Apresiasi Inovasi Infrastruktur Berkelanjutan Melalui Penghargaan Best Presenter Simposium Nasional Teknologi Infrastruktur (SNTI) 2026
Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Jumat, 24 April 2026
Apresiasi Inovasi Infrastruktur Berkelanjutan Melalui Penghargaan Best Presenter Simposium Nasional Teknologi Infrastruktur (SNTI) 2026
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan Simposium Nasional Teknologi Infrastruktur (SNTI) Vol. 5 tahun 2026 pada Senin, 20 April 2026. Bertempat di Auditorium DTSL FT UGM, acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.30 WIB ini mengusung tema besar “Infrastruktur Adaptif sebagai Pilar Ketahanan dan Keberlanjutan dalam Menjawab Tantangan Global”.
Rangkaian acara dibuka dengan sesi pleno yang menghadirkan pakar dan praktisi papan atas, di antaranya Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Wida Nurfaida, S.T., M.T., Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia Dr. Ir. Haris Muhammadun, ATD., M.M., IPU., serta Guru Besar Bidang Transportasi UGM Prof. Dr.Eng. Ir. Muhammad Zudhy Irawan, S.T., M.T., IPM. Kehadiran para tokoh ini memberikan wawasan mendalam mengenai strategi pengembangan infrastruktur masa depan sebelum para peserta melanjutkan diskusi ke sesi paralel yang lebih teknis.




Puncak dari rangkaian sesi paralel adalah pengumuman sembilan peserta yang berhasil meraih predikat Best Presenter. Para pemenang ini dipilih berdasarkan kualitas penelitian, orisinalitas ide, serta kemampuan dalam memaparkan hasil kajian mereka di hadapan moderator dan peserta lainnya. Di bidang transportasi dan tata kota, Muhammad Dzul Akbar dari Ruang A terpilih melalui studinya mengenai evaluasi aksesibilitas pejalan kaki pengguna LRT Jakarta, disusul oleh Darfial Guslan dari Ruang B yang membedah integrasi ketahanan dalam sistem distribusi last-mile.
Pada kategori pengelolaan lingkungan, best presenter dimenangkan oleh Sadira Alina dari Ruang C dengan penelitian mengenai estimasi kualitas air di DAS Cileungsi, sedangkan Sinta Larasati yang juga berada di Ruang C memperoleh best presenter topik manajemen konstruksi melalui kajian prioritisasi risiko keterlambatan proyek SUTT 150 kV. Pada bidang struktur dan material, Morgan Lamotokana Setiady dari Ruang D meraih penghargaan best presenter dengan melakukan analisis penggunaan serat PET pada beton geopolimer berbasis fly ash. Dari ruang E dengan topik manajemen konstruksi, Anggun Firmansyah memperoleh best presenter dengan riset optimalisasi manajemen waktu proyek perumahan dengan metode Line of Balance.
Selain itu, topik sumber daya air atas nama Retno Sunarni dari Ruang F mendapatkan best presenter atas analisis operasional pompa mobile di daerah irigasi rawa Kalimantan Tengah, disusul oleh Art Palupi Pranoto Putri dari Ruang G yang juga memperoleh best presenter dengan topik evaluasi dampak sedimentasi pada jaringan drainase di kawasan tanggul lumpur Sidoarjo. Melengkapi daftar pemenang, Andika Wicaksana dari Ruang H di bidang rekayasa geoteknik berhasil memenangkan best presenter dengan judul makalah “Pengaruh Durasi dan Intensitas Hujan Dengan Metode Stokastik Terhadap Kejenuhan Tanah di Area Dinding Galian Dalam: Simulasi Numerik dengan Skenario Genangan Air”.
Pemberian penghargaan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras para peneliti, tetapi juga memicu semangat inovasi bagi seluruh sivitas akademika dalam menciptakan solusi infrastruktur yang lebih tangguh dan berkelanjutan bagi masyarakat luas. Simposium ini pun ditutup dengan optimisme bahwa kolaborasi lintas institusi dan negara akan terus memperkuat peran teknik sipil dalam menghadapi tantangan global di masa mendatang. (Sumber: humas DTSL)





