
Dalam rangka menambah wawasan mahasiswa terkait relevansi teori perkuliahan dengan dunia kerja, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) kembali menggelar Alumni Mengajar 2.0 Edisi #1 pada hari Jumat, 23 Oktober 2026. Program ini hadir kembali di DTSL dengan topik yang sangat relevan dengan tugas besar mata kuliah Perancangan Bangunan Teknik Sipil (PBTS), yaitu “Penerapan Struktur Box Girder untuk Struktur di Area Perkotaan”.
Kegiatan ini menghadirkan seorang alumni Teknik Sipil angkatan 2002, yaitu Ir. Hari Purnama, S.T., M.MT., IPM., yang saat ini menjabat sebagai Project Manager Harbour Road 2 (Elevated) Project. Acara ini dipandu oleh Andina Prima Putri, mahasiswa Program Doktor (S3) Teknik Sipil UGM, selaku moderator. Dalam pemaparannya, Pak Hari menjelaskan tantangan nyata dari pembangunan jalan tol di tengah padatnya arus lalu lintas dan keterbatasan lahan di kawasan Jabodetabek. Beliau mengambil contoh nyata dari proyek yang sedang ditanganinya, yakni pembangunan Jalan Tol Ancol Timur hingga Pluit. Menurutnya, solusi atas masalah keterbatasan lahan tersebut dapat diselesaikan secara efektif menggunakan struktur box girder.
Box girder menjadi solusi yang sangat handal karena memiliki kekakuan torsi (torsional rigidity) yang tinggi, sehingga sangat ideal untuk bentang panjang (long span) pada pembangunan jalan tol di kawasan perkotaan. Selain itu, dari segi pemeliharaan, bentuk rongga (hollow) di dalam box girder menyediakan ruang yang ideal untuk jalur inspeksi serta perawatan jaringan kabel utilitas perkotaan tanpa mengganggu fungsi utama jalan tol. Lebih lanjut lagi, struktur box girder mampu mendistribusikan beban geser dan momen secara merata, menjadikannya sangat tangguh terhadap beban lalu lintas yang berat serta guncangan dinamis pada jalur tol elevated. Setelah sesi materi selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Mahasiswa tampak antusias menanyakan efektivitas dan penerapan struktur box girder, serta menggali pengalaman beliau berkarir di bidang teknik sipil. Dalam sesi diskusi ini, Pak Hari menekankan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademis semata, melainkan juga oleh keberanian dan kemampuan berkomunikasi. Ia berpesan agar mahasiswa berani berbicara dan terus mengembangkan soft skills mereka.
Berdasarkan pengalamannya berinteraksi dan bekerja sama dengan tenaga kerja asing dari berbagai negara, Pak Hari mengamati satu hal penting, yaitu rasa percaya diri. Beliau mencontohkan bagaimana pekerja asing, seperti dari India, selalu aktif dan berani mengekspresikan gagasan dalam forum diskusi. Meskipun terkadang pengetahuan awalnya masih terbatas, keberanian untuk berkomunikasi secara aktif membuat mereka mampu mengambil inisiatif, memimpin diskusi, dan memperluas peluang karir.Oleh karena itu, Pak Hari memberikan pesan khusus kepada seluruh mahasiswa Teknik Sipil untuk mulai melatih keberanian berbicara sejak di bangku perkuliahan. Kemampuan mengomunikasikan gagasan teknis secara lugas, berani bertanya, dan aktif berdiskusi akan menjadi nilai tambah besar yang membuka banyak pintu peluang karir di masa depan. Sesi tanya jawab pun ditutup dengan penyerahan apresiasi kepada narasumber dan diakhiri dengan sesi foto bersama.
Melalui program Alumni Mengajar 2.0 ini, diharapkan para mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan teknis, tetapi juga terinspirasi untuk menjadi lulusan Teknik Sipil yang percaya diri, kompeten, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
(Sumber: humas DTSL)