• Tentang UGM
  • Brand UGM
  • FT UGM
  • Pusat TI
  • Riset
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Simeru
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
  • Tentang UGM
  • Brand UGM
  • FT UGM
  • Pusat TI
  • Riset
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Simeru
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sejarah
    • Tentang Teknik Sipil
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Manajemen
    • Struktur Organisasi
    • Advisory Board DTSL
    • Dosen
    • Tenaga Kependidikan
  • PROGRAM STUDI
    • International Undergraduate Program
    • Sarjana Teknik Sipil
    • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
    • Sarjana Teknik Sumber Daya Air
    • Magister Teknik Sipil
    • Magister Sistem dan Teknik Transportasi
    • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam
    • Doktor Teknik Sipil
  • KERJASAMA
    • Kerjasama
    • Kerjasama Dalam Negri
    • Kerjasama Luar Negri
  • KARYA DOSEN
    • Paten
    • Buku
    • Hak Cipta
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • Laboratorium
      • Lab. Bahan Bangunan
      • Lab. Struktur
      • Lab. Hidraulika
      • Lab. Mekanika Tanah
      • Lab. Transportasi
      • Lab. Penyehatan
      • Lab. Komputasi
      • Lab. Manajemen Proyek Konstruksi
    • Layanan
    • Informasi
      • Beasiswa
      • Magang
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Lain
  • AKTIVITAS
    • Journal of the Civil Engineering Forum (JCEF)
    • Simposium Nasional Teknologi Infrastruktur (SNTI)
    • Keluarga Mahasiswa (KMTSL)
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Kegiatan Kemahasiswaan
    • Alumni Teknik Sipil (KATSGAMA)
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sejarah
    • Tentang Teknik Sipil
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Manajemen
    • Struktur Organisasi
    • Advisory Board DTSL
    • Dosen
    • Tenaga Kependidikan
  • PROGRAM STUDI
    • International Undergraduate Program
    • Sarjana Teknik Sipil
    • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
    • Sarjana Teknik Sumber Daya Air
    • Magister Teknik Sipil
    • Magister Sistem dan Teknik Transportasi
    • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam
    • Doktor Teknik Sipil
  • KERJASAMA
    • Kerjasama
    • Kerjasama Dalam Negri
    • Kerjasama Luar Negri
  • KARYA DOSEN
    • Paten
    • Buku
    • Hak Cipta
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • Laboratorium
      • Lab. Bahan Bangunan
      • Lab. Struktur
      • Lab. Hidraulika
      • Lab. Mekanika Tanah
      • Lab. Transportasi
      • Lab. Penyehatan
      • Lab. Komputasi
      • Lab. Manajemen Proyek Konstruksi
    • Layanan
    • Informasi
      • Beasiswa
      • Magang
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Lain
  • AKTIVITAS
    • Journal of the Civil Engineering Forum (JCEF)
    • Simposium Nasional Teknologi Infrastruktur (SNTI)
    • Keluarga Mahasiswa (KMTSL)
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Kegiatan Kemahasiswaan
    • Alumni Teknik Sipil (KATSGAMA)
  • Beranda
  • Foto DTSL
Arsip:

Foto DTSL

DTSL FT UGM Berpartisipasi dalam Faculty Fair SMA Negeri 3 Padmanaba Yogyakarta

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Jumat, 18 September 2026

DTSL FT UGM Berpartisipasi dalam Faculty Fair SMA Negeri 3 Padmanaba Yogyakarta 2026

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) turut berpartisipasi dalam kegiatan Faculty Fair SMA Negeri 3 Padmanaba Yogyakarta yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Pekan Peringatan Hari Padmanaba SMA Negeri 3 Yogyakarta. Kegiatan tersebut berlangsung pada 15 September 2026 bertempat di Grha Padmanaba. Faculty Fair menjadi salah satu wadah bagi para siswa untuk memperoleh informasi mengenai berbagai pilihan pendidikan tinggi dan mengenal lebih dekat program studi yang sesuai dengan minat serta rencana pendidikan mereka.

Dalam kegiatan tersebut, DTSL FT UGM mendapatkan kesempatan untuk membuka stand pameran pendidikan. Stand DTSL dihandel oleh beberapa mahasiswa yang berperan memberikan informasi dan berinteraksi secara langsung dengan para peserta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa DTSL turut memperkenalkan lingkungan akademik, kegiatan perkuliahan, serta berbagai pengalaman yang dapat diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan FT UGM.

padmanaba1
padmanaba2

Informasi yang disampaikan pada stand DTSL FT UGM mencakup tiga program pendidikan sarjana, yaitu Program Sarjana Teknik Sipil, Program Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan, dan Program Sarjana Teknik Sumber Daya Air. Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai karakteristik masing-masing program studi, bidang keilmuan yang dipelajari, serta gambaran mengenai peluang pengembangan kompetensi dan karier setelah menyelesaikan pendidikan. Kehadiran mahasiswa sebagai narasumber juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh gambaran mengenai pengalaman perkuliahan dari perspektif mahasiswa.

Stand DTSL FT UGM mendapatkan sambutan yang antusias dari siswa-siswi SMA Negeri 3 Yogyakarta. Para siswa aktif berkunjung, berdiskusi, dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai program studi, kehidupan perkuliahan, serta pilihan pendidikan di bidang teknik sipil, infrastruktur lingkungan, dan sumber daya air. Partisipasi dalam Faculty Fair ini menjadi kesempatan bagi DTSL FT UGM untuk semakin memperkenalkan program pendidikan kepada calon mahasiswa sekaligus membangun komunikasi dengan generasi muda yang memiliki minat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bidang keteknikan. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

Kuliah Umum DISUMA: UGM Gandeng Pakar Transportasi dari Tokyo dan Chulalongkorn

Berita DTSBerita MSTTBerita MTSBerita TSFoto DTSLRilis Berita Kamis, 17 September 2026

Kuliah Umum DISUMA: UGM Gandeng Pakar Transportasi dari Tokyo dan Chulalongkorn

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menggelar Kuliah Umum bertajuk “Design of Innovative Sustainable Urban Mobility in Asia (DISUMA)” pada Selasa, 15 September 2026, pukul 09.00–11.00 WIB di Ruang Sidang Biru DTSL FT UGM. Acara ini merupakan hasil kolaborasi dengan e-ASIA Joint Research Program dan menghadirkan dua pembicara utama dari luar negeri, yaitu Prof. Hironori Kato dari The University of Tokyo dan Prof. Saksith Chalermpong dari Chulalongkorn University, dengan Prof. Muhammad Zudhy Irawan dari UGM bertindak sebagai moderator diskusi. Kuliah umum ini bersifat wajib bagi mahasiswa S2 MSTT dan S3 Transportasi, serta terbuka untuk mahasiswa S2 dan S3 di lingkungan DTSL.

Dalam paparannya, Prof. Hironori Kato mengangkat tema “How Can We Use Causal Inference Approach in Transportation Research?” yang membahas pergeseran pendekatan riset transportasi dari sekadar prediksi menuju analisis hubungan sebab-akibat (causal inference). Prof. Kato menjelaskan konsep dasar seperti counterfactual thinking, randomized control trial (RCT), hingga tantangan penerapan RCT dalam konteks transportasi yang sering terkendala aspek keselamatan, infrastruktur, dan penerimaan publik. Sebagai solusinya, ia memaparkan pendekatan kuasi-eksperimental seperti difference-in-differences (DID) dan propensity score matching (PSM), yang diilustrasikan lewat studi kasus dampak Bus Rapid Transit (BRT) terhadap perekonomian lokal di Brasília, Brasil, penelitian yang telah dipublikasikan di jurnal Transportation Research Record.

Sementara itu, Prof. Saksith Chalermpong, Direktur Chulalongkorn University Transportation Institute (CUTI), membawakan topik “Greening Public Transport: Understanding EV Adoption from the Operator’s Perspective”. Ia memaparkan tren adopsi kendaraan listrik (EV) pada moda transportasi publik di Thailand, mulai dari taksi, ojek motor, hingga bus kota, lengkap dengan data pertumbuhan registrasi kendaraan listrik dari tahun ke tahun. Saksith juga mengulas perspektif operator dan pengemudi terkait manfaat serta kendala transisi ke EV, seperti keterbatasan infrastruktur pengisian daya, ekosistem battery-swapping yang masih terfragmentasi, hingga tingginya biaya investasi awal, serta menutup paparannya dengan sejumlah rekomendasi kebijakan untuk memperkuat kesiapan ekosistem EV di sektor transportasi publik.

Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya DTSL FT UGM memperluas wawasan sivitas akademika mengenai isu-isu mobilitas perkotaan berkelanjutan di Asia, sekaligus mempererat jejaring riset internasional melalui program DISUMA yang melibatkan The University of Tokyo, Chulalongkorn University, dan Universitas Gadjah Mada. Dengan menghadirkan perspektif metodologis dari Prof. Kato dan perspektif praktis-kebijakan dari Prof. Saksith, serta dipandu langsung oleh Prof. Zudhy Irawan sebagai moderator diskusi, acara ini diharapkan dapat memperkaya pendekatan penelitian mahasiswa pascasarjana Teknik Sipil dan Lingkungan UGM, khususnya dalam mengkaji dampak intervensi transportasi secara lebih rigor dan berbasis bukti. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

Laboratorium MPK DTSL FT UGM Luncurkan Model Pembelajaran Alat Berat Interaktif kepada Siswa SMKN 2 Yogyakarta

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLLab MPKRilis Berita Rabu, 16 September 2026

Laboratorium MPK DTSL FT UGM Luncurkan Model Pembelajaran Alat Berat Interaktif kepada Siswa SMKN 2 Yogyakarta

Laboratorium Manajemen Proyek Konstruksi (MPK), Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penerapan model pembelajaran alat berat bagi siswa SMKN 2 Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026, di Ruang Konstruksi Gedung dan Sanitasi SMKN 2 Yogyakarta dan diikuti oleh 27 siswa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan model pembelajaran alat berat yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, visual, dan kontekstual. Model pembelajaran tersebut memanfaatkan papan simulasi dengan alat berat berbentuk magnet yang dapat ditempel dan dipindahkan untuk menggambarkan kondisi pekerjaan di lapangan.
Melalui media tersebut, siswa diajak memahami berbagai aspek dalam pekerjaan konstruksi, mulai dari kondisi lahan, volume pekerjaan galian dan timbunan, pemilihan jenis dan jumlah alat berat, hingga penyusunan kombinasi alat berat yang optimal.

Ketua tim pengabdian, Dr. Ir. Angga Trisna Yudhistira, S.T., M.Eng., IPM., ACPE., menjelaskan bahwa model pembelajaran tersebut dikembangkan untuk menghadirkan metode belajar yang lebih interaktif bagi siswa.

pkmsmkn2_1
pkmsmkn2_2

“Karena anak-anak sekarang kalau diajar secara klasikal bisa bosan. Jadi harus ada model yang interaktif. Di kampus juga sama. Kalau belajar secara klasikal, mahasiswa bisa mencari sendiri di internet. Tetapi kalau kita memberikan simulasi dan cerita, mereka bisa memahami, ‘oh, ternyata caranya seperti ini’,” ujar Angga. Menurut Angga, pembelajaran melalui simulasi dapat memberikan pengalaman yang berbeda karena siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga dapat melihat dan mencoba secara langsung bagaimana suatu pekerjaan konstruksi direncanakan.

Dalam pelaksanaannya, siswa terlebih dahulu mendapatkan materi dan worksheet sebagai dasar untuk melakukan analisis. Selanjutnya, siswa menentukan jenis dan jumlah alat berat yang diperlukan berdasarkan kondisi pekerjaan yang diberikan. Hasil analisis kemudian divisualisasikan melalui papan simulasi dengan menempatkan alat berat pada posisi dan urutan pekerjaan yang telah dirancang.
Kegiatan juga dikemas dalam bentuk kompetisi. Sebanyak 27 siswa dibagi menjadi lima tim dan diberikan tantangan untuk menentukan kombinasi alat berat yang paling optimal. Setiap tim dituntut untuk mempertimbangkan waktu pelaksanaan, efektivitas pekerjaan, efisiensi biaya, serta kesesuaian kombinasi alat dengan kondisi lapangan. Angga juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak SMKN 2 Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan kepada tim UGM untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang berkelanjutan antara UGM dan SMKN 2 Yogyakarta.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak sekolah. Kami juga mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan. Kami berharap ke depan kita bisa bekerja sama lebih lanjut,” ujarnya. Selain itu, Ia menjelaskan bahwa pemilihan SMKN 2 Yogyakarta sebagai lokasi penerapan model juga memiliki nilai historis bagi tim pengabdian. UGM sebelumnya pernah menggunakan SMK 2 Yogyakarta sebagai kampus, sehingga sekolah dipilih sebagai salah satu lokasi awal penerapan model.
Menurut Angga, model pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya ditujukan untuk siswa SMK, tetapi juga diharapkan dapat dikembangkan untuk pembelajaran konstruksi yang lebih luas. “Harapannya tidak hanya untuk SMK, tetapi juga untuk konstruksi pemula. Walaupun tidak melalui pendidikan S1, lulusan SMK juga bisa menjadi pengawas lapangan atau operator apabila memiliki kompetensi yang sesuai,” jelasnya.

Pihak SMKN 2 Yogyakarta menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepala SMKN 2 Yogyakarta, Moh Rokhis, menilai kehadiran tim UGM memberikan kesempatan pembelajaran yang berbeda bagi siswa.
“Ini kesempatan yang luar biasa bagi kalian. Kita kedatangan Pak Angga beserta timnya. Terima kasih banyak, Pak Angga. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan kembali pada waktu-waktu berikutnya dan kerja sama dengan SMK bisa terus dilanjutkan,” ujar Rokhis. Ia juga melihat adanya peluang untuk mengembangkan kegiatan serupa melalui program guru tamu. Menurutnya, guru tamu tidak selalu harus berasal dari dunia industri, tetapi juga dapat berasal dari perguruan tinggi sehingga siswa memperoleh wawasan langsung dari akademisi.

“Mungkin Pak Untung, Pak Arief, dan bapak-bapak guru yang lain nanti bisa membuat program untuk guru tamu. Guru tamu tidak harus dari industri, tetapi bisa juga dari perguruan tinggi. Ini menjadi satu kesempatan yang luar biasa,” tambahnya.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta yang berhasil meraih juara dalam kompetisi, Zulfa Latifa, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.
“Sangat seru, saya menambah pengalaman. Dari kemarin belum ada materi seperti ini. Kegiatan ini membuat kita bisa membayangkan kalau nanti ada materi dari guru, kita sudah punya gambaran dan bisa selangkah lebih maju. Kalau ada teman yang belum tahu, kita juga bisa membagikan pengetahuan yang kita dapat,” ungkap Ulfa.

Menurut Ulfa, penggunaan media visual dan simulasi membuat materi mengenai alat berat lebih mudah dibayangkan. Pengalaman tersebut juga memberikan pengetahuan tambahan yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran selanjutnya.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap model pembelajaran alat berat dapat membantu siswa memahami proses pengambilan keputusan dalam pekerjaan konstruksi secara lebih konkret. Penggunaan media simulasi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghubungkan kondisi lapangan dengan pemilihan alat, urutan pekerjaan, waktu siklus, dan efisiensi pekerjaan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari proses pengembangan dan penyempurnaan model pembelajaran sebelum diterapkan secara lebih luas. Masukan dari siswa dan guru menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk meningkatkan kualitas media, materi, worksheet, serta mekanisme pembelajaran.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendukung SDG 4 – Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan metode pembelajaran yang interaktif dan kontekstual, SDG 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pembekalan kompetensi yang relevan dengan dunia kerja konstruksi, serta SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan inovasi media pembelajaran di bidang konstruksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Dr. Ir. Angga Trisna Yudhistira, S.T., M.Eng., IPM., ACPE., bersama anggota tim Nandhita Noorviana, Puspita Dewi, M. Hamdan Katsir, Ikhsanudin, dan Yovi Maulana dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

Tim DTSL FT UGM Lakukan Assessment Bangunan Publik Pascagempa Bersama DPUPR Manggarai dan Mahasiswa UNIKA Santu Paulus Ruteng

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Senin, 14 September 2026

Tim DTSL FT UGM Lakukan Assessment Bangunan Publik Pascagempa Bersama DPUPR Manggarai dan Mahasiswa UNIKA Santu Paulus Ruteng

Ruteng, NTT – Setelah menyelenggarakan pelatihan penggunaan aplikasi Rapid Assessment, tim Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik UGM melanjutkan kegiatan dengan melakukan assessment lapangan pada sejumlah bangunan publik terdampak gempa di Kabupaten Manggarai.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 2 – 6 September 2026 oleh Dr. Angga Trisna Yudhistira, Dr. Cecep Pratama, dan Andika Monanta Emilidardi, M.Eng., bekerja sama dengan Dinas PUPR Kabupaten Manggarai serta didukung oleh relawan mahasiswa dari Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Santu Paulus Ruteng.

Assessment difokuskan pada bangunan-bangunan yang sebelumnya belum memperoleh pemeriksaan teknis. Melalui aplikasi Rapid Assessment, tim melakukan inventarisasi kerusakan, dokumentasi visual, serta pencatatan kondisi bangunan secara digital sehingga data dapat dihimpun dan dipantau secara terpusat.

ruteng1
ruteng2
ruteng3

Selain inspeksi visual, tim juga melaksanakan serangkaian pemeriksaan teknis untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi struktur bangunan. Pengukuran lebar retak dilakukan menggunakan micro crack gauge untuk mengetahui tingkat keparahan kerusakan pada elemen struktural. Pengujian mutu beton permukaan juga dilakukan menggunakan Schmidt Hammer Test guna memperoleh gambaran awal kualitas beton eksisting tanpa merusak elemen bangunan.

Pada salah satu gedung bertingkat tiga, tim melakukan pemeriksaan deformasi bangunan menggunakan total station untuk mengidentifikasi kemungkinan kemiringan atau pergeseran struktur akibat guncangan gempa. 

Selain bangunan publik umum, tim juga melakukan pengamatan awal terhadap beberapa bangunan di lingkungan UNIKA Santu Paulus Ruteng. Hasil inspeksi menunjukkan adanya keretakan pada balok dan kolom, kerusakan pada sambungan balok-kolom, serta kerusakan dinding yang pada beberapa lokasi telah mengalami keruntuhan. Berdasarkan temuan tersebut, tim merekomendasikan pembatasan akses sementara dan pelaksanaan assessment lanjutan untuk mengevaluasi kapasitas struktur yang masih tersisa.

Salah satu metode yang direkomendasikan adalah pengujian mikrotremor, yang dapat digunakan untuk mengevaluasi karakteristik dinamik bangunan dan memperkirakan kapasitas seismik pascagempa. Hasil evaluasi tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan apakah bangunan masih layak dipertahankan melalui rehabilitasi dan penguatan, atau memerlukan penanganan yang lebih lanjut. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

DTSL FT UGM Dukung Pemulihan Pascagempa Flores melalui Pelatihan Rapid Assessment di Kabupaten Manggarai

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSFoto DTSLRilis Berita Senin, 14 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Pemulihan Pascagempa Flores melalui Pelatihan Rapid Assessment di Kabupaten Manggarai

Ruteng, NTT – Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada turut berkontribusi dalam upaya percepatan pemulihan pascabencana gempa Flores 2026 melalui penyelenggaraan pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi Rapid Assessment bagi pemerintah daerah Kabupaten Manggarai.

Kegiatan yang dilaksanakan di Pos Tanggap Bencana Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Manggarai tersebut diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri atas staf DPUPR dan berbagai instansi terkait. Pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan identifikasi awal kondisi bangunan secara cepat, sistematis, dan terdokumentasi menggunakan platform digital.

Manggarai2026_3
Manggarai2026_4
Manggarai2026_6

Aplikasi Rapid Assessment yang digunakan pada kegiatan ini merupakan platform yang dikembangkan oleh Dr. Akhmad Aminullah dan dapat diakses melalui laman rapid.cemapp.com. Sistem tersebut memungkinkan proses pendataan kerusakan bangunan dilakukan secara lebih sederhana, cepat, dan terintegrasi sehingga hasil inspeksi dapat dipantau secara real-time oleh pihak yang berkepentingan.

Materi pelatihan disampaikan oleh Dr. Angga Trisna Yudhistira dan Andika Monanta Emilidardi, M.Eng. Peserta terlebih dahulu diberikan pemahaman mengenai komponen utama struktur bangunan, tingkat kritikalitas bangunan (criticality level), serta berbagai bentuk kerusakan yang umum terjadi akibat gempa bumi. Setelah itu, peserta memperoleh pendampingan teknis dalam menggunakan aplikasi untuk melakukan penilaian dan dokumentasi kerusakan.

Selain sesi pelatihan, tim DTSL FT UGM juga berdiskusi dengan para peserta terkait tantangan penanganan kerusakan bangunan pascabencana serta kebutuhan pengembangan sistem pendataan yang sesuai dengan kondisi daerah. Pemanfaatan teknologi digital dalam proses rapid assessment diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memperoleh data yang lebih cepat dan akurat sebagai dasar penentuan prioritas rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen DTSL FT UGM dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pemulihan pascabencana. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

DTSL FT UGM Dorong Pemulihan Berbasis Masyarakat melalui Rapid Assessment Sekolah di Manggarai Timur

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Senin, 14 September 2026

DTSL FT UGM Dorong Pemulihan Berbasis Masyarakat melalui Rapid Assessment Sekolah di Manggarai Timur

Borong, Manggarai Timur – Tim Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada melakukan kegiatan rapid assessment pada sejumlah fasilitas pendidikan di wilayah Borong, Dampek, dan Pota, Kabupaten Manggarai Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada 2 sd 6 September 2026 oleh Dr. Ashar Saputra, Dr. Ardhya Nareswari didampingi oleh tim lapangan lintas disiplin dalam rangka mendukung upaya pemulihan pascabencana gempa Flores 2026.

Wilayah Dampek dan Pota merupakan salah satu kawasan yang mengalami dampak kerusakan infrastruktur cukup signifikan akibat gempa. Melalui pendekatan rapid assessment berbasis aplikasi digital, tim melakukan identifikasi kondisi bangunan sekolah secara cepat guna membantu pemerintah daerah dalam menentukan prioritas penanganan.

IMG_8712
IMG_8713
IMG_8840

Selain melakukan assessment lapangan, tim DTSL FT UGM juga aktif berdiskusi dengan jajaran Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO), serta pemerintah daerah terkait strategi pemulihan pascabencana. Dalam berbagai kesempatan tersebut, tim berbagi pengalaman penanganan bencana yang pernah dilakukan UGM di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Lombok, Palu, dan Yogyakarta.

Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya menerapkan pendekatan pemulihan berbasis partisipasi masyarakat. Pengalaman rehabilitasi pasca Gempa Yogyakarta 2006 menunjukkan bahwa pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan kembali tidak hanya mempercepat pemulihan fisik, tetapi juga membantu menggerakkan perekonomian lokal dan memperkuat rasa kepemilikan terhadap hasil pembangunan.

Tim juga memberikan sejumlah masukan terkait pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak. Mengingat ketersediaan sumber daya lokal yang melimpah di Nusa Tenggara Timur, penggunaan material bambu dinilai sebagai alternatif yang layak dipertimbangkan. Selain ekonomis, material ini mudah diperoleh, dapat dikerjakan oleh tenaga lokal, serta memungkinkan proses pembangunan dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan harus mendatangkan material dan pekerja dari luar daerah.

Melalui kegiatan assessment dan diskusi kebijakan tersebut, DTSL FT UGM berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Manggarai Timur dapat berjalan secara lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung pemerintah daerah melalui penerapan ilmu pengetahuan, pengembangan teknologi, dan pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi tantangan kebencanaan. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

Alunan Gendhing Jawa dari Alumni Teknik Sipil UGM ’84 (SIPODEM) Iringi Pembukaan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-43 dan Kongres ke-15 HATHI

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Rabu, 9 September 2026

Alunan Gendhing Jawa dari Alumni Teknik Sipil UGM ’84 (SIPODEM) Iringi Pembukaan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-43 dan Kongres ke-15 HATHI

Alunan gendhing Jawa turut mengiringi pembukaan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-43 dan Kongres ke-15 Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) yang diselenggarakan di Auditorium Gedung B Lantai 6, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTSL FT UGM). Nuansa budaya Jawa terasa kuat dalam rangkaian pembukaan melalui penampilan tarian Ayun-Ayun yang diiringi secara langsung oleh keluarga Alumni Teknik Sipil UGM Angkatan 1984 yang tergabung dalam SIPODEM.

Penampilan tersebut menjadi salah satu bagian istimewa dalam rangkaian pembukaan kegiatan ilmiah dan organisasi yang mempertemukan para ahli, akademisi, praktisi, serta anggota HATHI dari berbagai daerah di Indonesia. Gendhing Jawa yang dimainkan oleh Bapak, Ibu, dan keluarga Alumni Teknik Sipil UGM ’84 tidak hanya menghadirkan suasana yang hangat dan khidmat, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kekayaan seni dan budaya Jawa yang melekat dengan lingkungan Universitas Gadjah Mada.

TSL00843
TSL00844
TSL00848

PIT ke-43 dan Kongres ke-15 HATHI dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Menteri Pekerjaan Umum, perwakilan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Rektor Universitas Gadjah Mada, Ketua Umum HATHI, sejumlah pejabat dan undangan lainnya, serta anggota HATHI dari seluruh Indonesia. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pentingnya forum HATHI sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan pengembangan keilmuan di bidang teknik hidraulik dan sumber daya air.

Keterlibatan SIPODEM dalam pembukaan kegiatan menjadi perpaduan menarik antara tradisi, kekeluargaan alumni, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Alunan gendhing Jawa yang mengiringi tarian Ayun-Ayun memberikan sentuhan budaya yang memperkaya suasana PIT ke-43 dan Kongres ke-15 HATHI sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan akademik dan profesional dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya. Kehadiran keluarga Alumni Teknik Sipil UGM Angkatan ’84 turut mempererat hubungan antargenerasi serta memperkuat semangat kebersamaan dalam keluarga besar Teknik Sipil UGM. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

Kuliah Umum Sinergi Rekayasa Infrastruktur Cerdas dan Pengelolaan SDA Terpadu Berbasis Water, Energy, Food, and Environmental (WEFE) Nexus

Berita DTSBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Selasa, 8 September 2026

Kuliah Umum Perum Jasa Tirta 1: Sinergi Rekayasa Infrastruktur Cerdas dan Pengelolaan SDA Terpadu Berbasis Water, Energy, Food, and Environmental (WEFE) Nexus

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) FT UGM menggelar kuliah tamu Road to PIT 43 HATHI Cabang DIY pada 3–4 September 2026 di Ruang Sidang Biru DTSL UGM. Agenda ini membahas sinergi rekayasa infrastruktur cerdas dan pengelolaan sumber daya air terpadu berbasis Water, Energy, Food, and Environmental (WEFE) Nexus.

TSL00829
TSL00840

Pada hari pertama, I Nyoman Gede Anggara M. dan Prasetyo Widhy Utomo memaparkan inovasi Sistem Panel Serbaguna (SPS). Teknologi beton modular pracetak ini menerapkan konsep Nature-Based Solutions (NbS) melalui mekanisme passive cut-off, disipasi energi alami, dan sifat self-correcting untuk mencegah erosi serta gerusan. SPS telah diterapkan di berbagai proyek vital, seperti Tanggul Jember, Sungai Tuntang, hingga Intake Sungai Sepaku di Ibu Kota Nusantara.

Pada hari kedua, Direktur Utama PJT 1, Fahmi Hidayat, menjelaskan strategi pengelolaan SDA terpadu dan transformasi digital. Sesuai Keppres No. 9 Tahun 2026, PJT 1 kini mengelola sembilan Wilayah Sungai strategis nasional dengan menerapkan Smart Water Management Systems (SWMS) berbasis Industri 4.0. Penggunaan IoT, analisis citra satelit, dan Command Center terpusat membantu PJT 1 menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp41,4 triliun per tahun. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan FT UGM Hadirkan Innovative Tender Competition (ITC) pada Ajang 14th Civil In Action

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Rabu, 2 September 2026

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan FT UGM Hadirkan Innovative Tender Competition (ITC) pada Ajang 14th Civil In Action

Merespons tingginya minat mahasiswa terhadap kompetisi tender infrastruktur, Mahasiswa Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menghadirkan Innovative Tender Competition (ITC) sebagai sub-event baru dalam rangkaian kegiatan 14th Civil in Action (CIA). Kehadiran ITC secara khusus mengusung konsep lomba tender design and build, yang dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa teknik sipil di seluruh Indonesia untuk mencurahkan ide, rancangan teknis, serta strategi penawaran proyek secara efisien, akurat, dan berorientasi pada keberlanjutan. Penyelenggaraan kompetisi ini digagas dengan tujuan strategis untuk mengasah kompetensi praktis mahasiswa sekaligus meningkatkan exposure dan eksistensi DTSL FT UGM di tingkat nasional.

Pada gelaran perdana ini, ITC mengusung tema “Strategi Pelaksanaan Infrastruktur yang Tangguh dan Berkelanjutan dalam Pembangunan Nusantara”. Tema ini menekankan pentingnya perencanaan rancang-bangun (design and build) infrastruktur yang mampu menghadapi kondisi alam Indonesia yang dinamis, memiliki ketahanan jangka panjang, serta tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Melalui pendekatan teknis yang tepat, optimalisasi sumber daya, dan strategi konstruksi yang adaptif, kompetisi ini mendorong lahirnya gagasan pelaksanaan proyek yang unggul secara teknis dan ekonomis tanpa mengorbankan keseimbangan ekosistem.

innovativ_tender1
innovativ_tender2
innovativ_tender4
innovativ_tender5
innovativ_tender6

Berbeda dari lomba tender pada umumnya yang cenderung hanya berfokus pada pengerjaan proposal konvensional, ITC menghadirkan skema tender design and build yang merefleksikan kondisi nyata di dunia kerja industri konstruksi profesional. Dalam sistem design and build, peserta dituntut untuk tidak hanya mampu merancang inovasi teknis (design), tetapi juga memperhitungkan kelayakan pelaksanaan dan estimasi biaya (build) secara akurat dan terintegrasi. Dalam mewujudkannya, mahasiswa DTSL FT UGM mengambil peran penuh mulai dari merancang konsep hingga mengelola seluruh tahapan seleksi, yang terbagi ke dalam tiga tahapan utama:

  1. Penyisihan Tahap 1 (Dokumen Penawaran Teknis): Peserta menyusun dan mengumpulkan dokumen penawaran teknis design and build pada periode 25 Mei hingga 30 Juni 2026 secara daring sesuai dengan ketentuan panitia.
  2. Penyisihan Tahap 2 (Dokumen Penawaran Biaya): Peserta yang lolos tahap awal melanjutkan pengerjaan dokumen penawaran biaya serta penyempurnaan rancangan pada periode 14 hingga 20 Juli 2026 secara daring.
  3. Final Presentation: Enam tim terbaik yang berhasil melaju ke babak final mengikuti sesi presentasi secara luring pada 14 Agustus 2026 di Gedung Laboratorium Bahan Bangunan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan FT UGM untuk memaparkan analisis,
    argumentasi teknis, dan solusi di hadapan dewan juri.

Pembaruan alur kompetisi berbasis design and build ini memberikan hasil yang sangat positif. Pada tahun pertamanya, ajang berskala nasional ini berhasil diikuti oleh 95 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia hingga tersaring menjadi 6 tim finalis terbaik. Usai persaingan ketat serta penyampaian performa impresif dari para peserta pada puncak babak final, dewan juri resmi mengumumkan daftar pemenang Innovative Tender Competition 2026 sebagai berikut:

  1. Juara 1: Tim Daruslan (Universitas Gadjah Mada)
  2. Juara 2: Tim Bhuwana Kamandaka (Universitas Jenderal Soedirman)
  3. Juara 3: Tim GENTAGA-FREECSS (Politeknik Pekerjaan Umum)
  4. Juara Harapan 1: Tim GENTAGA-ZOLDYCK (Politeknik Pekerjaan Umum)
  5. Juara Harapan 2: Tim Sinestra UMA (Universitas Negeri Semarang)
  6. Juara Harapan 3: Tim Gamagimi (Universitas Gadjah Mada)

Kesuksesan penyelenggaraan format baru ini turut mendapat apresiasi tinggi dari kalangan akademisi. Dosen Pembimbing ITC, Dr. Ir. Angga Trisna Yudhistira, S.T., M.Eng., IPM., ACPE., saat dijumpai di Gedung Laboratorium Bahan Bangunan pada 14 Agustus 2026, menyampaikan rasa bangganya terhadap inovasi mahasiswa DTSL UGM. “ITC adalah lomba tender design and build 2 tahap pertama yang ada di Indonesia, semoga dapat menjadi inspirasi bagi universitas lainnya.” ungkapnya.

Tanggapan positif senada juga dilontarkan oleh Robi Fernando S.T., M.T., selaku Dosen Pembimbing dari Tim GENTAGA-FREECSS dan GENTAGA-ZOLDYCK (Politeknik Pekerjaan Umum) di lokasi yang sama. “Bagi kami, Innovative Tender Competition (ITC) adalah ajang konstruksi yang sangat bergengsi, profesional, dan dekat dengan praktik dunia nyata. Konsep inovatifnya—Two-Stage Approach: Conceptual Design and Design-Build Implementation—memberikan wadah berharga bagi mahasiswa untuk belajar, berinovasi, dan berjejaring. Terima kasih UGM dan seluruh panitia CIA atas pengalaman yang luar biasa ini. Sukses terus untuk UGM dan terus berkarya demi Indonesia!” tuturnya.

Penyelenggaraan ITC tidak hanya berfokus pada capaian kompetisi, tetapi juga sukses menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi seluruh peserta untuk mengimplementasikan simulasi tender design and build serta mengasah keahlian di bidang konstruksi teknik sipil secara nyata. Melalui kegiatan ini, DTSL FT UGM terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan kompetensi akademis dan praktis mahasiswa guna melahirkan generasi muda yang siap berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional yang tangguh dan berkelanjutan. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

Laboratorium Manajemen Proyek Konstruksi (MPK) DTSL FT UGM Uji Coba Modul Pembelajaran Alat Berat untuk Pemula

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TerbaruBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLLab MPKRilis Berita Jumat, 28 Agustus 2026

Laboratorium MPK DTSL FT UGM Uji Coba Modul Pembelajaran Alat Berat untuk Pemula

Laboratorium Manajemen Proyek Konstruksi (MPK), Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), melaksanakan diseminasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa modul pembelajaran alat berat pada Kamis, 27 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium MPK tersebut diikuti oleh 28 peserta yang terdiri atas mahasiswa program Sarjana (S1) dan Magister (S2). Tim PkM ini diketuai oleh Dr. Ir. Angga Trisna Yudhistira, S.T., M.Eng., IPM., ACPE., dengan anggota tim Nandhita Noorviana Puspita Dewi, M. Hamdan Katsir, Ikhsanudin, dan Yovi Maulana dari Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tahap uji coba (trial) sebelum model pembelajaran tersebut diterapkan kepada siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang konstruksi. Model pembelajaran ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih visual dan praktis dalam memahami pengelolaan pekerjaan konstruksi, khususnya terkait penggunaan dan kombinasi alat berat. Sasaran siswa SMK dipilih karena pengetahuan mengenai alat berat tidak hanya diperlukan oleh engineer, tetapi juga oleh pengawas lapangan, foreman, bahkan operator alat berat yang perlu memahami dasar-dasar pengoperasian maupun pengelolaan alat berat.

Model pembelajaran yang diperkenalkan menggunakan media visual berupa papan dengan replika alat berat berbentuk magnet yang dapat ditempel dan dipindahkan pada media yang menggambarkan kondisi kontur lahan. Media tersebut digunakan untuk membantu peserta memvisualisasikan kondisi pekerjaan, termasuk volume galian dan timbunan, sekaligus menentukan urutan (sequence) pekerjaan dan kombinasi alat berat yang paling sesuai.

lab_mpk1
lab_mpk2
lab_mpk3

Dalam pelaksanaannya, peserta terlebih dahulu melakukan analisis berdasarkan modul dan worksheet yang telah disiapkan. Dalam proses analisis tersebut, peserta menentukan alur pekerjaan serta kombinasi alat berat yang paling optimal, termasuk memperkirakan waktu siklus (cycle time) yang sesuai. Papan dengan media magnet berbentuk alat berat kemudian digunakan sebagai alat bantu untuk memvisualisasikan hasil analisis tersebut. Peserta dapat menempatkan dan mengatur posisi alat berat sesuai dengan alur pekerjaan yang telah ditentukan, sehingga hubungan antara tahapan pekerjaan, kombinasi alat berat, dan waktu siklus dapat lebih mudah dipahami.

Selain simulasi pembelajaran, kegiatan diseminasi juga dikemas dalam bentuk kompetisi. Peserta dibagi ke dalam lima tim dan ditantang untuk menentukan kombinasi alat berat yang paling ideal berdasarkan kondisi pekerjaan yang diberikan. Penentuan kombinasi tersebut tidak hanya mempertimbangkan jenis dan jumlah alat berat, tetapi juga durasi pelaksanaan, efektivitas pekerjaan, serta efisiensi biaya. Peserta dituntut untuk mencari kombinasi alat yang tidak hanya baik secara perhitungan, tetapi juga realistis untuk diterapkan pada kondisi pekerjaan di lapangan.

Ketua tim kegiatan, Dr. Ir. Angga Trisna Yudhistira, S.T., M.Eng., IPM., ACPE., menjelaskan bahwa model pembelajaran tersebut dirancang sebagai media pembelajaran dasar yang diharapkan dapat digunakan oleh para pelaku konstruksi untuk mempelajari prinsip-prinsip fundamental pengoperasian dan pengelolaan alat berat. Hal ini sangat penting mengingat kesalahan dalam perencanaan dan perhitungan kebutuhan alat berat dapat mengakibatkan kerugian serta keterlambatan proyek yang signifikan. Selain itu, hampir seluruh proyek konstruksi memerlukan alat berat, terutama pada pekerjaan galian dan timbunan atau perataan lahan.

“Model ini kami buat untuk pembelajaran dasar. Harapannya, para calon pengawas lapangan, foreman, bahkan operator dapat memahami cara menentukan alat berat, menyusun urutan pekerjaan, dan menilai apakah kombinasi alat yang dipilih sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Angga. Ia juga berharap model pembelajaran yang dikembangkan dapat memberikan manfaat dan dimanfaatkan secara luas. Sebagai tahap pilot project, modul pembelajaran ini akan disosialisasikan di SMK dengan konsentrasi keahlian konstruksi bangunan, mengingat banyak lulusan SMK yang berprofesi sebagai pengawas lapangan di sektor konstruksi.
“Harapannya model ini bisa digunakan dengan baik dan dapat membantu siswa SMK dalam memahami pembelajaran alat berat. Semoga kegiatan ini juga dapat memberikan manfaat bagi pengembangan keilmuan di bidang teknik sipil,” ujar Angga.

Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan diseminasi. Salah satu peserta sekaligus anggota tim yang berhasil meraih juara dalam kegiatan tersebut, Axsyal Adita Nugraha, menilai model pembelajaran yang digunakan memberikan pengalaman belajar yang menarik. “Seru dan menarik. Ada visualisasinya dan juga praktiknya, jadi lebih mudah untuk memahami materi,” ungkap Axsyal. Hal serupa disampaikan oleh Dewi, salah satu peserta yang memiliki latar belakang di luar bidang Manajemen Proyek Konstruksi. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus memperluas wawasan mengenai dunia konstruksi. “Menurut saya seru banget. Bagi yang bukan dari latar belakang MPK, kegiatan ini seru dan mudah dimengerti. Menambah wawasan juga untuk kami, dan karena materinya berkaitan dengan geoteknik, wawasan mengenai geoteknik juga jadi bertambah,” tutur Dewi.

Melalui kegiatan diseminasi ini, tim pengabdian berharap model pembelajaran tersebut dapat membantu siswa memahami konsep penggunaan alat berat secara lebih konkret. Visualisasi melalui media magnet diharapkan dapat memudahkan siswa membayangkan kondisi pekerjaan, memahami waktu siklus, serta menilai apakah kombinasi alat berat yang dipilih realistis dan efektif. Diseminasi ini juga menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan model sebelum diterapkan kepada siswa SMK. Melalui uji coba bersama mahasiswa S1 dan S2, tim dapat memperoleh berbagai masukan untuk meningkatkan kualitas media, modul, worksheet, maupun mekanisme pembelajaran yang dikembangkan.

“Semoga nantinya ketika diterapkan di sekolah, program ini dapat berjalan lancar. Siswa SMK dapat memahami materi dengan baik dan para guru juga dapat menerima model ini secara positif, sehingga model pembelajaran ini dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujar Nandhita, salah satu anggota tim.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari upaya Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik UGM, dalam mengembangkan pembelajaran konstruksi yang lebih interaktif, kontekstual, mudah dipahami, dan dekat dengan kondisi pekerjaan di lapangan. Pengembangan model ini turut mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penerapan media pembelajaran yang interaktif dan kontekstual, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan media pembelajaran alat berat yang inovatif, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penyediaan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri konstruksi. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Angkat Peran Kampus dalam Pengembangan Smart Sanitation di Townhall Muda Yogyakarta

28 September 2026

DTSL FT UGM Dukung Kolaborasi dalam Pengembangan Smart Sanitation

28 September 2026

DTSL FT UGM Terima Bantuan Hibah IPAL Smart Sanitation untuk Mendukung Pengembangan Infrastruktur Sanitasi Berkelanjutan

25 September 2026

Selengkapnya >>

123…28

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan
Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika Kampus No.2 Kampus UGM Yogyakarta. Email: tsipil.ft@ugm.ac.id
© DTSL - UNIVERSITAS GADJAH MADA

MEDIA SOSIAL

Facebook Youtube Instagram