Dalam Rangka Memahami Pengelolaan Sumber Daya Air Secara Terpadu, Mahasiswa MTPBA Mengadakan Kuliah Lapangan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy

Kunjungan akademik ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy dilaksanakan pada Rabu, 14 Oktober 2026, sebagai bagian dari kegiatan field trip mahasiswa Magister Pengelolaan Bencana Alam (MTPBA) Universitas Gadjah Mada angkatan 2025.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi dan diskusi Bersama Kepala Badan BBWS Citanduy dan pegawai BBWS sekaligus alumni MTPBA UGM, mengenai tugas dan fungsi BBWS Citanduy dalam pengelolaan sumber daya air, khususnya pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citanduy, pengendalian banjir, pengamanan pantai, serta perencanaan dan pelaksanaan program infrastruktur sumber daya air. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti diskusi teknis bersama pihak BBWS Citanduy untuk memperoleh pemahaman mengenai tantangan pengelolaan wilayah sungai dan pesisir serta strategi pengurangan risiko bencana melalui pembangunan dan pengelolaan infrastruktur. Kegiatan juga mencakup kunjungan ke Citanduy Command Center untuk mempelajari penerapan modernisasi irigasi, pemanfaatan teknologi informasi, serta sistem pemantauan dan pengelolaan jaringan irigasi guna meningkatkan efisiensi distribusi air. Melalui paparan dan diskusi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memahami peran kelembagaan dan pendekatan teknis dalam pengelolaan sumber daya air serta mengintegrasikan pengetahuan tersebut dengan perspektif pengurangan risiko bencana.

Observasi Lapangan Rumah Pompa Klep 2 dan Klep 3 BBWS Citanduy

Kegiatan observasi lapangan di Rumah Pompa Klep 2 BBWS Citanduy yang berlokasi di kawasan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dilaksanakan sebagai bagian dari field trip mahasiswa Magister Pengelolaan Bencana Alam (MTPBA) Universitas Gadjah Mada angkatan 2025 pada 14 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari fungsi infrastruktur pengelolaan tata air dalam mendukung pengendalian banjir dan pengaturan aliran air. Observasi dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap kondisi fisik bangunan dan diskusi teknis bersama pendamping dari BBWS Citanduy.
Rincian kegiatan observasi meliputi:

  1. Pengamatan kondisi fisik infrastruktur, meliputi bangunan rumah pompa, saluran air, dan komponen pengendali aliran yang dapat diamati di lokasi.
  2. Identifikasi fungsi infrastruktur pengendalian air, khususnya peran sistem pompa dan pintu klep dalam mendukung pengaturan aliran air serta mengurangi potensi genangan.
  3. Diskusi teknis bersama pendamping BBWS Citanduy mengenai prinsip kerja infrastruktur, mekanisme pengoperasian, serta pemeliharaan bangunan dan peralatan pendukung.
  4. Pengamatan kondisi lingkungan sekitar, termasuk keterkaitan antara saluran air, kawasan di sekitarnya, dan potensi permasalahan genangan.
  5. Pembelajaran terkait pengurangan risiko bencana, khususnya kontribusi infrastruktur sumber daya air terhadap pengendalian banjir dan peningkatan ketahanan wilayah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman mengenai penerapan infrastruktur pengelolaan air di lapangan serta perannya dalam mendukung mitigasi dan pengurangan risiko bencana hidrometeorologi. (Sumber: humas DTSL)