DTSL FT UGM Luncurkan Panduan K3L, Tegaskan Komitmen Budaya Keselamatan dan Keberlanjutan
Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TerbaruBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Senin, 23 Februari 2026
DTSL FT UGM Luncurkan Panduan K3L, Tegaskan Komitmen Budaya Keselamatan dan Keberlanjutan
Yogyakarta, Kamis, 12 Februari 2026 – Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada secara resmi meluncurkan Panduan K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan) dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Selasar KMTS DTSL FT UGM. Kegiatan ini bertepatan dengan penutupan Bulan K3 Nasional yang berlangsung setiap 12 Januari hingga 12 Februari, sehingga menjadi momentum reflektif sekaligus strategis dalam memperkuat budaya keselamatan di lingkungan akademik.
Peluncuran panduan ini merupakan langkah nyata DTSL FT UGM dalam memastikan seluruh aktivitas tridarma perguruan tinggi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan menjunjung tinggi prinsip keselamatan kerja dan kepedulian lingkungan. Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah nyata mewujudkan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim)
Komitmen Institusi terhadap Budaya K3L
Acara dimulai pukul 11.00 WIB dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari Prof. Dr. Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc., IPU., ASEAN.Eng, yang menegaskan bahwa aspek keselamatan bukan hanya kewajiban administratif, tetapi bagian dari budaya dan integritas institusi.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi teknik yang memiliki intensitas kegiatan laboratorium, kerja lapangan, dan proyek kolaboratif yang tinggi, DTSL harus menjadi teladan dalam penerapan standar K3L yang sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. Eng. Muhammad Zudhy Irawan, S.T., M.T., yang menekankan pentingnya integrasi prinsip K3L ke dalam proses pembelajaran dan riset. Beliau menyampaikan bahwa mahasiswa teknik sipil dan lingkungan tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran risiko, tanggung jawab profesional, serta kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. Beliau juga mengapresiasi atas terwujudnya panduan K3L di DTSL FT UGM, diharapkan ini menjadi awal bagi DTSL untuk menciptakan budaya K3L di lingkungan Perguruan Tinggi.
Peresmian Panduan dan Simbol Implementasi
Puncak acara ditandai dengan Penandatanganan Peresmian Buku Panduan K3L DTSL FT UGM. Dokumen panduan ini disusun sebagai acuan resmi dalam pelaksanaan aktivitas akademik dan non-akademik, mencakup:
- Standar keselamatan laboratorium
- Prosedur kerja lapangan dan kunjungan proyek
- Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD)
- Protokol tanggap darurat
- Pengelolaan limbah dan aspek lingkungan
- Mekanisme pelaporan insiden dan evaluasi berkala
Sebagai simbol komitmen implementasi, dilakukan pula penyerahan APD (Alat Pelindung Diri) secara simbolis. Momentum ini menegaskan bahwa penerapan K3L bukan sekadar dokumen tertulis, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata di lapangan.
Selanjutnya, dilakukan Penandatanganan Komitmen Bersama Implementasi K3L oleh pimpinan dan perwakilan sivitas akademika. Penandatanganan ini menjadi deklarasi kolektif bahwa keselamatan dan keberlanjutan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya unit atau individu tertentu. Dalam kesempatan tersebut disampaikan secara sekilas isi Panduan K3L DTSL FT UGM dan Golden Rules oleh ketua tim penyusun Dr. Ir. Angga Trisna Yudhistira ,S.T.,M.Eng., IPM.,ACPE
Momentum Akhir Bulan K3 Nasional
Pelaksanaan launching pada tanggal 12 Februari 2026 memiliki makna khusus karena bertepatan dengan penutupan Bulan K3 Nasional (12 Januari–12 Februari). Momentum ini memperkuat pesan bahwa semangat K3 tidak berhenti pada seremoni tahunan, melainkan harus menjadi budaya yang hidup dalam keseharian aktivitas akademik.
Dengan kompleksitas kegiatan di bidang teknik sipil dan lingkungan—mulai dari pengujian material, eksperimen struktur, transportasi, sumber daya air, hingga rekayasa lingkungan—penerapan K3L menjadi kebutuhan mendasar untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja, menjaga kesehatan sivitas akademika, serta memastikan keberlanjutan lingkungan.
Penutup dan Harapan Ke Depan
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan makan siang sebagai ajang silaturahmi serta penguatan sinergi antar sivitas akademika. Suasana kebersamaan yang terbangun mencerminkan semangat kolaboratif dalam mewujudkan DTSL FT UGM sebagai lingkungan akademik yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
Melalui peluncuran Panduan K3L ini, DTSL FT UGM menegaskan komitmennya untuk:
- Mewujudkan zero accident culture
- Meningkatkan literasi keselamatan bagi mahasiswa dan dosen
- Mengintegrasikan prinsip K3L dalam kurikulum dan riset
- Mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
DTSL FT UGM percaya bahwa keunggulan akademik harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab keselamatan dan lingkungan. Peluncuran Panduan K3L ini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi insinyur yang profesional, beretika, dan berwawasan keberlanjutan. (Sumber: humas DTSL)











