• Tentang UGM
  • Brand UGM
  • FT UGM
  •  Pusat TI
  • Riset
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Simeru
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA
  • Beranda
  • 2025
  • Desember
  • 30
Arsip 2025:

30 Desember

Webinar Nasional Early Warning, Early Action, Sesi Tanggapan Panelis – Diskusi – Perumusan Rekomendasi

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Selasa, 30 Desember 2025

  • Tentang UGM
  • Brand UGM
  • FT UGM
  • Pusat TI
  • Riset
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Simeru
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
  • Tentang UGM
  • Brand UGM
  • FT UGM
  • Pusat TI
  • Riset
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Simeru
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sejarah
    • Tentang Teknik Sipil
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Dosen DTSL FT UGM
    • Tenaga Kependidikan
  • PROGRAM STUDI
    • Sarjana Teknik Sipil
    • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
    • Sarjana Teknik Sumber Daya Air
    • Magister Teknik Sipil
    • Magister Sistem dan Teknik Transportasi
    • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam
    • Doktor Teknik Sipil
  • KERJASAMA & PUBLIKASI
    • Kerjasama
    • Buku Ajar Dosen
  • FASILITAS DAN LAYANAN
    • Fasilitas
      • Lab. Bahan Bangunan
      • Lab. Struktur
      • Lab. Hidraulika
      • Lab. Mekanika Tanah
      • Lab. Transportasi
      • Lab. Teknik Penyehatan dan Lingkungan
      • Lab. Komputasi
    • Layanan
      • Laboratorium
      • Ruang Referensi
      • Formulir dan SOP
      • Database DTSL
  • AKTIVITAS
    • Keluarga Mahasiswa (KMTSL)
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Kegiatan Kemahasiswaan
    • Alumni Teknik Sipil (KATSGAMA)
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sejarah
    • Tentang Teknik Sipil
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Dosen DTSL FT UGM
    • Tenaga Kependidikan
  • PROGRAM STUDI
    • Sarjana Teknik Sipil
    • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
    • Sarjana Teknik Sumber Daya Air
    • Magister Teknik Sipil
    • Magister Sistem dan Teknik Transportasi
    • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam
    • Doktor Teknik Sipil
  • KERJASAMA & PUBLIKASI
    • Kerjasama
    • Buku Ajar Dosen
  • FASILITAS DAN LAYANAN
    • Fasilitas
      • Lab. Bahan Bangunan
      • Lab. Struktur
      • Lab. Hidraulika
      • Lab. Mekanika Tanah
      • Lab. Transportasi
      • Lab. Teknik Penyehatan dan Lingkungan
      • Lab. Komputasi
    • Layanan
      • Laboratorium
      • Ruang Referensi
      • Formulir dan SOP
      • Database DTSL
  • AKTIVITAS
    • Keluarga Mahasiswa (KMTSL)
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Kegiatan Kemahasiswaan
    • Alumni Teknik Sipil (KATSGAMA)

Webinar Nasional Early Warning, Early Action, Sesi Tanggapan Panelis – Diskusi – Perumusan Rekomendasi

  • admin
  • Desember 30, 2025

Diskusi panel dalam webinar “Early Warning, Early Action: Kilas Balik Bencana Hidrometeorologi sebagai Basis Rekomendasi Aksi Mendatang” yang diselenggarakan Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, menjadi ruang refleksi kritis atas tantangan pengelolaan risiko bencana di Indonesia. Para panelis menekankan bahwa meningkatnya kejadian ekstrem akibat perubahan iklim menuntut pergeseran paradigma dari sekadar respons bencana menuju aksi antisipatif yang sistematis dan berkelanjutan.

Tanggapan panelis diawali oleh Dr. Raymond Valiant, Regional Coordinator Global Water Partnership Southeast Asia, yang mengulas persoalan bencana dari perspektif regional Asia Tenggara. Ia menyoroti bahwa banjir dan badai dengan intensitas tinggi semakin sering terjadi, tercermin dari tujuh siklon tropis dalam satu dekade terakhir yang telah menimbulkan korban jiwa. Menurutnya, siklon tropis harus dipandang sebagai alarm serius perubahan iklim, sehingga pembahasan ketahanan bencana tidak lagi berhenti pada tataran normatif, melainkan harus menyentuh tatanan iklim yang terus berubah.

Dalam konteks penanganan bencana, Dr. Raymond menekankan ketimpangan antara mitigasi dan adaptasi. Ia menilai bahwa pendanaan global masih cenderung berpihak pada mitigasi karena lebih mudah menarik investor, sementara adaptasi justru lebih sulit memperoleh pembiayaan. Padahal, adaptasi perlu didorong terlebih dahulu sebelum mitigasi agar masyarakat benar-benar mampu bertahan. Ia juga menyoroti pentingnya disaster risk reduction, akses pendanaan cepat yang tidak membebani fiskal negara, intervensi teknokratik yang tepat, serta pergeseran dari respons tanggap darurat menuju aksi antisipatif. Perubahan iklim, menurutnya, memperbesar risiko fiskal akibat pembiayaan pascabencana, sehingga diperlukan pembiayaan risiko bencana yang dirancang secara ex-ante.

Lebih lanjut, Dr. Raymond menekankan pentingnya nature-based solutions, termasuk perencanaan rekonstruksi yang mempertimbangkan perubahan morfologi dan aliran sungai. Restorasi ekosistem pantai melalui mangrove dan terumbu karang, serta perlindungan lahan basah sebagai penyerap alami, dinilai mampu menurunkan risiko banjir di wilayah hilir. Ia juga mendorong integrasi konsep green building sebagai kriteria perencanaan, baik untuk bangunan baru maupun retrofit bangunan eksisting, agar lebih adaptif terhadap probabilitas kejadian ekstrem. Menurutnya, kemampuan manusia untuk bertahan selalu bertumpu pada adaptasi.

Perspektif berbasis komunitas disampaikan oleh I Gusti Rai Ari Temaja, penggagas Komunitas Peduli Sungai Tukad Bindu. Ia mempertanyakan sejauh mana pengawasan pemerintah dilakukan secara utuh, jujur, dan bertanggung jawab. Menurutnya, regulasi sebenarnya sudah cukup banyak, namun persoalan utama terletak pada siapa yang mengimplementasikan dan bagaimana pengawasan dilakukan. Ia menekankan perlunya strategi yang mampu menggerakkan masyarakat, dari sekadar mau menjadi benar-benar sadar, melalui kolaborasi lintas lembaga dan kementerian yang lebih nyata. Kunci lainnya adalah kehadiran figur penggerak yang dipercaya masyarakat serta penguatan nilai dalam setiap regulasi agar mampu mengubah perilaku secara berkelanjutan.

Sesi diskusi memperkaya pandangan panel dengan tanggapan dari pemangku kepentingan dan akademisi. Dr. Dwi Purwantoro dari Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan kembali bahwa penanganan bencana harus dimulai dari wilayah hulu. Ia juga menekankan pentingnya percepatan dan penguatan early warning system, karena keterlambatan informasi kepada masyarakat hampir selalu berujung pada meningkatnya jumlah korban.

Dari sisi akademik, Dr. Vempi Satriya Adi Hendrawan, dosen DTSL FT UGM, mengangkat isu strategi adaptasi pada bangunan sungai eksisting. Ia menyoroti bahwa banyak infrastruktur sungai perkotaan dirancang dengan asumsi debit tahunan tertentu yang kini kerap terlampaui. Penataan berbasis peta bahaya yang mempertimbangkan floodplain dalam satu daerah aliran sungai dengan berbagai kala ulang dinilai akan memberikan hasil yang signifikan. Ia juga menekankan perlunya pendekatan ilmiah untuk mengakomodasi perubahan hujan ekstrem akibat perubahan iklim dalam perhitungan perencanaan infrastruktur sumber daya air.

Pandangan mengenai dampak sosial ekonomi pascabencana disampaikan oleh Benazir. Ia menyoroti kejadian di Aceh yang berdampak luas dari hulu hingga hilir, dengan kebutuhan jangka pendek berupa logistik dan tantangan jangka panjang berupa pemulihan mata pencaharian, terutama di sektor pertanian akibat rusaknya jaringan irigasi. Ia mengingatkan bahwa perubahan mata pencaharian pascabencana sering kali tidak berkelanjutan tanpa dukungan modal dan pendampingan, sehingga pemulihan sistem peringatan dini dan infrastruktur kunci perlu difokuskan pada titik-titik strategis.

Menutup diskusi, Dr. Raymond kembali menekankan pentingnya menjembatani early warning menjadi early action. Ia menyampaikan bahwa sistem peringatan dini merupakan bentuk investasi adaptasi terhadap perubahan iklim, namun porsi pendanaannya secara global masih relatif kecil. Penyediaan dana secara ex-ante melalui market-based instruments maupun public bonds dinilai krusial agar peringatan dini dapat benar-benar ditindaklanjuti oleh para pemangku kepentingan yang bertanggung jawab.

Rangkaian diskusi ini kemudian dirangkum dalam sejumlah rekomendasi strategis yang mengacu pada kerangka kerja pengelolaan risiko bencana. Rekomendasi forum menegaskan perlunya pengelolaan risiko bencana hidrometeorologi yang terintegrasi sejak tahap perencanaan pembangunan. Setiap kegiatan pembangunan perlu memasukkan risiko bencana sebagai pertimbangan utama, dengan menempatkan pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan sebagai fondasi kebijakan. Penguatan kapasitas kelembagaan dinilai penting dari tingkat nasional hingga rumah tangga, agar pengurangan risiko tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi terimplementasi di tingkat tapak. Dalam jangka pendek, peserta sepakat bahwa early recovery harus diprioritaskan, khususnya pemulihan mata pencaharian masyarakat, sebagai dasar keberlanjutan penghidupan pascabencana. Upaya ini memerlukan sinergi lintas sektor dan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, komunitas, akademisi, dan jejaring profesional.

Aspek teknis pengelolaan risiko menitikberatkan pada penguatan early warning system dan peningkatan pemahaman kebencanaan masyarakat. Selain faktor hujan ekstrem, kondisi daerah aliran sungai eksisting dan dinamika perubahan tata guna lahan perlu diantisipasi secara lebih ketat dalam perencanaan dan perizinan. Penerapan kebijakan Zero ΔQ dinilai masih sangat terbatas dan lebih banyak berfokus pada pembangunan drainase perkotaan, sementara pendekatan berbasis retensi dan infiltrasi seperti sponge city belum banyak diterapkan. Keterbatasan kualitas data serta tingginya ketidakpastian akibat perubahan iklim menuntut penguatan riset, pemanfaatan peta bahaya secara cermat, dan penyusunan skenario aksi jangka pendek, menengah, dan panjang yang realistis dan adaptif.

Di luar aspek teknis, forum menekankan bahwa pengelolaan bencana tidak dapat dilepaskan dari dimensi sosial dan kebijakan. Penyampaian informasi kebencanaan perlu dilakukan secara cepat, akurat, dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan kepanikan, sekaligus memastikan masyarakat mampu merespons secara tepat. Pengembangan sistem peringatan dini yang lebih ramah masyarakat harus disertai edukasi yang tepat sasaran, pembaruan informasi secara berkala, dan sosialisasi yang dilakukan secara rutin, mengingat adanya dinamika dan regenerasi masyarakat. Dengan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif tersebut, konsep early warning dan early action diharapkan dapat benar-benar diterjemahkan menjadi praktik nyata dalam menurunkan risiko dan dampak bencana hidrometeorologi.

Rekaman webinar dapat diakses oleh publik melalui kanal resmi Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada pada tautan berikut http://ugm.id/YTEarlyWarningEarlyAction. Selain itu, materi paparan yang disampaikan oleh para narasumber juga dapat diakses pada link http://ugm.id/MateriWebinarEarlyWarningEarlyAction untuk memperluas pemahaman dan mendorong pemanfaatan hasil diskusi sebagai referensi dalam pengembangan kebijakan dan praktik pengurangan risiko bencana hidrometeorologi ke depan. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Mendukung Kegiatan Praktek Laboratorium Diklat Pemeriksaan Infrastruktur BPK

15 Januari 2026

Dari Early Warning ke Early Action: DTSL UGM Rumuskan Rekomendasi Aksi Strategis Hadapi Bencana Hidrometeorologi

14 Januari 2026

Webinar Nasional Early Warning, Early Action, Sesi Tanggapan Panelis – Diskusi – Perumusan Rekomendasi

30 Desember 2025

Selengkapnya >>

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan
Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika Kampus No.2 Kampus UGM Yogyakarta 55281
Email: tsipil.ft@ugm.ac.id

  • Sarjana Teknik Sipil
  • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
  • Magister Sistem dan Teknik Transportasi (MSTT)
  • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam (MTPBA)
  • Magister Teknik Sipil (MTS)
  • Doktor Teknik Sipil
  • Sarjana Teknik Sipil
  • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
  • Magister Sistem dan Teknik Transportasi (MSTT)
  • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam (MTPBA)
  • Magister Teknik Sipil (MTS)
  • Doktor Teknik Sipil
  • Lab. Komputasi
  • Lab. Hidro
  • Lab. Transportasi
  • Lab. Mekanika Tanah
  • Lab. Teknik Penyehatan
  • Lab. Bahan Bangunan
  • Lab. Struktur
  • Lab. Komputasi
  • Lab. Hidro
  • Lab. Transportasi
  • Lab. Mekanika Tanah
  • Lab. Teknik Penyehatan
  • Lab. Bahan Bangunan
  • Lab. Struktur
Facebook Youtube Instagram

© DTSL - UNIVERSITAS GADJAH MADA

Webinar Nasional Early Warning, Early Action, Sesi Narasumber 1 : Dr. Dwi Purwantoro, Direktur Jenderal Sumber Daya Air pada Kementerian PU

Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLRilis Berita Selasa, 30 Desember 2025

  • Tentang UGM
  • Brand UGM
  • FT UGM
  • Pusat TI
  • Riset
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Simeru
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
  • Tentang UGM
  • Brand UGM
  • FT UGM
  • Pusat TI
  • Riset
  • Perpustakaan
  • Simaster
  • Simeru
  • Informasi Publik
  • Indonesia
    • Indonesia
    • English
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sejarah
    • Tentang Teknik Sipil
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Dosen DTSL FT UGM
    • Tenaga Kependidikan
  • PROGRAM STUDI
    • Sarjana Teknik Sipil
    • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
    • Sarjana Teknik Sumber Daya Air
    • Magister Teknik Sipil
    • Magister Sistem dan Teknik Transportasi
    • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam
    • Doktor Teknik Sipil
  • KERJASAMA & PUBLIKASI
    • Kerjasama
    • Buku Ajar Dosen
  • FASILITAS DAN LAYANAN
    • Fasilitas
      • Lab. Bahan Bangunan
      • Lab. Struktur
      • Lab. Hidraulika
      • Lab. Mekanika Tanah
      • Lab. Transportasi
      • Lab. Teknik Penyehatan dan Lingkungan
      • Lab. Komputasi
    • Layanan
      • Laboratorium
      • Ruang Referensi
      • Formulir dan SOP
      • Database DTSL
  • AKTIVITAS
    • Keluarga Mahasiswa (KMTSL)
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Kegiatan Kemahasiswaan
    • Alumni Teknik Sipil (KATSGAMA)
  • BERANDA
  • PROFIL
    • Sejarah
    • Tentang Teknik Sipil
    • Visi dan Misi
    • Tujuan dan Sasaran
    • Dosen DTSL FT UGM
    • Tenaga Kependidikan
  • PROGRAM STUDI
    • Sarjana Teknik Sipil
    • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
    • Sarjana Teknik Sumber Daya Air
    • Magister Teknik Sipil
    • Magister Sistem dan Teknik Transportasi
    • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam
    • Doktor Teknik Sipil
  • KERJASAMA & PUBLIKASI
    • Kerjasama
    • Buku Ajar Dosen
  • FASILITAS DAN LAYANAN
    • Fasilitas
      • Lab. Bahan Bangunan
      • Lab. Struktur
      • Lab. Hidraulika
      • Lab. Mekanika Tanah
      • Lab. Transportasi
      • Lab. Teknik Penyehatan dan Lingkungan
      • Lab. Komputasi
    • Layanan
      • Laboratorium
      • Ruang Referensi
      • Formulir dan SOP
      • Database DTSL
  • AKTIVITAS
    • Keluarga Mahasiswa (KMTSL)
    • Organisasi Kemahasiswaan
    • Kegiatan Kemahasiswaan
    • Alumni Teknik Sipil (KATSGAMA)

Webinar Nasional Early Warning, Early Action, Sesi Narasumber 1 : Dr. Dwi Purwantoro, Direktur Jenderal Sumber Daya Air pada Kementerian PU

  • admin
  • Desember 30, 2025

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan webinar bertajuk “Early Warning, Early Action: Kilas Balik Bencana Hidrometeorologi sebagai Basis Rekomendasi Aksi Mendatang” secara hibrid. Kegiatan ini menjadi forum lintas sektor yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, komunitas, dan lembaga internasional untuk mengevaluasi kejadian bencana hidrometeorologi di Indonesia sepanjang tahun 2025, sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan dan aksi strategis pengelolaan risiko bencana tahun 2026.

Webinar dilaksanakan melalui rangkaian sesi keynote speech, pemaparan materi, diskusi lintas sektor, serta penyusunan rekomendasi aksi. Salah satu sesi utama adalah pemaparan narasumber oleh Dr. Dwi Purwantoro, Direktur Jenderal Sumber Daya Air pada Kementerian Pekerjaan Umum, yang memaparkan arah kebijakan pengelolaan sumber daya air serta tantangan mitigasi bencana hidrometeorologi di Indonesia.

Dalam paparannya, Dr. Dwi menjelaskan bahwa arah kebijakan sumber daya air mengacu pada Asta Cita, khususnya prioritas nomor dua yang menekankan penguatan sistem pertahanan dan keamanan negara serta kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, dan air. Kebijakan tersebut juga berlandaskan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang menegaskan tiga pilar utama, yaitu konservasi sumber daya air untuk menjaga keberlanjutan dan fungsi lingkungan, pendayagunaan sumber daya air, serta pengendalian daya rusak air yang mencakup pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan pasca bencana.

Terkait pengelolaan banjir, Dr. Dwi menekankan perlunya kombinasi antara pendekatan non-struktural dan struktural. Upaya non-struktural meliputi konservasi, edukasi, serta peningkatan partisipasi masyarakat dan para pemangku kepentingan. Sementara itu, upaya struktural dilakukan melalui pembangunan tampungan air, peningkatan kapasitas sungai, pengendalian aliran, dan penataan sistem drainase. Prinsip utama yang ditekankan adalah bahwa air hujan yang masuk ke sungai diharapkan tidak bertambah, atau apabila bertambah tetap dapat dikendalikan. Oleh karena itu, setiap pembangunan perlu disertai dengan penyediaan tampungan agar debit yang masuk ke sungai tidak melebihi kapasitasnya.

Dr. Dwi juga memaparkan sejumlah dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi sepanjang tahun 2025, antara lain longsor dan banjir di Sumatra dan Bali. Ia menyoroti permasalahan penutupan tempat pembuangan akhir yang mendorong pembuangan sampah ke sungai, sehingga menimbulkan penyempitan alur dan hambatan aliran. Selain itu, ketiadaan tampungan air menyebabkan aliran permukaan tidak terkontrol. Kasus di muara Sungai Bogowonto disebut sebagai contoh pentingnya penataan sungai dan kawasan sekitarnya. Material longsor di wilayah Sumatra juga menyebabkan pendangkalan sungai yang signifikan, dari kedalaman semula sekitar 7–8 meter menjadi hanya sekitar 0,5 meter, sehingga diperlukan pembangunan kanal-kanal darurat dan penanganan sedimentasi secara serius.

Dalam bagian tantangan mitigasi, Dr. Dwi menekankan beberapa persoalan utama, antara lain ketidaksesuaian rencana tata ruang wilayah yang menyulitkan upaya pengendalian daya rusak air apabila terus berubah, pemanfaatan sempadan sungai untuk bangunan permanen yang mempersempit ruang sungai dan menghilangkan fungsi floodplain, fragmentasi kewenangan yang menuntut koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah, serta tekanan urbanisasi dan perubahan iklim yang berpotensi mengurangi daerah resapan air.

Sebagai strategi dan peluang ke depan, ia mendorong penerapan kebijakan Zero ΔQ serta integrasi pengelolaan wilayah hulu, tengah, dan hilir. Di wilayah hulu, langkah yang diperlukan meliputi rehabilitasi hutan dan lereng, pembangunan gully plug, serta check dam atau sabo dam untuk mengendalikan sedimentasi. Di wilayah tengah, pengendalian sedimen dan pembangunan kolam retensi menjadi prioritas. Sementara itu, di wilayah hilir diperlukan penguatan tanggul dan pompa, sistem polder, serta pengaman pantai. Optimalisasi dan penguatan unit pengelola prasarana pengendali banjir juga dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dan potensi bencana banjir.

Menutup paparannya, Dr. Dwi menegaskan bahwa kunci utama adaptasi bencana terletak pada edukasi sejak dini, pengembangan teknologi, penataan infrastruktur, dan penguatan regulasi melalui kolaborasi antar kementerian dan lembaga. Ia juga menekankan pentingnya peluang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pakar, dan media massa sebagai bagian dari upaya bersama membangun ketangguhan nasional terhadap bencana hidrometeorologi.

Rekaman webinar dapat diakses oleh publik melalui kanal resmi Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada pada tautan berikut http://ugm.id/YTEarlyWarningEarlyAction. Selain itu, materi paparan yang disampaikan oleh para narasumber juga dapat diakses pada link http://ugm.id/MateriWebinarEarlyWarningEarlyAction untuk memperluas pemahaman dan mendorong pemanfaatan hasil diskusi sebagai referensi dalam pengembangan kebijakan dan praktik pengurangan risiko bencana hidrometeorologi ke depan. (Sumber: humas DTSL)

Berita Terbaru

DTSL FT UGM Mendukung Kegiatan Praktek Laboratorium Diklat Pemeriksaan Infrastruktur BPK

15 Januari 2026

Dari Early Warning ke Early Action: DTSL UGM Rumuskan Rekomendasi Aksi Strategis Hadapi Bencana Hidrometeorologi

14 Januari 2026

Webinar Nasional Early Warning, Early Action, Sesi Tanggapan Panelis – Diskusi – Perumusan Rekomendasi

30 Desember 2025

Selengkapnya >>

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan
Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika Kampus No.2 Kampus UGM Yogyakarta 55281
Email: tsipil.ft@ugm.ac.id

  • Sarjana Teknik Sipil
  • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
  • Magister Sistem dan Teknik Transportasi (MSTT)
  • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam (MTPBA)
  • Magister Teknik Sipil (MTS)
  • Doktor Teknik Sipil
  • Sarjana Teknik Sipil
  • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
  • Magister Sistem dan Teknik Transportasi (MSTT)
  • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam (MTPBA)
  • Magister Teknik Sipil (MTS)
  • Doktor Teknik Sipil
  • Lab. Komputasi
  • Lab. Hidro
  • Lab. Transportasi
  • Lab. Mekanika Tanah
  • Lab. Teknik Penyehatan
  • Lab. Bahan Bangunan
  • Lab. Struktur
  • Lab. Komputasi
  • Lab. Hidro
  • Lab. Transportasi
  • Lab. Mekanika Tanah
  • Lab. Teknik Penyehatan
  • Lab. Bahan Bangunan
  • Lab. Struktur
Facebook Youtube Instagram

© DTSL - UNIVERSITAS GADJAH MADA

Universitas Gadjah Mada

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan
Fakultas Teknik UGM
Jl. Grafika Kampus No.2, Senolowo, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta 55284
Email: tsipil.ft@ugm.ac.id

Program Studi

  • Sarjana Teknik Sipil
  • Sarjana Teknik Infrastruktur Lingkungan
  • Magister Sistem dan Teknik Transportasi (MSTT)
  • Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam (MTPBA)
  • Magister Teknik Sipil (MTS)
  • Doktor Teknik Sipil

Laboratorium

  • Lab. Komputasi
  • Lab. Hidro
  • Lab. Transportasi
  • Lab. Mekanika Tanah
  • Lab. Teknik Penyehatan
  • Lab. Bahan Bangunan
  • Lab. Struktur

Tautan

  • Panduan Layanan IT
  • Alumni DTSL
  • Peta Kampus

© 2017 DTSL FT UGM

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY