
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengukir prestasi membanggakan di ajang paling bergengsi teknik sipil tingkat nasional, Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) Tahun 2025. Tim Perancang Brotoseno sukses mengamankan gelar Juara 2 pada kategori Jembatan Pelengkung (Arch Bridge). Kemenangan ini turut melengkapi kejayaan UGM tahun ini yang berhasil membawa pulang gelar juara dari kedua kategori utama, yakni Rangka Baja (Truss) dan Pelengkung (Arch), sekaligus menjadi pencapaian luar biasa bagi Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) UGM.
Dalam kompetisi tersebut, Tim Perancang Brotoseno menghadirkan inovasi jembatan bernama “Prabajaya”. Jembatan ini dirancang dengan prinsip optimasi, kekokohan (robustness), dan keberlanjutan melalui penerapan alur kerja Building Information Modeling (BIM) tingkat lanjut. Anggota tim, Rizki Haikal Pradana dan Emmanuelle Levy Heryanto, memelopori dokumentasi teknis dan perencanaan metode konstruksi.
Keunggulan utama dari Jembatan Prabajaya terletak pada implementasi teknologi dan analisis struktural yang sangat detail mencakup perencanaan struktur untuk model makro dan mikro. Terdapat tiga poin inovasi utama yang dibawa oleh Tim Perancang Brotoseno:
Setelah melalui fase perancangan digital yang matang, Jembatan Prabajaya kemudian difabrikasi dan dirakit langsung oleh tim di Laboratorium Struktur UGM.
Keberhasilan Tim Perancang Brotoseno ini tidak lepas dari arahan dosen pembimbing, Bapak Angga Fajar, dedikasi tim kru, serta dukungan penuh dari DTSL. Pengalaman merancang Jembatan Prabajaya menjadi pembuktian nyata atas ketangguhan, inovasi, dan kemampuan adaptasi mahasiswa UGM dalam mengaplikasikan ilmu teknik sipil modern di level tertinggi. (Sumber: Tim Tim Perancang Brotoseno/humas DTSL)