Kuliah Umum DISUMA: UGM Gandeng Pakar Transportasi dari Tokyo dan Chulalongkorn

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menggelar Kuliah Umum bertajuk “Design of Innovative Sustainable Urban Mobility in Asia (DISUMA)” pada Selasa, 15 September 2026, pukul 09.00–11.00 WIB di Ruang Sidang Biru DTSL FT UGM. Acara ini merupakan hasil kolaborasi dengan e-ASIA Joint Research Program dan menghadirkan dua pembicara utama dari luar negeri, yaitu Prof. Hironori Kato dari The University of Tokyo dan Prof. Saksith Chalermpong dari Chulalongkorn University, dengan Prof. Muhammad Zudhy Irawan dari UGM bertindak sebagai moderator diskusi. Kuliah umum ini bersifat wajib bagi mahasiswa S2 MSTT dan S3 Transportasi, serta terbuka untuk mahasiswa S2 dan S3 di lingkungan DTSL.

Dalam paparannya, Prof. Hironori Kato mengangkat tema “How Can We Use Causal Inference Approach in Transportation Research?” yang membahas pergeseran pendekatan riset transportasi dari sekadar prediksi menuju analisis hubungan sebab-akibat (causal inference). Prof. Kato menjelaskan konsep dasar seperti counterfactual thinking, randomized control trial (RCT), hingga tantangan penerapan RCT dalam konteks transportasi yang sering terkendala aspek keselamatan, infrastruktur, dan penerimaan publik. Sebagai solusinya, ia memaparkan pendekatan kuasi-eksperimental seperti difference-in-differences (DID) dan propensity score matching (PSM), yang diilustrasikan lewat studi kasus dampak Bus Rapid Transit (BRT) terhadap perekonomian lokal di Brasília, Brasil, penelitian yang telah dipublikasikan di jurnal Transportation Research Record.

Sementara itu, Prof. Saksith Chalermpong, Direktur Chulalongkorn University Transportation Institute (CUTI), membawakan topik “Greening Public Transport: Understanding EV Adoption from the Operator’s Perspective”. Ia memaparkan tren adopsi kendaraan listrik (EV) pada moda transportasi publik di Thailand, mulai dari taksi, ojek motor, hingga bus kota, lengkap dengan data pertumbuhan registrasi kendaraan listrik dari tahun ke tahun. Saksith juga mengulas perspektif operator dan pengemudi terkait manfaat serta kendala transisi ke EV, seperti keterbatasan infrastruktur pengisian daya, ekosistem battery-swapping yang masih terfragmentasi, hingga tingginya biaya investasi awal, serta menutup paparannya dengan sejumlah rekomendasi kebijakan untuk memperkuat kesiapan ekosistem EV di sektor transportasi publik.

Kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya DTSL FT UGM memperluas wawasan sivitas akademika mengenai isu-isu mobilitas perkotaan berkelanjutan di Asia, sekaligus mempererat jejaring riset internasional melalui program DISUMA yang melibatkan The University of Tokyo, Chulalongkorn University, dan Universitas Gadjah Mada. Dengan menghadirkan perspektif metodologis dari Prof. Kato dan perspektif praktis-kebijakan dari Prof. Saksith, serta dipandu langsung oleh Prof. Zudhy Irawan sebagai moderator diskusi, acara ini diharapkan dapat memperkaya pendekatan penelitian mahasiswa pascasarjana Teknik Sipil dan Lingkungan UGM, khususnya dalam mengkaji dampak intervensi transportasi secara lebih rigor dan berbasis bukti. (Sumber: humas DTSL)