Prestasi Tim Sotugyōsei Teknik Sipil UGM Meraih Juara 1 Geotechnical Engineering Competition 2026
Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLPrestasi MahasiswaRilis Berita Jumat, 19 Juni 2026
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah perlombaan Geotechnical Engineering Competition 2026. Tim sotugyōsei merupakan tim yang diketuai oleh Abdurrahman Ghoni Halim (Teknik Sipil 2024) dan beranggotakan Rizki Rahmat Kurniawan (Teknik Sipil 2024) dan Zaki Bintang Nuswantoro (Teknik Sipil 2024) didampingi oleh Dr.Eng. Ir. Sito Ismanti, S.T., M.Eng., IPM. telah berhasil meraih gelar Juara 1 pada kompetisi bergengsi tersebut. Kompetisi ini diadakan oleh Universitas Widyatama.

Tim sotugyōsei dalam kompetisi tersebut mengangkat inovasi berjudul “Perkuatan Lereng dengan Integrasi Soil Nailing dan Drainase Horizontal”. Inovasi tersebut dilatarbelakangi oleh permasalahan kestabilan lereng yang kerap terjadi di wilayah Indonesia, khususnya pada daerah dengan kondisi tanah yang rentan terhadap longsor akibat curah hujan tinggi dan beban dinamis. Tim sotugyōsei mengintegrasikan dua metode perkuatan lereng sekaligus, yaitu soil nailing sebagai elemen struktural penahan tanah dan sistem drainase horizontal untuk mengelola tekanan air pori di dalam massa tanah. Soil nailing diimplementasikan dengan analisis mendalam terhadap geometri lereng, jenis tanah, serta beban yang bekerja, sehingga konfigurasi paku tanah dapat dioptimalkan secara efektif. Sementara itu, drainase horizontal dirancang untuk menurunkan muka air tanah dan mengurangi tekanan hidrostatis yang menjadi salah satu faktor pemicu kelongsoran. Pada tahap implementasinya, solusi ini dirancang agar dapat diterapkan secara praktis oleh tenaga ahli di lapangan dengan mempertimbangkan aspek keekonomisan dan keberlanjutan.
Geotechnical Engineering Competition 2026 merupakan kompetisi nasional di bidang geoteknik yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pada tahap seleksi, Tim sotugyōsei mengumpulkan laporan teknis yang memuat detail desain, analisis stabilitas lereng, serta perhitungan kebutuhan material secara komprehensif. Babak final diselenggarakan di Universitas Widyatama dan diikuti oleh sejumlah tim finalis terbaik dari berbagai institusi. Tim sotugyōsei berhasil menyisihkan seluruh pesaing dan meraih peringkat pertama setelah memaparkan inovasi mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi bidang geoteknik, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berjalan dengan sangat baik.
(Sumber: Tim sotugyōsei/Humas DTSL)










