Dr. Endita Prima Ari Pratiwi Menerima Penghargaan Sebagai Dosen Berprestasi DTSL FT UGM 2026 di Bidang Pendidikan
Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Rabu, 5 Agustus 2026
Dr. Endita Prima Ari Pratiwi Menerima Penghargaan Sebagai Dosen Berprestasi DTSL FT UGM 2026 di Bidang Pendidikan
Dr. Endita Prima Ari Pratiwi merupakan dosen bidang Sumber Daya Air di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan FT UGM. Pendidikan sarjana dan magisternya ditempuh di Universitas Gadjah Mada, kemudian melanjutkan studi doktoral pada bidang Irrigation and Water Management di Kyushu University, Jepang. Fokus keilmuannya meliputi irigasi, pengelolaan sumber daya air, rekayasa lahan pertanian, dan keberlanjutan sistem sumber daya air.
Dalam bidang pendidikan, Dr. Endita aktif berkontribusi pada pengembangan mutu pendidikan teknik sipil, baik di lingkungan UGM maupun secara nasional. Selain menjalankan peran sebagai dosen dan pembimbing mahasiswa, beliau juga dipercaya sebagai asesor LAM Teknik, yang berperan dalam proses penjaminan mutu dan pengembangan kualitas program studi teknik di berbagai perguruan tinggi Indonesia. Salah satu kontribusinya terlihat saat terlibat dalam kegiatan pendampingan dan telaah dokumen akreditasi Program Studi Teknik Sipil Universitas Malikussaleh bersama tim dari UGM.
Bidang keahlian yang dikembangkan Dr. Endita memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan pembangunan nasional, khususnya dalam pengelolaan sumber daya air dan ketahanan pangan. Melalui berbagai kajian dan aktivitas akademik, beliau mendorong penerapan teknologi yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya air. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan sistem irigasi berbasis geomembran untuk mendukung pertanian lahan kering, sebagai alternatif solusi peningkatan produktivitas pertanian di wilayah dengan keterbatasan air.
Kegiatan pendidikan yang dijalankan Dr. Endita juga terintegrasi dengan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan dalam berbagai program pelatihan, pendampingan lapangan, serta kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, proses pembelajaran yang dibangun tidak hanya memperkuat kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga mendorong pemahaman terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air dan pembangunan berkelanjutan. (Sumber: humas DTSL)















