Mekanika Dasar – Prof Teuku Faisal Fathani
Buku Ajarkbk-geotek Kamis, 23 Juli 2026
MEKANIKA TANAH DASAR
Judul: Mekanika Tanah Dasar
Penulis: Teuku Faisal Fathani
Harga: -
ISBN: Dalam Proses Pengajuan
Jumlah Halaman: 156 halaman
Dimensi buku: 15,5 x 23 cm
Tebal Buku: 1 cm
SINOPSIS:
Buku ini berisi pengenalan umum tentang mekanika tanah, yaitu permasalahan-permasalahan yang sering dihadapi di lapangan beserta aplikasinya beserta latihan soalnya. Buku ini disusun sedemikian rupa untuk menjadi dasar pada keilmuan geoteknik yang lebih lanjut, seperti Mekanika Tanah 2, Teknik Fondasi 1 dan 2, Mekanika Batuan, dan cabang-cabang yang lainnya.
Pelantikan Pengurus KATSGAMA Periode 2026–2029, Perkuat Kolaborasi Alumni untuk Kemajuan Almamater
Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Rabu, 22 Juli 2026
Pelantikan Pengurus KATSGAMA Periode 2026–2029, Perkuat Kolaborasi Alumni untuk Kemajuan Almamater
Keluarga Alumni Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (KATSGAMA) secara resmi melantik Pengurus Periode 2026–2029 pada Kamis, 16 Juli 2026, bertempat di Hotel Swiss-Belinn Cawang, Jakarta. Pada kepengurusan yang baru ini, Verly Widiantoro (KATSGAMA 2001) dipercaya sebagai Ketua Umum. Adapun Aditia Kesuma Negara D. (KATSGAMA 2004) menjabat sebagai Wakil Ketua I yang membawahi wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat, sedangkan Bimo Esmunantyo menjabat sebagai Wakil Ketua II yang mengoordinasikan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Pelantikan ini menjadi tonggak awal kepengurusan baru dalam memperkuat jejaring alumni serta meningkatkan kontribusi KATSGAMA bagi almamater dan pembangunan nasional.





Prosesi pelantikan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus KATSGAMA periode 2026–2029, para pembina alumni, serta pimpinan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Hadir dalam kesempatan tersebut mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), M. Basuki Hadimuljono, yang merupakan pembina alumni, serta sejumlah mantan pengurus KATSGAMA, di antaranya Mursyid Suyadi dan Dandung S. Harninto. Turut hadir pula Wakil Dekan Fakultas Teknik UGM Prof. Ali Awaludin dan Ketua Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan FT UGM Prof. M. Zudhy Irawan sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi yang terus terjalin antara alumni dan almamater.
Melalui kepengurusan baru ini, KATSGAMA diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai organisasi alumni yang mampu membangun kolaborasi lintas angkatan, memperluas jejaring profesional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi yang erat antara alumni, mahasiswa, dan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UGM diharapkan dapat melahirkan berbagai program strategis yang mendukung kemajuan almamater sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan infrastruktur dan masyarakat Indonesia.
Dalam periode kepengurusan 2026–2029, KATSGAMA mengusung struktur organisasi yang terdiri atas delapan bidang strategis untuk mengakomodasi berbagai program dan kebutuhan alumni. Delapan bidang tersebut meliputi Bidang I Keanggotaan dan Pengurus Angkatan yang diketuai Dipo Handoko (KATSGAMA 1989), Bidang II Pengembangan Karir dan Kesejahteraan Alumni yang dipimpin Andy Artha (KATSGAMA 1998), Bidang III Pengembangan Usaha dan Penggalangan Dana yang diketuai Iwan Hermawan (KATSGAMA 1998), serta Bidang IV Pengembangan Mahasiswa dan Kampus di bawah kepemimpinan Neil Andika (KATSGAMA 2009). Selain itu terdapat Bidang V Pengembangan Kewirausahaan Alumni yang diketuai Luki Danardi (KATSGAMA 2003), Bidang VI Komunitas, Seni, dan Olahraga yang dipimpin Hari Purnama (KATSGAMA 2002), Bidang VII Kerja Sama Antar Lembaga, Sosial, dan Hubungan Masyarakat yang diketuai P. Budi Kartiko (KATSGAMA 1997), serta Bidang VIII Penelitian, Advokasi, dan Kajian Kebijakan Strategis yang dipimpin Abdul Muthalib (KATSGAMA 1989).
(Sumber: humas DTSL)



Berita Lainnya
Kemenhub x Program Pemagangan Nasional Kementerian Ketenagakerjaan Angkatan 2
Kerja Praktek Rabu, 22 Juli 2026
📅 Periode Pendaftaran: 16 - 28 Juli 2026
📌 Syarat:
- Warga Negara Indonesia
- Lulusan Diploma/Sarjana maksimal 1 tahun sejak kelulusan berdasarkan data PDDIKTI Kemendiktisaintek
Daftar sekarang juga di
➡️ bit.ly/PTKBiroSDMO untuk posisi Penelaah Teknis Kebijakan
➡️ bit.ly/PPUBiroSDMO untuk posisi Perancang Perundang-Undangan
Bangkitkan Asa Masyarakat Desa: KKN UGM–UNTAD Kembali Hadir di Donggala
Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDARilis Berita Selasa, 7 Juli 2026
Bangkitkan Asa Masyarakat Desa: KKN UGM–UNTAD Kembali Hadir di Donggala
“Dulu kami hampir kehilangan harapan. Selama 14 tahun bendung ini rusak, sawah kami kekurangan air, dan kehidupan masyarakat ikut terpuruk. Alhamdulillah, sekarang harapan itu hidup kembali.”
Dengan mata berkaca-kaca, Kepala Desa Limboro, Kifli, mengenang perubahan besar yang dialami desanya. Bagi masyarakat Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, keberhasilan memperbaiki bendung irigasi bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menjadi titik balik kebangkitan masyarakat menuju kemandirian dan ketahanan pangan.
Kisah tersebut bermula dari Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Tadulako (UNTAD) tahun lalu yang dibimbing oleh dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL), Fakultas Teknik UGM. Mahasiswa KKN berhasil menginisiasi gerakan gotong royong masyarakat untuk memperbaiki bendung irigasi yang telah rusak selama sekitar 14 tahun.
Tanpa alat berat dan tanpa anggaran yang besar, masyarakat bersama mahasiswa bergandengan tangan memperbaiki bendung yang selama bertahun-tahun terbengkalai. Hasilnya, sekitar 43 hektare sawah kembali memperoleh air irigasi. Pada musim panen pertama setelah bendung berfungsi, produktivitas padi mencapai hingga 8 ton per hektare, menghadirkan harapan baru bagi para petani.
Dampak keberhasilan tersebut tidak berhenti pada sektor pertanian. Industri kecil di desa ikut bergeliat. Penggilingan padi kembali beroperasi, usaha penyedia sarana produksi pertanian berkembang, aktivitas perdagangan meningkat, dan perputaran ekonomi desa mulai tumbuh seiring pulihnya produksi pertanian.
Yang paling membanggakan, menurut Kifli, adalah bangkitnya kembali semangat gotong royong masyarakat.
“Selama bertahun-tahun kami menunggu bantuan. Ternyata perubahan justru dimulai ketika masyarakat bergerak bersama. Mahasiswa KKN yang datang jauh dari Yogyakarta mengajarkan kami untuk kembali percaya pada kekuatan kebersamaan,” ungkapnya.
Kebangkitan tersebut juga menghidupkan kembali kelembagaan lokal. Lembaga adat pengelola irigasi kembali aktif di bawah kepemimpinan Bangunasa, tokoh adat yang mengatur tata kelola air dan tata budi daya pertanian berdasarkan nilai-nilai budaya lokal. Peran kelembagaan adat ini menjadi modal sosial yang penting untuk menjaga keberlanjutan sistem irigasi sekaligus memperkuat kehidupan masyarakat.
Keberhasilan di Desa Limboro menjadi salah satu alasan mengapa pada bulan Juli tahun ini Program KKN Kolaborasi UGM–UNTAD kembali dilaksanakan di Kecamatan Banawa Tengah. Sebanyak 30 mahasiswa UGM dan 30 mahasiswa UNTAD diterjunkan untuk bekerja bersama masyarakat di Desa Towale dan Desa Limboro.
Kehadiran mahasiswa tahun ini bukan sekadar mengulang program sebelumnya, melainkan melanjutkan proses pemberdayaan masyarakat yang telah dimulai. Berbagai program telah disiapkan, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pengembangan perikanan dan rumput laut, pemberdayaan UMKM, konservasi lingkungan, penguatan kelembagaan desa, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Kisah bendung irigasi Limboro hanyalah satu dari puluhan program yang telah dan sedang dilaksanakan mahasiswa KKN UGM–UNTAD di Donggala. Di balik setiap program terdapat proses belajar bersama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat untuk menemukan solusi yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan lokal.
Bagi DTSL FT UGM, KKN bukan hanya wahana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga laboratorium nyata penerapan ilmu keteknikan untuk menjawab persoalan masyarakat. Keberhasilan Limboro menunjukkan bahwa ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan gotong royong, kepemimpinan lokal, dan semangat kolaborasi, perubahan yang berkelanjutan dapat diwujudkan.
Panen raya kedua yang akan berlangsung pada bulan Juli ini menjadi simbol bahwa benih yang ditanam mahasiswa KKN tahun lalu telah tumbuh menjadi harapan baru bagi masyarakat. Harapannya, kolaborasi UGM, UNTAD, pemerintah daerah, dan masyarakat Donggala akan terus melahirkan inovasi-inovasi yang memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan, serta membangun desa yang mandiri dan berkelanjutan.
(sumber: humas DTSL)
Dari Hunian ke Ruang Bersama: Kontribusi Dosen DTSL UGM Mengembangkan Model Pemulihan Pascabencana Berbasis Material Lokal
Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Selasa, 7 Juli 2026
Dari Hunian ke Ruang Bersama: Kontribusi Dosen DTSL UGM Mengembangkan Model Pemulihan Pascabencana Berbasis Material Lokal
Ketika banjir bandang surut, proses pemulihan baru saja dimulai. Selain membangun kembali rumah yang rusak, masyarakat juga membutuhkan ruang untuk kembali beraktivitas, beribadah, bermusyawarah, memperoleh layanan kesehatan, hingga menjalankan berbagai kegiatan bersama. Dalam konteks inilah, peran rekayasa teknik sipil tidak berhenti pada pembangunan sebuah struktur, tetapi juga merancang solusi yang mendukung pulihnya kehidupan masyarakat secara bertahap.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam berbagai upaya pemulihan pascabencana. Melalui kolaborasi di Group Penelitian TANGGUH Fakultas Teknik UGM, Dr. Ashar Saputra dan Dr. Rafif Zufarihsan bersama peneliti lintas disiplin mengembangkan model fasilitas publik sementara yang memanfaatkan material lokal sebagai solusi konstruksi yang adaptif terhadap kondisi lapangan.
Implementasi terbaru dilakukan di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang melalui pembangunan Balai Warga yang berfungsi sebagai community center. Berlokasi di sekitar masjid desa, bangunan ini dirancang sebagai ruang multifungsi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan, posyandu, pemeriksaan kesehatan, musyawarah warga, penyaluran bantuan, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari setelah terdampak banjir bandang.
Balai Warga tersebut bukan merupakan proyek yang berdiri sendiri. Pengembangannya berangkat dari pengalaman Group Penelitian TANGGUH dalam mendampingi masyarakat terdampak banjir di Aceh Utara. Pada tahap sebelumnya, tim berhasil membangun lebih dari 100 hunian sementara serta Balai Masjid dengan memanfaatkan kayu hanyutan yang tersedia di lokasi bencana. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa material yang sebelumnya dipandang sebagai sisa bencana dapat diolah menjadi bagian dari solusi pemulihan yang cepat, efisien, dan sesuai dengan kondisi setempat.
Berbekal pengalaman tersebut, tim mengembangkan pendekatan konstruksi yang sederhana dan mudah diterapkan. Struktur bangunan dirancang menggunakan elemen-elemen kayu yang dapat dirakit dengan peralatan dasar seperti palu, gergaji, paku, serta bor sederhana apabila diperlukan. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat terlibat langsung dalam proses pembangunan sekaligus membuka peluang agar model yang sama dapat direplikasi di wilayah terdampak bencana lainnya.
Bagi dosen-dosen DTSL yang terlibat, pendekatan tersebut mencerminkan bagaimana kepakaran teknik sipil dapat diterjemahkan menjadi solusi yang aplikatif. Rekayasa struktur tidak hanya berorientasi pada aspek kekuatan dan keamanan bangunan, tetapi juga mempertimbangkan ketersediaan material, kemudahan pelaksanaan, efisiensi konstruksi, serta keberlanjutan pemanfaatannya oleh masyarakat.
Kontribusi tersebut juga merupakan bagian dari konsistensi penerapan kepakaran Dr. Ashar Saputra dalam bidang rekayasa struktur. Sebelumnya, ia terlibat dalam pengembangan Rumah Instan Struktur Baja (RISBA) untuk mendukung pemulihan pascabencana di Pulau Adonara, Nusa Tenggara Timur, serta berkontribusi dalam konstruksi Bamboo Dome pada penyelenggaraan KTT G20 di Bali. Berbagai pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan rekayasa struktur yang dikembangkan dapat diterapkan pada beragam konteks, mulai dari pembangunan infrastruktur berskala internasional hingga pemulihan masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Melalui kolaborasi lintas disiplin, kontribusi dosen DTSL dalam Group Penelitian TANGGUH menunjukkan bahwa ilmu teknik sipil tidak hanya menghasilkan inovasi di ruang laboratorium atau ruang kelas. Kepakaran tersebut terus berkembang melalui penerapannya di lapangan, menjawab tantangan nyata yang dihadapi masyarakat, serta menghasilkan model pemulihan yang dapat dipelajari dan dikembangkan lebih lanjut di berbagai wilayah Indonesia (sumber: humas DTSL)
Lowongan Kerja dari CV Karya Hidup Sentosa (Quick Traktor)
Lowongan Kerja Jumat, 3 Juli 2026

Prestasi Tim Sotugyōsei Teknik Sipil UGM Meraih Juara 1 Geotechnical Engineering Competition 2026
Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLPrestasi MahasiswaRilis Berita Jumat, 19 Juni 2026
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah perlombaan Geotechnical Engineering Competition 2026. Tim sotugyōsei merupakan tim yang diketuai oleh Abdurrahman Ghoni Halim (Teknik Sipil 2024) dan beranggotakan Rizki Rahmat Kurniawan (Teknik Sipil 2024) dan Zaki Bintang Nuswantoro (Teknik Sipil 2024) didampingi oleh Dr.Eng. Ir. Sito Ismanti, S.T., M.Eng., IPM. telah berhasil meraih gelar Juara 1 pada kompetisi bergengsi tersebut. Kompetisi ini diadakan oleh Universitas Widyatama.

Tim sotugyōsei dalam kompetisi tersebut mengangkat inovasi berjudul “Perkuatan Lereng dengan Integrasi Soil Nailing dan Drainase Horizontal”. Inovasi tersebut dilatarbelakangi oleh permasalahan kestabilan lereng yang kerap terjadi di wilayah Indonesia, khususnya pada daerah dengan kondisi tanah yang rentan terhadap longsor akibat curah hujan tinggi dan beban dinamis. Tim sotugyōsei mengintegrasikan dua metode perkuatan lereng sekaligus, yaitu soil nailing sebagai elemen struktural penahan tanah dan sistem drainase horizontal untuk mengelola tekanan air pori di dalam massa tanah. Soil nailing diimplementasikan dengan analisis mendalam terhadap geometri lereng, jenis tanah, serta beban yang bekerja, sehingga konfigurasi paku tanah dapat dioptimalkan secara efektif. Sementara itu, drainase horizontal dirancang untuk menurunkan muka air tanah dan mengurangi tekanan hidrostatis yang menjadi salah satu faktor pemicu kelongsoran. Pada tahap implementasinya, solusi ini dirancang agar dapat diterapkan secara praktis oleh tenaga ahli di lapangan dengan mempertimbangkan aspek keekonomisan dan keberlanjutan.
Geotechnical Engineering Competition 2026 merupakan kompetisi nasional di bidang geoteknik yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pada tahap seleksi, Tim sotugyōsei mengumpulkan laporan teknis yang memuat detail desain, analisis stabilitas lereng, serta perhitungan kebutuhan material secara komprehensif. Babak final diselenggarakan di Universitas Widyatama dan diikuti oleh sejumlah tim finalis terbaik dari berbagai institusi. Tim sotugyōsei berhasil menyisihkan seluruh pesaing dan meraih peringkat pertama setelah memaparkan inovasi mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi bidang geoteknik, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berjalan dengan sangat baik.
(Sumber: Tim sotugyōsei/Humas DTSL)
Prestasi Tim Izin Tampil Cayank Meraih Juara 1 Perlombaan Innovative Essay Competition The 23rd Civil Engineering National Summit Universitas Indonesia
Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLPrestasi MahasiswaRilis Berita Jumat, 19 Juni 2026
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membuat prestasi di ajang perlombaan Innovative Essay Competition The 23rd Civil Engineering National Summit Universitas Indonesia. Tim Izin Tampil Cayank merupakan tim yang diketuai oleh Nurfadlilla Tri Warda (Teknik Sipil 2024) dengan beranggotakan Khansa Aqilla Putri (Teknik Sipil 2024) dan Zihan Nisa’ Ayu Salsabila (Teknik Infrastruktur Lingkungan 2024) serta didampingi oleh Ibu Ir. Endita Prima Ari Pratiwi, S.T., M.T., Ph.D., IPM., telah mendapatkan gelar Juara 1 dan Favorite Infografis pada kompetisi tersebut. Kompetisi tersebut diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Sipil Universitas Indonesia.

Tim Izin Tampil Cayank dalam kompetisi tersebut membuat inovasi essay berjudul “TIDESHIELD: Integrasi Curved Eco-Concrete Living Seawall dan Smart Water Control untuk Pengendalian Banjir Rob dan Penurunan Tanah”. TIDESHIELD merupakan inovasi infrastruktur pesisir terpadu yang mengintegrasikan Curved Eco-Concrete Living Seawall dengan sistem Smart Water Control berbasis Internet of Things (IoT) untuk mengatasi banjir rob dan penurunan muka tanah di Jakarta Utara. Berbeda dengan seawall konvensional, TIDESHIELD menggunakan eco-concrete ramah lingkungan dengan tekstur berpori yang tidak hanya mampu mereduksi energi gelombang dan mencegah overtopping, tetapi juga mendukung pertumbuhan biota laut sehingga menciptakan ekosistem pesisir yang lebih berkelanjutan. Inovasi ini diperkuat dengan penggunaan piled raft foundation yang meningkatkan stabilitas struktur pada tanah aluvial lunak serta sistem polder, kolam retensi, pompa, dan pintu air otomatis yang bekerja secara real-time berdasarkan sensor ketinggian muka air. Keunggulan utama karya ini terletak pada pendekatan multidisiplin yang menggabungkan rekayasa teknik sipil, eco-engineering, teknologi digital, dan collaborative governance sehingga menghasilkan solusi adaptif, resilien, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan banjir rob di kawasan pesisir.
Melalui inovasi TIDESHIELD, kami berharap dapat memberikan solusi nyata yang adaptif dan ramah lingkungan dalam mengatasi banjir rob di pesisir Jakarta. Pencapaian dalam ajang Innovative Essay Competition The 23rd CENS UI ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berinovasi dan berkolaborasi demi pembangunan infrastruktur Indonesia yang berkelanjutan
Kompetisi ini dilaksanakan dalam rentang bulan Maret hingga Mei 2026 yang terdiri dari penyisihan awal, CENScussion bersama TOP 10, serta Final Presentation. Tahap top 5 diikuti oleh 5 finalis yang berasal dari berbagai universitas terbaik di Indonesia seperti, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indoenesia, dan Universita Diponegoro. Tim Izin Tampil Cayank berhasil memperoleh Juara 1 dan Favorite Infographis dalam penguman final yang dilaksanakan pada 13 Mei 2026 lalu.
(Sumber: Prestasi Tim Izin Tampil Cayank/Humas DTSL)



