Kuliah Lapangan Mahasiswa Magister Teknik Sipil ke Rumah Inovasi Daur Ulang (RInDU) PIAT UGM untuk Mengetahui Penanganan, Pengolahan serta Teknologi yang Digunakan Memproses Limbah
Berita DTSBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Jumat, 29 Mei 2026
Kuliah Lapangan Mahasiswa Magister Teknik Sipil ke Rumah Inovasi Daur Ulang (RInDU) PIAT UGM untuk Mengetahui Penanganan, Pengolahan serta Teknologi yang Digunakan Memproses Limbah
Mahasiswa Program Magister Teknik Sipil minat lingkungan melaksanakan kuliah lapangan ke Rumah Inovasi Daur Ulang (RInDU) PIAT UGM pada 7 Mei 2026. Kegiatan ini didampingi oleh dosen pengampu, Johan Syafri Mahathir Ahmad, dan menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan limbah dan teknologi lingkungan. Melalui kunjungan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengamati secara langsung berbagai proses pengolahan limbah yang diterapkan di lapangan.
Kunjungan lapangan bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai sistem eksisting pengolahan limbah padat di Rumah Inovasi Daur Ulang (RInDU) PIAT UGM serta pengolahan limbah cair pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) rumah potong ayam JAPFA. Mahasiswa mempelajari berbagai tahapan pengelolaan limbah mulai dari proses pengumpulan, pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali hasil olahan limbah yang memiliki nilai guna. Selain itu, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai prinsip-prinsip pengelolaan limbah berkelanjutan yang mendukung konsep ekonomi sirkular.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan observasi terhadap alur pemrosesan limbah dan teknologi yang diterapkan pada setiap unit pengolahan. Di RInDU PIAT UGM, peserta mengamati proses pengolahan limbah padat yang memanfaatkan pendekatan inovatif untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Sementara itu, pada IPAL rumah potong ayam JAPFA, mahasiswa mempelajari sistem pengolahan limbah cair yang dirancang untuk menurunkan kandungan bahan pencemar sebelum air buangan dilepas ke lingkungan. Penjelasan teknis yang diberikan oleh pengelola fasilitas membantu mahasiswa memahami keterkaitan antara desain sistem pengolahan dengan karakteristik limbah yang ditangani.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menganalisis efektivitas berbagai teknologi pengolahan limbah dalam mereduksi polutan serta mengevaluasi kinerja unit pengolahan berdasarkan prinsip rekayasa lingkungan. Pengalaman lapangan tersebut menjadi sarana penting untuk menghubungkan teori yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di industri dan institusi pengelolaan limbah. Selain memperkaya wawasan akademik, kuliah lapangan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam merancang solusi pengelolaan limbah yang inovatif, efektif, dan berkelanjutan guna mendukung perlindungan lingkungan di masa mendatang. (Sumber: humas DTSL)


