• Tentang UGM
  • Brand UGM
  • FT UGM
  • Pusat TI
  • Riset
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Simeru
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
  • Tentang UGM
  • Brand UGM
  • FT UGM
  • Pusat TI
  • Riset
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Simeru
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sejarah
    • Tentang Teknik Sipil
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Manajemen
    • Struktur Organisasi
    • Advisory Board DTSL
    • Dosen
    • Tenaga Kependidikan
  • PROGRAM STUDI
    • International Undergraduate Program
    • Sarjana Teknik Sipil
    • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
    • Sarjana Teknik Sumber Daya Air
    • Magister Teknik Sipil
    • Magister Sistem dan Teknik Transportasi
    • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam
    • Doktor Teknik Sipil
  • KERJASAMA
    • Kerjasama
    • Kerjasama Dalam Negri
    • Kerjasama Luar Negri
  • KARYA DOSEN
    • Paten
    • Buku
    • Hak Cipta
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • Laboratorium
      • Lab. Bahan Bangunan
      • Lab. Struktur
      • Lab. Hidraulika
      • Lab. Mekanika Tanah
      • Lab. Transportasi
      • Lab. Penyehatan
      • Lab. Komputasi
      • Lab. Manajemen Proyek Konstruksi
    • Layanan
    • Informasi
      • Beasiswa
      • Magang
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Lain
  • AKTIVITAS
    • Journal of the Civil Engineering Forum (JCEF)
    • Simposium Nasional Teknologi Infrastruktur (SNTI)
    • Keluarga Mahasiswa (KMTSL)
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Kegiatan Kemahasiswaan
    • Alumni Teknik Sipil (KATSGAMA)
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sejarah
    • Tentang Teknik Sipil
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Manajemen
    • Struktur Organisasi
    • Advisory Board DTSL
    • Dosen
    • Tenaga Kependidikan
  • PROGRAM STUDI
    • International Undergraduate Program
    • Sarjana Teknik Sipil
    • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
    • Sarjana Teknik Sumber Daya Air
    • Magister Teknik Sipil
    • Magister Sistem dan Teknik Transportasi
    • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam
    • Doktor Teknik Sipil
  • KERJASAMA
    • Kerjasama
    • Kerjasama Dalam Negri
    • Kerjasama Luar Negri
  • KARYA DOSEN
    • Paten
    • Buku
    • Hak Cipta
  • LAYANAN DAN INFORMASI
    • Laboratorium
      • Lab. Bahan Bangunan
      • Lab. Struktur
      • Lab. Hidraulika
      • Lab. Mekanika Tanah
      • Lab. Transportasi
      • Lab. Penyehatan
      • Lab. Komputasi
      • Lab. Manajemen Proyek Konstruksi
    • Layanan
    • Informasi
      • Beasiswa
      • Magang
      • Lowongan Kerja
    • Fasilitas Lain
  • AKTIVITAS
    • Journal of the Civil Engineering Forum (JCEF)
    • Simposium Nasional Teknologi Infrastruktur (SNTI)
    • Keluarga Mahasiswa (KMTSL)
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Kegiatan Kemahasiswaan
    • Alumni Teknik Sipil (KATSGAMA)
  • Beranda
  • Rilis Berita
  • Puluhan Bangunan di Pesisir Selatan Bantul Terancam Gelombang Tinggi

Puluhan Bangunan di Pesisir Selatan Bantul Terancam Gelombang Tinggi

  • Rilis Berita
  • 6 Juni 2017, 14.34
  • Oleh: admin
  • 0

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Puluhan bangunan di pesisir pantai selatan Bantul terancam terkena gelombang tinggi. Sebab, pekan ini diprediksi gelombang bisa sampai 5 meter.

Pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul puluhan bangunan tersebut berada di beberapa pantai.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto mengatakan gelombang abrasi sudah merusak tiga bangunan di pantai Kwaru, Bantul awal pekan ini.

“Di pantai lain tinggi tapi tidak seperti di Kwaru, tapi tidak menutup kemungkinan seminggu kedepan hal tersebut juga berimbas ke yang lain. Khususnya di pantai yang ada aktivitasnya sangat padat, terutama Depok,” kata Dwi di kantornya, Selasa (6/6/2017).

Adapun di pantai Kwaru ada sekitar 15 bangunan lain yang menurut BPBD potensinya rawan terkena gelombang.

Sementara di pantai Samas juga serupa, ada lima sampai enam bangunan yang berada di pinggir dan sangat rawan jika gelombang tinggi menerjang.

Sementara di pantau Depok ada sekitar 10 bangunan yang terancam.

Pantauan Tribun Jogja di pantai Kwaru pada Selasa (6/6/2017) siang, pantai cenderung sepi.

Bangunan yang posisinya di bibir pantai dan sangat rawan terkena gelombang beberapa sudah dikosongkan.

Posisi laut dengan bangunan begitu dekat, terlihat kerusakan di beberapa bangunan akibat gelombang dan terjadi abrasi. 

Sumber : Tribun Jogja

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan
Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika Kampus No.2 Kampus UGM Yogyakarta. Email: tsipil.ft@ugm.ac.id
© DTSL - UNIVERSITAS GADJAH MADA

MEDIA SOSIAL

Facebook Youtube Instagram