.

Pihak SMKN 2 Yogyakarta menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepala SMKN 2 Yogyakarta, Moh Rokhis, menilai kehadiran tim UGM memberikan kesempatan pembelajaran yang berbeda bagi siswa.
“Ini kesempatan yang luar biasa bagi kalian. Kita kedatangan Pak Angga beserta timnya. Terima kasih banyak, Pak Angga. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan kembali pada waktu-waktu berikutnya dan kerja sama dengan SMK bisa terus dilanjutkan,” ujar Rokhis. Ia juga melihat adanya peluang untuk mengembangkan kegiatan serupa melalui program guru tamu. Menurutnya, guru tamu tidak selalu harus berasal dari dunia industri, tetapi juga dapat berasal dari perguruan tinggi sehingga siswa memperoleh wawasan langsung dari akademisi.

“Mungkin Pak Untung, Pak Arief, dan bapak-bapak guru yang lain nanti bisa membuat program untuk guru tamu. Guru tamu tidak harus dari industri, tetapi bisa juga dari perguruan tinggi. Ini menjadi satu kesempatan yang luar biasa,” tambahnya.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta yang berhasil meraih juara dalam kompetisi, Zulfa Latifa, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.
“Sangat seru, saya menambah pengalaman. Dari kemarin belum ada materi seperti ini. Kegiatan ini membuat kita bisa membayangkan kalau nanti ada materi dari guru, kita sudah punya gambaran dan bisa selangkah lebih maju. Kalau ada teman yang belum tahu, kita juga bisa membagikan pengetahuan yang kita dapat,” ungkap Ulfa.

Menurut Ulfa, penggunaan media visual dan simulasi membuat materi mengenai alat berat lebih mudah dibayangkan. Pengalaman tersebut juga memberikan pengetahuan tambahan yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran selanjutnya.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap model pembelajaran alat berat dapat membantu siswa memahami proses pengambilan keputusan dalam pekerjaan konstruksi secara lebih konkret. Penggunaan media simulasi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghubungkan kondisi lapangan dengan pemilihan alat, urutan pekerjaan, waktu siklus, dan efisiensi pekerjaan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari proses pengembangan dan penyempurnaan model pembelajaran sebelum diterapkan secara lebih luas. Masukan dari siswa dan guru menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk meningkatkan kualitas media, materi, worksheet, serta mekanisme pembelajaran.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendukung SDG 4 – Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan metode pembelajaran yang interaktif dan kontekstual, SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pembekalan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja konstruksi, serta SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi media pembelajaran di bidang konstruksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Dr. Ir. Angga Trisna Yudhistira, S.T., M.Eng., IPM., ACPE., bersama anggota tim Nandhita Noorviana, Puspita Dewi, M. Hamdan Katsir, Ikhsanudin, dan Yovi Maulana dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

Tim DTSL FT UGM Lakukan Assessment Bangunan Publik Pascagempa Bersama DPUPR Manggarai dan Mahasiswa UNIKA Santu Paulus Ruteng

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Senin, 14 September 2026

Tim DTSL FT UGM Lakukan Assessment Bangunan Publik Pascagempa Bersama DPUPR Manggarai dan Mahasiswa UNIKA Santu Paulus Ruteng

Ruteng, NTT – Setelah menyelenggarakan pelatihan penggunaan aplikasi Rapid Assessment, tim Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik UGM melanjutkan kegiatan dengan melakukan assessment lapangan pada sejumlah bangunan publik terdampak gempa di Kabupaten Manggarai.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 2 – 6 September 2026 oleh Dr. Angga Trisna Yudhistira, Dr. Cecep Pratama, dan Andika Monanta Emilidardi, M.Eng., bekerja sama dengan Dinas PUPR Kabupaten Manggarai serta didukung oleh relawan mahasiswa dari Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng.

Assessment difokuskan pada bangunan-bangunan yang sebelumnya belum memperoleh pemeriksaan teknis. Melalui aplikasi Rapid Assessment, tim melakukan inventarisasi kerusakan, dokumentasi visual, serta pencatatan kondisi bangunan secara digital sehingga data dapat dihimpun dan dipantau secara terpusat.

ruteng1
ruteng2
ruteng3

Selain inspeksi visual, tim juga melaksanakan serangkaian pemeriksaan teknis untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi struktur bangunan. Pengukuran lebar retak dilakukan menggunakan micro crack gauge untuk mengetahui tingkat keparahan kerusakan pada elemen struktural. Pengujian mutu beton permukaan juga dilakukan menggunakan Schmidt Hammer Test guna memperoleh gambaran awal kualitas beton eksisting tanpa merusak elemen bangunan.

Pada salah satu gedung bertingkat tiga, tim melakukan pemeriksaan deformasi bangunan menggunakan total station untuk mengidentifikasi kemungkinan kemiringan atau pergeseran struktur akibat guncangan gempa. 

Selain bangunan publik umum, tim juga melakukan pengamatan awal terhadap beberapa bangunan di lingkungan UNIKA Santu Paulus Ruteng. Hasil inspeksi menunjukkan adanya keretakan pada balok dan kolom, kerusakan pada sambungan balok-kolom, serta kerusakan dinding yang pada beberapa lokasi telah mengalami keruntuhan. Berdasarkan temuan tersebut, tim merekomendasikan pembatasan akses sementara dan pelaksanaan assessment lanjutan untuk mengevaluasi kapasitas struktur yang masih tersisa.

Salah satu metode yang direkomendasikan adalah pengujian mikrotremor, yang dapat digunakan untuk mengevaluasi karakteristik dinamik bangunan dan memperkirakan kapasitas seismik pascagempa. Hasil evaluasi tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan apakah bangunan masih layak dipertahankan melalui rehabilitasi dan penguatan, atau memerlukan penanganan yang lebih lanjut. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

DTSL FT UGM Dukung Pemulihan Pascagempa Flores melalui Pelatihan Rapid Assessment di Kabupaten Manggarai

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSFoto DTSLRilis Berita Senin, 14 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Pemulihan Pascagempa Flores melalui Pelatihan Rapid Assessment di Kabupaten Manggarai

Ruteng, NTT – Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada turut berkontribusi dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana gempa Flores 2026 melalui penyelenggaraan pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi Rapid Assessment bagi pemerintah daerah Kabupaten Manggarai.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pos Tanggap Bencana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Manggarai tersebut diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri atas staf DPUPR dan berbagai instansi terkait. Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan identifikasi awal kondisi bangunan secara cepat, sistematis, dan terdokumentasi menggunakan platform digital.

Manggarai2026_3
Manggarai2026_4
Manggarai2026_6

Aplikasi Rapid Assessment yang digunakan pada kegiatan ini merupakan platform yang dikembangkan oleh Dr. Akhmad Aminullah dan dapat diakses melalui laman rapid.cemapp.com. Sistem tersebut memungkinkan proses pendataan kerusakan bangunan dilakukan secara lebih sederhana, cepat, dan terintegrasi sehingga hasil inspeksi dapat dipantau secara real-time oleh pihak yang berkepentingan.

Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. Angga Trisna Yudhistira dan Andika Monanta Emilidardi, M.Eng. Peserta terlebih dahulu diberikan pemahaman mengenai komponen utama struktur bangunan, tingkat kritikalitas bangunan (criticality level), serta berbagai bentuk kerusakan yang umum terjadi akibat gempa bumi. Setelah itu, peserta memperoleh pendampingan teknis dalam menggunakan aplikasi untuk melakukan penilaian dan dokumentasi kerusakan.

Selain sesi pelatihan, tim DTSL FT UGM juga berdiskusi dengan para peserta terkait tantangan penanganan kerusakan bangunan pascabencana serta kebutuhan pengembangan sistem pendataan yang sesuai dengan kondisi daerah. Pemanfaatan teknologi digital dalam proses rapid assessment diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memperoleh data yang lebih cepat dan akurat sebagai dasar penentuan prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen DTSL FT UGM dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pemulihan pascabencana. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

DTSL FT UGM Dorong Pemulihan Berbasis Masyarakat melalui Rapid Assessment Sekolah di Manggarai Timur

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Senin, 14 September 2026

DTSL FT UGM Dorong Pemulihan Berbasis Masyarakat melalui Rapid Assessment Sekolah di Manggarai Timur

Borong, Manggarai Timur – Tim Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada melakukan kegiatan rapid assessment pada sejumlah fasilitas pendidikan di wilayah Borong, Dampek, dan Pota, Kabupaten Manggarai Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada 2 sd 6 September 2026 oleh Dr. Ashar Saputra, Dr. Ardhya Nareswari didampingi oleh tim lapangan lintas disiplin dalam rangka mendukung upaya pemulihan pascabencana gempa Flores 2026.

Wilayah Dampek dan Pota merupakan salah satu kawasan yang mengalami dampak kerusakan infrastruktur cukup signifikan akibat gempa. Melalui pendekatan rapid assessment berbasis aplikasi digital, tim melakukan identifikasi kondisi bangunan sekolah secara cepat guna membantu pemerintah daerah dalam menentukan prioritas penanganan.

IMG_8712
IMG_8713
IMG_8840

Selain melakukan assessment lapangan, tim DTSL FT UGM juga aktif berdiskusi dengan jajaran Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO), serta pemerintah daerah terkait strategi pemulihan pascabencana. Dalam berbagai kesempatan tersebut, tim berbagi pengalaman penanganan bencana yang pernah dilakukan UGM di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Lombok, Palu, dan Yogyakarta.

Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya menerapkan pendekatan pemulihan berbasis partisipasi masyarakat. Pengalaman rehabilitasi pasca Gempa Yogyakarta 2006 menunjukkan bahwa pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan kembali tidak hanya mempercepat pemulihan fisik, tetapi juga membantu menggerakkan perekonomian lokal dan memperkuat rasa kepemilikan terhadap hasil pembangunan.

Tim juga memberikan sejumlah masukan terkait pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak. Mengingat ketersediaan sumber daya lokal yang melimpah di Nusa Tenggara Timur, penggunaan material bambu dinilai sebagai alternatif yang layak dipertimbangkan. Selain ekonomis, material ini mudah diperoleh, dapat dikerjakan oleh tenaga lokal, serta memungkinkan proses pembangunan dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan harus mendatangkan material dan pekerja dari luar daerah.

Melalui kegiatan assessment dan diskusi kebijakan tersebut, DTSL FT UGM berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Manggarai Timur dapat berjalan secara lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung pemerintah daerah melalui penerapan ilmu pengetahuan, pengembangan teknologi, dan pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi tantangan kebencanaan. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

123…15

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan
Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika Kampus No.2 Kampus UGM Yogyakarta. Email: tsipil.ft@ugm.ac.id
© DTSL - UNIVERSITAS GADJAH MADA

MEDIA SOSIAL

Facebook Youtube Instagram