Wujudkan Kampus Berkelanjutan, Video Waste Induction DTSL FT UGM Resmi Diluncurkan

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) resmi meluncurkan program Waste Induction sebagai upaya penguatan budaya pengolahan sampah dan kepedulian lingkungan di area kampus. Peluncuran video edukasi ini dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026 di sela-sela agenda Pelatihan Keamanan, Keselamatan, Kesehatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) departemen.

Melalui tayangan video Waste Induction, seluruh civitas akademika dibekali pemahaman komprehensif mengenai tata cara pemilahan sampah langsung dari sumbernya. Video tersebut memaparkan alur penanganan berbagai kategori sampah di DTSL, mulai dari pemisahan sampah umum hingga prosedur penanganan khusus untuk limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3), seperti bahan kimia atau material medis.

Selain tata kelola limbah berbahaya, inovasi ini menyoroti pemanfaatan sampah organik yang dihasilkan di lingkungan DTSL. Seluruh sisa bahan organik diolah secara sistematis menggunakan metode composting hingga menghasilkan produk pupuk bernilai guna. Langkah ini menjadi strategi konkret departemen dalam mereduksi volume sampah organik secara mandiri dan efektif.

 

Integrasi pengelolaan limbah di DTSL juga terhubung dengan fasilitas skala fakultas, yaitu Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Grahakara Grafika FT UGM. Seluruh sampah residu yang telah terpilah dari DTSL disalurkan ke TPS3R Grahakara Grafika untuk menjalani proses pengolahan lanjutan guna meminimalkan timbulan sampah akhir.

Peluncuran video Waste Induction ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif serta membentuk kebiasaan baru bagi mahasiswa, dosen, dan staf DTSL FT UGM dalam mengelola sampah secara bijak. Melalui partisipasi aktif seluruh elemen departemen, tata kelola lingkungan kampus yang bersih, aman, dan berkelanjutan dapat terwujud secara optimal.

(Sumber: humas DTSL)