Dengan Inovasi “Finesse Synchronize Method”, Tim FTW Universitas Gadjah Mada Meraih Juara 3 Ajang National Tender Competition The 22nd CENS Universitas Indonesia
Berita DTSBerita MSTTBerita MTPBABerita MTSBerita TILBerita TSBerita TSDAFoto DTSLPrestasi MahasiswaRilis Berita Senin, 25 Agustus 2025

Dengan Inovasi “Finesse Synchronize Method”, Tim FTW Universitas Gadjah Mada Meraih Juara 3 Ajang National Tender Competition The 22nd CENS Universitas Indonesia

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencetak prestasi di ajang perlombaan National Tender Competition The 22nd CENS UI. Tim FTW merupakan tim yang diketuai oleh Giyas Iman Tsabit (Teknik Sipil 2022) dan beranggotakan M. Farras Mahastrayuga (Teknik Sipil 2022), M. Janu Rahmansyah (Teknik Sipil 2022), didampingi oleh Ir. Angga Trisna Yudhistira ,S.T.,M.Eng.,IPM.,ACPE. telah mendapatkan gelar Juara 3 pada kompetisi tersebut. Kompetisi tersebut diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Sipil Universitas Indonesia.
Dalam kompetisi tersebut, tim FTW membuat inovasi berjudul “Finesse Synchronize Method”. Inovasi tersebut mempunyai latar belakang berupa permasalahan konstruksi yang masih menimbulkan keterlambatan pekerjaan, fluktuasi kualitas, dan komunikasi yang susah. Finesse Synchronize Method mengintegrasikan antara software dan seluruh stakeholder dalam memantau, mengelola, dan mengoptimalkan pelaksanaan proyek konstruksi secara realtime . Inovasi ini dilengkapi dengan aplikasi dan WebApps bernama EverSync sebagai platform utama untuk memantau seluruh aspek konstruksi mulai dari jadwal pekerjaan, penggunaan material, kondisi struktural dari data SHMS, hingga laporan harian.
National Tender Competition merupakan kompetisi yang diikuti oleh perguruan tinggi diseluruh Indonesia. Pada waktu seleksi, Tim FTW mengumpulkan proposal yang berisikan penawaran harga, metode pelaksanaan konstruksi, detail inovasi beserta analisis-analisis yang dilakukan. Final diselenggarakan pada 22 Mei 2025 – 24 Mei 2025. Tim FTW berhasil meraih peringkat tiga pada sesi final yang diikuti oleh 5 finalis yang berasal dari berbagai perguruan tinggi diseluruh Indonesia. Pada sesi final Tim FTW memaparkan inovasi kepada dewan juri yang berasal dari pihak praktisi dan akademisi lalu dilanjut sesi tanya jawab oleh dewan juri. (Sumber: Tim FTW/Humas DTSL)