
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTSL FT UGM) menerima bantuan hibah instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dalam rangka pengembangan program Smart Sanitation. Program ini merupakan inisiatif bersama Pijar Foundation, Tahir Foundation, dan Gates Foundation yang diimplementasikan bekerja sama dengan Asian Institute of Technology (AIT), Thailand. Teknologi sanitasi dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air melalui pengolahan kembali air limbah toilet.
Teknologi Smart Sanitation memungkinkan air limbah toilet diolah kembali secara aman sehingga dapat dimanfaatkan untuk penyiraman tanaman, tidak sekadar dibuang. Program ini sebelumnya telah diterapkan di 10 lokasi hingga tahun 2025, yang terdiri atas lima instalasi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan lima instalasi di Surakarta. Pada tahun 2026, program tersebut diperluas melalui pemasangan 20 instalasi tambahan sehingga secara keseluruhan ditargetkan terdapat 30 instalasi, masing-masing 15 instalasi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan 15 instalasi di Surakarta.
Penyerahan bantuan hibah IPAL di lingkungan DTSL FT UGM juga memiliki keterkaitan erat dengan Program Studi Teknik Infrastruktur Lingkungan yang berfokus pada pengembangan ilmu dan teknologi di bidang infrastruktur lingkungan dan sanitasi. Kehadiran teknologi Smart Sanitation di lingkungan departemen dapat menjadi bagian dari pengenalan praktik pengelolaan air limbah yang lebih efisien sekaligus memperkuat keterhubungan antara pembelajaran akademik dengan penerapan teknologi sanitasi di lapangan.



Pengembangan Smart Sanitation juga membuka peluang bagi lingkungan perguruan tinggi untuk berperan dalam riset, inovasi, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang sanitasi. Dalam konteks Prodi TIL, keberadaan instalasi tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan pendekatan pengelolaan sanitasi yang mengedepankan efisiensi penggunaan air dan pemanfaatan kembali air hasil pengolahan, sekaligus menjadi contoh penerapan teknologi sanitasi yang dapat dipelajari dan dikembangkan lebih lanjut.
Melalui bantuan hibah ini, DTSL FT UGM turut menjadi bagian dari pengembangan model Smart Sanitation yang diarahkan sebagai model sanitasi berkelanjutan dan berpotensi direplikasi di wilayah perkotaan lainnya. Kehadiran fasilitas tersebut di lingkungan DTSL FT UGM semakin memperkuat peran Prodi Teknik Infrastruktur Lingkungan dalam mendukung pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi di bidang sanitasi serta infrastruktur lingkungan yang berkelanjutan.