Simposium Nasional Teknologi Infrastruktur (SNTI) 2026 Soroti Strategi Infrastruktur Adaptif dan Berkelanjutan di DTSL FT UGM
Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Kamis, 23 April 2026
Simposium Nasional Teknologi Infrastruktur (SNTI) 2026 Soroti Strategi Infrastruktur Adaptif dan Berkelanjutan di DTSL FT UGM
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan Simposium Nasional Teknologi Infrastruktur (SNTI) 2026 pada Senin, 20 April 2026. Bertempat di Auditorium DTSL FT UGM, simposium ini mempertemukan para pakar, pembuat kebijakan, dan akademisi untuk membedah tantangan global melalui tema besar “Infrastruktur Adaptif sebagai Pilar Ketahanan dan Keberlanjutan dalam Menjawab Tantangan Global”.
Sesi pleno menghadirkan tiga keynote speaker yang memberikan perspektif komprehensif mengenai masa depan infrastruktur Indonesia. Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum sekaligus Dewan Penasehat DTSL FT UGM, Wida Nurfaida, membuka paparan dengan menekankan urgensi transformasi infrastruktur di tengah ancaman perubahan iklim. Beliau menegaskan bahwa komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission dan visi Indonesia Emas 2045 harus diwujudkan melalui paradigma infrastruktur hijau. Salah satu langkah konkretnya adalah penyelenggaraan Bangunan Gedung Hijau (BGH), seperti yang saat ini diimplementasikan pada Kompleks Perkantoran Bank Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang telah meraih sertifikasi peringkat Utama melalui teknologi efisiensi energi dan konservasi air.
Diskusi dilanjutkan oleh Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Dr. Haris Muhammadun, yang mengulas tentang kondisi darurat keselamatan lalu lintas di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2025, angka fatalitas kecelakaan mencapai 2,47 jiwa per jam, yang secara sistematis berdampak pada terciptanya kemiskinan baru bagi keluarga korban. Sebagai solusi mendesak, MTI mendorong percepatan pembangunan Angkutan Umum Massal Perkotaan (AUMP) yang aman dan terintegrasi sesuai amanat RPJMN 2025-2030. Beliau menekankan bahwa mobilitas berkelanjutan bukan sekadar pilihan teknologi, melainkan langkah krusial untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan efisiensi ekonomi nasional.
Melengkapi perspektif tersebut, Guru Besar Bidang Transportasi UGM, Prof. Muhammad Zudhy Irawan, memaparkan hasil riset mengenai keadilan dalam transisi mobilitas perkotaan (Just Transition). Melalui proyek DISUMA (Design Innovative Sustainable Urban Mobility in Asia), beliau menjelaskan tentang tantangan Indonesia dalam mengalihkan ketergantungan pada kendaraan pribadi ke moda transportasi rendah karbon. Prof. Zudhy menggarisbawahi bahwa transisi seperti elektrifikasi sepeda motor harus dilakukan dengan mempertimbangkan aksesibilitas yang adil, subsidi yang tepat sasaran, serta perlindungan bagi pekerja terdampak agar perubahan teknologi tidak meninggalkan kelompok masyarakat rentan.
SNTI 2026 menjadi forum interaktif yang mempertemukan akademisi, pemerintah, dan praktisi dalam membahas penguatan ketahanan infrastruktur nasional di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Kegiatan ini menegaskan peran penting pendidikan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi, sekaligus memperkuat urgensi kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan solusi yang adaptif dan berkelanjutan. Interaksi antara narasumber dan peserta menghasilkan beragam perspektif sehingga memperkaya pendekatan dalam perencanaan dan pengembangan infrastruktur.
Sejumlah gagasan yang muncul dalam simposium ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemangku kebijakan dan pelaku industri dalam merancang pembangunan infrastruktur yang tidak hanya tangguh secara teknis, tetapi juga berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat secara luas. (Sumber: humas DTSL)


