
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual melalui penyelenggaraan Kuliah Lapangan pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan ini tidak sekadar kunjungan biasa, tetapi menjadi jembatan penting yang menghubungkan teori di ruang kelas dengan praktik nyata di dunia konstruksi.
Mengintegrasikan dua mata kuliah sekaligus—Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi mahasiswa program sarjana (Teknik Sipil dan Teknik Infrastruktur Lingkungan) serta Stabilitas Galian untuk mahasiswa magister Teknik Sipil bidang Geoteknik—kegiatan ini berfokus pada Proyek Pembangunan Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Pilihan lokasi ini memberikan kesempatan belajar yang sangat kaya, karena mahasiswa dapat melihat langsung penerapan standar keselamatan kerja serta teknik rekayasa geoteknik dalam proyek skala besar.
Sejak pagi hari, suasana sudah terasa penuh antusias. Dimulai pukul 07.00 WIB di Auditorium Gedung LBB lantai 6, mahasiswa mendapatkan paparan komprehensif langsung dari praktisi lapangan dari pihak kontraktor KSO HK–WIKA. Dua narasumber utama yang hadir memberikan wawasan mendalam, yaitu:
Paparan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke lapangan, sekaligus membuka perspektif tentang bagaimana teori diterapkan dalam pengambilan keputusan di proyek nyata.
Untuk menjaga keamanan dan efektivitas pembelajaran, kunjungan lapangan dibagi menjadi dua kloter:
Selama berada di lokasi, mahasiswa disuguhi pengalaman belajar yang imersif—mulai dari mengamati proses konstruksi, mempelajari sistem pengamanan area kerja, hingga melihat langsung praktik deep excavation (galian dalam) yang menjadi salah satu tantangan utama dalam proyek geoteknik. Deru alat berat dan dinamika pekerjaan lapangan memberikan gambaran nyata tentang kompleksitas industri konstruksi modern.
Pembelajaran lapangan ini semakin bermakna dengan kehadiran tiga dosen ahli DTSL UGM yang mendampingi secara langsung:
Melalui pendampingan ini, mahasiswa tidak hanya melihat, tetapi juga memahami—mengaitkan kondisi aktual di lapangan dengan konsep teoritis yang telah dipelajari. Diskusi interaktif di tengah area proyek menjadi momen penting dalam memperdalam pemahaman kritis mereka.
Lebih dari sekadar kegiatan akademik, kuliah lapangan ini juga sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Penerapan prinsip K3 dan QHSSE secara ketat mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan memastikan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Pembangunan fasilitas kesehatan modern seperti CMU RSUP Dr. Sardjito berkontribusi pada SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Dari sisi teknis, praktik stabilitas galian yang aman dan terencana mencerminkan dukungan terhadap SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) dalam pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan. Selain itu, pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman ini merupakan implementasi nyata SDG 4 (Quality Education), karena menghadirkan pendidikan yang relevan, aplikatif, dan terhubung langsung dengan kebutuhan industri.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa DTSL FT UGM terus berinovasi dalam metode pembelajaran. Dengan membawa mahasiswa langsung ke lapangan dan mempertemukan mereka dengan praktisi profesional, jarak antara teori dan praktik semakin dipersempit. Harapannya, pengalaman ini tidak hanya memperkaya wawasan teknis, tetapi juga membentuk lulusan yang kompeten, adaptif, serta memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan dan keberlanjutan.
Melalui langkah ini, DTSL UGM tidak hanya mencetak insinyur masa depan, tetapi juga agen perubahan yang siap berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan. (Sumber: humas DTSL)