
Mahasiswa Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (DTSL UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Kompetisi Konstruksi Ramping (K2R) Neo 3.1 yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Manajemen Konstruksi Indonesia (IAMKRI). Kompetisi nasional bergengsi ini digelar pada 30 April 2026 di Auditorium Prof. Dr. K.H. Abdul Kahar Mudzakkir, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, menandai babak bersejarah di mana Jurusan Teknik Sipil FTSP UII tampil sebagai tuan rumah penyelenggaraan K2R untuk pertama kalinya. Sebanyak 13 tim dari 10 universitas se-Indonesia hadir dan bersaing dalam kompetisi ini, turut dihadiri oleh Prof. Ir. Muhammad Abduh, M.T., Ph.D., Guru Besar ITB sekaligus Ketua IAMKRI dan pendiri K2R sejak 2016.
Dalam kompetisi ini, Tim Leanix dari DTSL UGM berhasil meraih Juara 2 setelah melalui proses seleksi dan simulasi yang ketat. Pencapaian ini sekaligus menjadi yang pertama bagi Universitas Gadjah Mada dalam sejarah Kompetisi Konstruksi Ramping, menjadikannya tonggak penting yang membuktikan keunggulan mahasiswa DTSL UGM di kancah manajemen konstruksi nasional. Yang menjadikan pencapaian ini semakin istimewa adalah komposisi tim yang memadukan mahasiswa dari tiga program studi berbeda, yaitu Magister Teknik Sipil, Sarjana Teknik Sipil, dan Sarjana Teknik Sumber Daya Air. Kolaborasi lintas jenjang dan lintas program studi ini mencerminkan semangat inklusivitas DTSL UGM dalam membentuk generasi insinyur yang adaptif, berwawasan luas, dan mampu bekerja sama melampaui batas-batas disiplin ilmu.
Tim Leanix terdiri dari tujuh mahasiswa yang dibimbing oleh Ir. Tantri Nastiti Handayani, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM. Nandhita Noorviana Puspita Dewi (Magister Teknik Sipil 2025) bertindak sebagai ketua tim sekaligus memerankan posisi Project Manager, sementara keenam anggota lainnya mengemban peran sebagai subkontraktor, yaitu Rafa Wahyu Paspasha (Sarjana Teknik Sumber Daya Air 2024), Jessica Amazing Grace Br Munthe (Sarjana Teknik Sipil 2024), Fauzi Akbar Nugroho (Sarjana Teknik Sumber Daya Air 2024), Iqbal Fannan Athari (Sarjana Teknik Sipil 2025), Muhammad Nawawi (Sarjana Teknik Sipil 2025), dan Rabbiya Khansa Nailul Falisha (Sarjana Teknik Sipil 2025).
K2R Neo 3.1 merupakan ajang yang menilai sejauh mana peserta memahami serta mampu menerapkan konsep dan teknik Konstruksi Ramping (Lean Construction) melalui sebuah simulasi proyek konstruksi berbasis peran. Setiap tim berperan layaknya pelaku nyata di lapangan: ketua tim menjabat sebagai Project Manager yang bertanggung jawab atas perencanaan dan koordinasi, sementara anggota tim menjalankan peran sebagai subkontraktor yang mengeksekusi pekerjaan di lapangan. Di sisi lain, panitia kompetisi turut ambil bagian dengan memerankan supplier yang memasok material serta pengawas yang memantau jalannya simulasi. Konsep yang diujikan berfokus pada Last Planner System (LPS), yang meliputi collaborative pull planning, make-ready, production evaluation & planning, serta production management. Media yang digunakan dalam simulasi ini adalah balok LEGO sebagai representasi fisik dari proses pembangunan, dengan penilaian yang didasarkan pada kecepatan penyelesaian, kualitas hasil, dan efisiensi penggunaan sumber daya.
Dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi ini, Tim Leanix menjalani serangkaian latihan intensif di Laboratorium MPK DTSL FT UGM. Ruang latihan tersebut menjadi tempat tim mengasah pemahaman konsep, membangun kekompakan, dan mensimulasikan berbagai skenario proyek konstruksi sebelum akhirnya turun ke arena kompetisi sesungguhnya.
Melalui kolaborasi yang solid, komunikasi yang efektif, dan perencanaan yang matang, Tim Leanix berhasil tampil gemilang di antara peserta dari berbagai universitas ternama di Indonesia dan membuktikan kemampuan mahasiswa UGM dalam menerapkan prinsip rekayasa dan manajemen konstruksi modern secara nyata. Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen DTSL UGM dalam mendukung mahasiswanya untuk terus mengasah kemampuan teknis, kepemimpinan, dan kolaborasi lintas disiplin melalui berbagai kompetisi nasional di bidang teknik sipil dan lingkungan. (Sumber: Tim Leanix/Humas DTSL)