
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali membuat prestasi di ajang Perlombaan Inovasi Bendungan Internasional x Perum Jasa Tirta II CEIC Musim XIV. SPINWHEEL merupakan tim yang diketuai oleh Rafa Wahyu Paspasha (Teknik Sumber Daya Air 2024) dan beranggotakan Muhamad Akmal Bachtiar (Teknik Sumber Daya Air 2024), Nawwaf Zayyan Musyafa (Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak 2024) didampingi oleh Ir. Endita Prima Ari Pratiwi, S.T.,M.Eng., Ph.D.,IPM. telah mendapatkan gelar Juara 3 pada kompetisi tersebut. Kompetisi tersebut diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Diponegoro, Semarang.
Dalam kompetisi tersebut, SPINWHEEL mengajukan inovasi “JagaTirta: Implementation of Digital Twin Reservoir Operation for Drought Resilience in Ir. H. Djuanda Reservoir”. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh permasalahan fluktuasi muka air waduk serta ancaman kekeringan ekstrem akibat siklus El Niño di Waduk Ir. H. Djuanda (Jatiluhur). Waduk Jatiluhur memiliki peran vital dalam berbagai sektor strategis, mulai dari irigasi, air baku, PLTA, dan pengendalian banjir. Guna mengoptimalkan manajemen operasional konvensional yang dinilai kurang optimal saat menghadapi kekeringan, JagaTirta mengintegrasikan teknologi Digital Twin berbasis Internet of Things (IoT), termasuk sensor Automatic Water Level Recorder (AWLR), sensor evaporasi, dan Automatic Rainfall Recorder (ARR) dengan penerapan kebijakan hedging rules (pembatasan air strategis). Melalui platform virtual dashboard ini, pengelola waduk dapat memantau parameter hidrologis secara real-time sekaligus mengaktifkan Early Warning System (EWS) berbasis indeks kekeringan (SPI, SRI, dan SRSI) demi menjaga cadangan air untuk mengantisipasi defisit di masa mendatang.
Perlombaan Inovasi Bendungan Internasional yang menjadi bagian dari CEIC Musim XIV merupakan kompetisi ilmiah bergengsi berskala internasional yang mengusung tema transformasi digital untuk emisi nol bersih dan dampak bagi komunitas. Pada tahap awal seleksi, SPINWHEEL menyusun makalah komprehensif yang memuat detail sistem JagaTirta, analisis komponen neraca air waduk, kalkulasi simulasi dan optimasi, analisis kekeringan, serta dampak ekonomi. Di babak final, tim memaparkannya secara langsung dihadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi keteknisipilan serta praktisi dari Perum Jasa Tirta II selaku mitra utama penyelenggara perlombaan. Berkat ketangguhan dan kesabaran dari pembimbing dan tim, SPINWHEEL dari UGM sukses mengamankan peringkat Juara 3 dalam kompetisi inovasi bendungan tingkat internasional ini. (Sumber: Tim SPINWHEEL/ humas DTSL)