
Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DTSL FT UGM) menerima kunjungan Benchmarking and Discussion Undergraduate Program Universiti Putra Malaysia (UPM) pada Jumat, 17 April 2026, pukul 09.30–14.30 WIB di Ruang Sidang Lantai II DTSL FT UGM. Kegiatan ini menjadi ruang dialog akademik antara kedua institusi untuk saling bertukar pengalaman, memperkaya wawasan pengelolaan program studi, serta membuka peluang kerja sama lebih lanjut di bidang pendidikan teknik sipil.
Dari pihak UPM, kegiatan diwakili oleh Prof. Madya Dr. Farah Nora Azniet. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan sejumlah materi yang menggambarkan pengelolaan dan pengembangan program di lingkungan Department of Civil Engineering UPM. Materi yang ditampilkan antara lain berkaitan dengan Civil PG Programmes, struktur jenjang pendidikan, peta program pascasarjana, sumber daya manusia, serta informasi pendukung lain yang menunjukkan tata kelola akademik di UPM. Paparan tersebut memberi gambaran mengenai bagaimana UPM menyusun sistem pembelajaran, memperkuat kapasitas dosen, dan mendukung pengembangan mahasiswa melalui program-program akademik yang terarah.
Sementara itu, dari pihak UGM, Ibu Karlina, S.T., M.Eng., Ph.D. turut memberikan paparan mengenai peta struktur kurikulum DTSL FT UGM. Dalam penjelasannya, beliau memaparkan susunan kurikulum yang terdiri atas MK inti program studi – Basic Science, MK inti program studi – Inti Teknik Sipil, MK Intensifikasi 1, MK Intensifikasi 2, MK Muatan FT, serta MK Muatan UGM. Penyampaian ini menegaskan bahwa kurikulum di DTSL FT UGM dirancang secara berlapis untuk membangun fondasi keilmuan yang kuat, memperdalam kompetensi inti ketekniksipilan, sekaligus memberi ruang penguatan sesuai minat dan karakteristik institusi.
Kegiatan benchmarking ini tidak hanya menjadi ajang presentasi, tetapi juga wadah diskusi dua arah yang membahas keselarasan kurikulum, penguatan kapasitas akademik, serta strategi pengembangan program studi ke depan. Melalui pertukaran informasi tersebut, kedua pihak memperoleh perspektif baru terkait pengelolaan pendidikan tinggi teknik sipil, khususnya dalam merancang kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri, perkembangan keilmuan, dan mobilitas akademik mahasiswa.
Secara umum, kegiatan ini dilaksanakan untuk mempererat hubungan kelembagaan antara UPM dan UGM, membandingkan praktik terbaik dalam penyelenggaraan program studi, serta mendorong kolaborasi internasional yang lebih konkret. Adapun pelaksanaannya berlangsung dalam suasana formal, interaktif, dan produktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, serta tanya jawab antara kedua belah pihak.
Melalui benchmarking and discussion ini, DTSL FT UGM menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring internasional, dan mengembangkan kurikulum yang relevan dengan tantangan masa depan. Di sisi lain, kunjungan UPM juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi dapat menjadi sarana penting dalam memperkuat mutu akademik dan membangun sinergi yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan teknik sipil di tingkat regional maupun internasional. (Sumber: humas DTSL)