Mendorong Konsep Green Sea Wall untuk Ketahanan Pantai Utara Jawa
Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TerbaruBerita TILBerita TSBerita TSDARilis Berita Senin, 31 Agustus 2026
Mendorong Konsep Green Sea Wall untuk Ketahanan Pantai Utara Jawa
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM), bersama Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) menggelar diskusi mengenai pengembangan konsep Giant Sea Wall untuk memperkuat ketahanan kawasan Pantai Utara Jawa. Kegiatan yang mendapat dukungan FT UGM ini berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026, di Ruang Sidang Biru Lantai 3 DTSL FT UGM, dengan melibatkan akademisi dari berbagai bidang keilmuan di lingkungan Fakultas Teknik.
Diskusi mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, dan praktisi untuk membahas perlindungan kawasan pesisir secara terpadu. Pembahasan tidak hanya mencakup aspek struktur dan konstruksi, tetapi juga pengelolaan sumber daya air, penurunan muka tanah, kondisi geologi dan tanah, lingkungan, tata ruang, serta aspek sosial dan pengembangan kawasan.
Pantai Utara Jawa menghadapi berbagai tantangan yang saling berkaitan, antara lain penurunan muka tanah, banjir dan rob, perubahan garis pantai, serta tekanan terhadap sumber daya air dan lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perencanaan infrastruktur perlindungan pesisir yang mempertimbangkan dinamika kawasan dalam jangka panjang dan didukung sistem pemantauan serta data yang memadai.
Dalam forum tersebut, BOPPJ menyampaikan gagasan pengembangan Giant Sea Wall menuju konsep Green Sea Wall. Pendekatan ini menempatkan infrastruktur perlindungan pesisir tidak hanya sebagai pelindung dari ancaman laut, tetapi juga sebagai bagian dari sistem kawasan yang tangguh, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Berbagai perspektif akademik dari lingkungan FT UGM turut memperkaya pembahasan. Keilmuan teknik sipil dan lingkungan yang menjadi bagian dari DTSL dipadukan dengan perspektif geoteknik, geologi, geodesi, arsitektur dan perencanaan, serta bidang terkait lainnya. Sejumlah pendekatan seperti nature-based solution, material berkelanjutan, teknologi monitoring, pemodelan, dan digital twin juga menjadi bagian dari diskusi.
Pembahasan menekankan bahwa pengembangan Pantai Utara Jawa perlu mempertimbangkan keterkaitan antara infrastruktur, ekosistem, sumber daya air, dan masyarakat. Dengan karakter wilayah yang beragam, pendekatan perlindungan pesisir perlu dikembangkan secara kontekstual dan tidak seragam untuk seluruh kawasan.
Melalui forum ini, DTSL FT UGM bersama BOPPJ membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dalam riset dan inovasi terkait struktur dan material, geoteknik dan geologi, pemodelan serta monitoring pesisir, teknologi berbasis data, lingkungan, sumber daya air, hingga aspek sosial dan tata ruang.
Kolaborasi lintas disiplin dan lintas pemangku kepentingan diharapkan dapat mendukung pengembangan sistem perlindungan Pantai Utara Jawa yang adaptif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta kawasan pesisir.
(sumber: humas DTSL)















