Kuliah Umum Mechanically Stabilized Earth Wall Using Geosynthetics Countermeasures For Landslide And Slope Stabilization Under Seismic Loading
Berita DTSBerita MTSBerita TSFoto DTSLRilis Berita Jumat, 22 Mei 2026
Kuliah Umum Mechanically Stabilized Earth Wall Using Geosynthetics Countermeasures For Landslide And Slope Stabilization Under Seismic Loading
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kuliah umum bertajuk Mechanically Stabilized Earth Wall Using Geosynthetics Countermeasures For Landslide And Slope Stabilization Under Seismic Loading: Basic Design and Construction Method pada Senin, 18 Mei 2026 di Ruang Sidang Merah DTSL FT UGM. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan teknologi geoteknik dan penerapan geosintetik dalam konstruksi modern, khususnya untuk penanganan longsor dan stabilisasi lereng pada wilayah rawan gempa.
Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa Program Sarjana Teknik Sipil yang mengambil Mata Kuliah Geosintetik, serta mahasiswa Program Magister dan Doktor dengan minat geoteknik. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat diskusi terkait penerapan Mechanically Stabilized Earth Wall (MSE Wall) sebagai solusi konstruksi yang efektif, efisien, dan berkelanjutan dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Hadir sebagai pembicara utama, Ir. Dandung Sri Harninto, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan materi mengenai konsep dasar desain, metode konstruksi, hingga studi kasus penerapan geosintetik pada stabilisasi lereng dan penanggulangan longsor akibat beban seismik. Beliau merupakan Direktur Utama PT. Geoforce Indonesia sekaligus alumni Teknik Sipil UGM yang telah berpengalaman dalam berbagai proyek geoteknik dan rekayasa lereng di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan praktis mengenai teknologi geosintetik dan implementasinya di dunia industri konstruksi. Selain memperkuat pemahaman akademik, kuliah umum ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia profesional, sehingga mampu mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang geoteknik dan rekayasa infrastruktur berkelanjutan. (Sumber: humas DTSL)


