Prestasi Gemilang Mahasiswa Teknik Sipil UGM, Tim Perancang Brotoseno Raih Juara 2 KJI 2025 Kategori Jembatan Pelengkung

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengukir prestasi membanggakan di ajang paling bergengsi teknik sipil tingkat nasional, Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) Tahun 2025. Tim Perancang Brotoseno sukses mengamankan gelar Juara 2 pada kategori Jembatan Pelengkung (Arch Bridge). Kemenangan ini turut melengkapi kejayaan UGM tahun ini yang berhasil membawa pulang gelar juara dari kedua kategori utama, yakni Rangka Baja (Truss) dan Pelengkung (Arch), sekaligus menjadi pencapaian luar biasa bagi Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) UGM.

Dalam kompetisi tersebut, Tim Perancang Brotoseno menghadirkan inovasi jembatan bernama “Prabajaya”. Jembatan ini dirancang dengan prinsip optimasi, kekokohan (robustness), dan keberlanjutan melalui penerapan alur kerja Building Information Modeling (BIM) tingkat lanjut. Anggota tim, Rizki Haikal Pradana dan Emmanuelle Levy Heryanto, memelopori dokumentasi teknis dan perencanaan metode konstruksi.

Keunggulan utama dari Jembatan Prabajaya terletak pada implementasi teknologi dan analisis struktural yang sangat detail mencakup perencanaan struktur untuk model makro dan mikro. Terdapat tiga poin inovasi utama yang dibawa oleh Tim Perancang Brotoseno:

  • Optimasi Metaheuristik (Analisis Global): Tim mengembangkan skrip Genetic Algorithm (GA) secara mandiri menggunakan pemrograman VBA yang terintegrasi dengan SAP2000 OAPI. Proses ini mengotomatisasi analisis terhadap 400 konfigurasi unik dalam 10 generasi (menggunakan prinsip crossover dan mutation) untuk menemukan konfigurasi struktur dengan nilai fitness yang paling optimal.
  • Advanced FEA & Topology Optimization: Kekakuan rotasional dan kapasitas sambungan jembatan diverifikasi menggunakan IDEA StatiCa, yang disilang-cek dengan perhitungan manual Excel untuk memastikan pemodelan boundary condition yang akurat di SAP2000. Untuk efisiensi material, tim memanfaatkan ABAQUS CAE guna melakukan Topology Optimization, yang berhasil mereduksi volume pelat sambungan hingga 20% (sekitar 1/3 dari total berat) tanpa mengurangi kapasitas maupun kekakuan struktur.
  • Implementasi BIM & Sekuens Konstruksi: Untuk memastikan tidak adanya benturan antarelemen (clash detection) dan menghasilkan gambar fabrikasi yang presisi, tim menggunakan Revit dan Enscape yang dihubungkan melalui VBA ke model analitikal.

Setelah melalui fase perancangan digital yang matang, Jembatan Prabajaya kemudian difabrikasi dan dirakit langsung oleh tim di Laboratorium Struktur UGM.

Keberhasilan Tim Perancang Brotoseno ini tidak lepas dari arahan dosen pembimbing, Bapak Angga Fajar, dedikasi tim kru, serta dukungan penuh dari DTSL. Pengalaman merancang Jembatan Prabajaya menjadi pembuktian nyata atas ketangguhan, inovasi, dan kemampuan adaptasi mahasiswa UGM dalam mengaplikasikan ilmu teknik sipil modern di level tertinggi. (Sumber: Tim Tim Perancang Brotoseno/humas DTSL)

© DTSL - UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jumlah Pendownload 2