Olah Limbah Organik Mandiri, DTSL FT UGM Manfaatkan Kompos Dedaunan dan Sisa Makanan
Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TerbaruBerita TILBerita TSBerita TSDARilis Berita Rabu, 29 Juli 2026
Olah Limbah Organik Mandiri, DTSL FT UGM Manfaatkan Kompos Dedaunan dan Sisa Makanan
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) terus berkomitmen dalam mewujudkan tata kelola lingkungan kampus yang berkelanjutan, salah satunya dengan mengoptimalkan pengolahan sampah berbasis sumber di area kampus melalui pembuatan pupuk kompos secara mandiri. Program ini difokuskan untuk mengolah limbah organik harian yang dihasilkan dari berbagai aktivitas di lingkungan departemen, termasuk kawasan kantin.
Dalam operasional harian, timbulan limbah organik sisa makanan dari kantin DTSL rata-rata mencapai 3 hingga 4 kilogram per hari. Sementara itu, guguran sampah dedaunan dari pemeliharaan area terbuka hijau menyumbang sekitar 10 hingga 15 kilogram per hari. Seluruh material organik tersebut dikumpulkan secara berkala untuk diproses melalui tahapan pengomposan.
Kompos yang dihasilkan selanjutnya dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan perawatan vegetasi di lingkungan DTSL. Pupuk organik ini diaplikasikan pada berbagai jenis tanaman hias serta tanaman buah-buahan yang tumbuh di area sekitar gedung departemen. Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud penerapan keilmuan secara langsung di area kampus.
Langkah konsisten tersebut juga mempertegas komitmen DTSL FT UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pengelolaan lingkungan dan kampus hijau (green campus). Melalui pengelolaan limbah organik menjadi kompos ini, DTSL terus mengupayakan pengurangan volume sampah yang terbuang ke TPA sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang asri dan berkelanjutan.
(sumber: humas DTSL)















