Program Studi Magister Teknik Sipil (MTS) dan Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam (MTPBA) Meluluskan 20 Mahasiswa pada Wisuda Pascasarjana Periode April 2026
Berita MTPBABerita MTSFoto DTSLRilis Berita Senin, 4 Mei 2026
Program Studi Magister Teknik Sipil (MTS) dan Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam (MTPBA) Meluluskan 20 Mahasiswa pada Wisuda Pascasarjana Periode April 2026
Program Studi Magister Teknik Sipil (MTS) dan Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam (MTPBA), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, meluluskan mahasiswa pada Wisuda Pascasarjana Periode April 2026. Prosesi wisuda diselenggarakan pada Rabu, 23 April 2026, bertempat di Graha Sabha Pramana, dan diikuti oleh lulusan dari berbagai program pascasarjana di lingkungan UGM.
Pada periode ini, total sebanyak 20 mahasiswa dari kedua program studi berhasil menyelesaikan pendidikan magister. Program Studi Magister Teknik Sipil meluluskan 11 mahasiswa, dengan 3 di antaranya meraih predikat cumlaude. Sementara itu, Program Studi Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam meluluskan 9 mahasiswa, dengan capaian yang sangat membanggakan yakni 8 lulusan berhasil memperoleh predikat cumlaude.
Capaian akademik ini menunjukkan kualitas pendidikan serta dedikasi tinggi para mahasiswa dalam menyelesaikan studi. Keberhasilan lulusan MTPBA yang didominasi predikat cumlaude mencerminkan kuatnya kapasitas akademik dan komitmen dalam bidang pengelolaan bencana, yang menjadi salah satu fokus strategis dalam pembangunan nasional.
Para lulusan berasal dari berbagai instansi, antara lain Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia. Dengan latar belakang profesional yang beragam, para lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan serta pengelolaan risiko bencana yang lebih efektif di masa mendatang. (Sumber: humas DTSL)
Acara dibuka dengan sambutan dari Brilian Ryan Sadewo, M.Eng selaku Ketua Simposium dan Prof. Teuku Faisal Fathani selaku ketua Departemen DTSL. Acara dilanjutkan sesi pleno yang dipandu moderator Vempi Satriya Adi Hendrawan, Ph.D. yang menghadirkan tiga narasumber utama
- Bapak Rachmat Kaimuddin, B.Sc., MBA. (Deputi Infrastruktur Dasar Kemenko Marves) yang menyampaikan perspektif kebijakan nasional terkait infrastruktur dasar.
- Ir. M. Rizka Fahmi Amrozi, Ph.D. (Dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM) yang memaparkan pendekatan adaptif pada manajemen infrastruktur berkelanjutan.
- Dr. Ismail Widadi, M.Sc. (Pejabat Fungsional Kementerian Pekerjaan Umum) yang mengulas peran infrastruktur sumber daya air dalam pembangunan berkelanjutan.
Setelah sesi pleno, kegiatan dilanjutkan dengan sesi paralel yang menampilkan lebih dari 80 makalah ilmiah dari peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi dari berbagai instansi di seluruh Indonesia. Tujuh bidang kajian yang diangkat dalam sesi paralel antara lain:
- Manajemen dan Teknik Konstruksi
- Mitigasi dan Manajemen Bencana
- Rekayasa Geoteknik
- Pengelolaan Lingkungan dan Ekonomi Sirkuler
- Sumber Daya Air Berkelanjutan
- Teknik Struktur dan Material Konstruksi
- Transportasi, Tata Kota, dan Tata Guna Lahan
Selain itu, sebagai bagian dari rangkaian SNTI, pada tahun ini juga diselenggarakan Workshop Construction Project Management (CPM) bertema “Modular Construction for Sustainable and Lean Practices.”
Diharapkan hasil diskusi dan pertukaran pengetahuan dalam forum Simposium ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi arah pembangunan infrastruktur Indonesia yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga inklusif dalam proses dan hasil, serta berkelanjutan dalam jangka panjang. (sumber: humas DTSL)









