Dr. Ashar Saputra Menerima Penghargaan Sebagai Dosen Berprestasi DTSL FT UGM 2026 di Bidang Pengabdian Masyarakat
Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDARilis Berita Rabu, 5 Agustus 2026
Dr. Ashar Saputra Menerima Penghargaan Sebagai Dosen Berprestasi DTSL FT UGM 2026 di Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat
Dr. Ashar Saputra merupakan dosen bidang struktur yang aktif mengembangkan berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang kebencanaan, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan komunitas. Selain mengajar dan meneliti, ia juga terlibat dalam berbagai program kolaboratif yang menghubungkan keahlian teknik sipil dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Berbagai program pengabdian yang dijalankan meliputi pengembangan desa tangguh bencana, peningkatan akses air bersih, penguatan kapasitas masyarakat di wilayah rawan bencana, serta pendampingan pembangunan berbasis komunitas. Pengalaman tersebut memperlihatkan keterlibatan yang konsisten dalam upaya peningkatan ketahanan masyarakat terhadap berbagai tantangan lingkungan dan kebencanaan.
Pada tahun 2026, Dr. Ashar terlibat dalam inisiatif pembangunan hunian sementara (huntara) bagi penyintas banjir di Aceh. Program yang dikembangkan UGM tersebut menargetkan pembangunan hingga 550 unit huntara berbasis pemanfaatan kayu hanyut dengan melibatkan masyarakat setempat dalam proses konstruksi. Selain menjadi solusi kebutuhan hunian pascabencana, program ini juga mendorong pemulihan ekonomi dan pemberdayaan warga terdampak.
Kontribusi Dr. Ashar juga terlihat pada berbagai proyek yang mengangkat inovasi material lokal dan konstruksi berkelanjutan. Salah satunya adalah keterlibatannya sebagai ahli struktur bambu dalam pembangunan Bamboo Dome pada KTT G20 Bali 2022, bangunan yang digunakan sebagai lokasi jamuan para kepala negara dan delegasi. Pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana inovasi teknik sipil dapat menggabungkan aspek keselamatan struktur, keberlanjutan, dan identitas lokal Indonesia.
Selain itu, Dr. Ashar juga aktif mendampingi kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan berbagai kegiatan pengembangan wilayah. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan pembangunan secara kolaboratif. (Sumber: humas DTSL)













