
Borong, Manggarai Timur – Tim Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada melakukan kegiatan rapid assessment pada sejumlah fasilitas pendidikan di wilayah Borong, Dampek, dan Pota, Kabupaten Manggarai Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada 2 sd 6 September 2026 oleh Dr. Ashar Saputra, Dr. Ardhya Nareswari didampingi oleh tim lapangan lintas disiplin dalam rangka mendukung upaya pemulihan pascabencana gempa Flores 2026.
Wilayah Dampek dan Pota merupakan salah satu kawasan yang mengalami dampak kerusakan infrastruktur cukup signifikan akibat gempa. Melalui pendekatan rapid assessment berbasis aplikasi digital, tim melakukan identifikasi kondisi bangunan sekolah secara cepat guna membantu pemerintah daerah dalam menentukan prioritas penanganan.



Selain melakukan assessment lapangan, tim DTSL FT UGM juga aktif berdiskusi dengan jajaran Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO), serta pemerintah daerah terkait strategi pemulihan pascabencana. Dalam berbagai kesempatan tersebut, tim berbagi pengalaman penanganan bencana yang pernah dilakukan UGM di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Lombok, Palu, dan Yogyakarta.
Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya menerapkan pendekatan pemulihan berbasis partisipasi masyarakat. Pengalaman rehabilitasi pasca Gempa Yogyakarta 2006 menunjukkan bahwa pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan kembali tidak hanya mempercepat pemulihan fisik, tetapi juga membantu menggerakkan perekonomian lokal dan memperkuat rasa kepemilikan terhadap hasil pembangunan.
Tim juga memberikan sejumlah masukan terkait pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak. Mengingat ketersediaan sumber daya lokal yang melimpah di Nusa Tenggara Timur, penggunaan material bambu dinilai sebagai alternatif yang layak dipertimbangkan. Selain ekonomis, material ini mudah diperoleh, dapat dikerjakan oleh tenaga lokal, serta memungkinkan proses pembangunan dilakukan dengan lebih cepat dibandingkan harus mendatangkan material dan pekerja dari luar daerah.
Melalui kegiatan assessment dan diskusi kebijakan tersebut, DTSL FT UGM berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Manggarai Timur dapat berjalan secara lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung pemerintah daerah melalui penerapan ilmu pengetahuan, pengembangan teknologi, dan pemberdayaan masyarakat dalam menghadapi tantangan kebencanaan. (Sumber: humas DTSL)