Perkuat Budaya Kesiapsiagaan Bencana, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan FT UGM Menggelar Emergency Response Drill

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menggelar kegiatan Emergency Response Drill pada Selasa (26/5) sebagai bagian dari penguatan budaya keselamatan dan kesiapsiagaan di lingkungan kampus. Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, khususnya dalam upaya mewujudkan lingkungan akademik yang aman, tangguh, dan responsif terhadap risiko kebencanaan. Simulasi yang melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga petugas tanggap darurat ini dilaksanakan melalui skenario gempa bumi dan evakuasi gedung secara terstruktur, mulai dari aktivasi alarm, tindakan drop, cover, and hold, hingga proses evakuasi menuju titik kumpul. Kegiatan berlangsung selama 23 menit dan dilaksanakan di area gedung DTSL FT UGM.

Pelaksanaan simulasi tahun ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan momentum 20 tahun Gempa Yogyakarta 2006 yang meninggalkan pelajaran penting mengenai mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat. Pengalaman bencana tersebut menjadi pengingat bahwa wilayah Yogyakarta memiliki risiko kebencanaan yang perlu diantisipasi melalui edukasi dan latihan yang konsisten. Karena itu, DTSL FT UGM menempatkan kesiapsiagaan tanggap darurat bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan akademik.

Upaya tersebut telah dijalankan DTSL FT UGM dalam berbagai bentuk, mulai dari penyusunan panduan K3L, penyediaan jalur evakuasi dan titik kumpul, pelatihan penggunaan APAR, hingga simulasi tanggap darurat yang dilakukan secara berkala. Dalam simulasi ini, peserta dilatih untuk tetap tenang, mengutamakan perlindungan diri, menggunakan tangga darurat, serta memastikan tidak ada rekan yang tertinggal selama proses evakuasi.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembelajaran terintegrasi di DTSL FT UGM, termasuk melalui mata kuliah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta simulasi, tetapi juga dilibatkan dalam pemahaman prosedur keselamatan, koordinasi lapangan, hingga penguatan kesadaran mitigasi risiko di lingkungan kampus. Selain itu, mahasiswa turut berperan aktif dalam melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan drill yang dilakukan, sehingga berbagai catatan mengenai kelebihan maupun kekurangan selama simulasi dapat menjadi bahan perbaikan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, DTSL FT UGM berharap budaya keselamatan tidak berhenti pada kegiatan simulasi semata, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dan kompetensi dasar sivitas akademika dalam mendukung sistem K3 serta lingkungan belajar yang aman, tangguh, dan responsif terhadap kondisi kedaruratan. (Sumber: humas DTSL)

© DTSL - UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jumlah Pendownload 6