
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan diskusi akademik bersama Kyoto University, tepatnya dari Center of Southeast Asian Studies, Kyoto University, pada Kamis, 6 Februari.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Masaharu Fujita sebagai narasumber utama dengan materi diskusi yang berfokus pada Sediment Management. Diskusi membahas berbagai tantangan pengelolaan sedimen di wilayah rawan bencana serta peluang pengembangan riset dan kolaborasi akademik antara institusi di Indonesia dan Jepang.
Diskusi berlangsung secara interaktif dan dihadiri oleh Prof. Ir. Adam Pamudji Rahardjo, M.Sc., Ph.D., IPM. dan Dr. Ir. Neil Andika, S.T., M.Sc., Ph.D., dengan partisipasi aktif mahasiswa program doktor. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif ilmiah dan mendorong penguatan riset berbasis isu kebencanaan dan sumber daya air.
Selain sivitas akademika DTSL, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari berbagai institusi dan asosiasi profesi. Dari HATHI Cabang Yogyakarta, hadir Ibu Vicky Ariyanti dari BBWS Serayu Opak, serta Bapak M. Sulaiman Arrosyid, S.T., M.T., D.Eng. dari Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Turut hadir pula Bapak Jazaul Ikhsan, S.T., M.T., Ph.D., IPM dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Melalui kegiatan ini, DTSL UGM berharap dapat terus memperkuat jejaring akademik internasional, khususnya dengan Kyoto University, serta mendorong pertukaran pengetahuan dan pengembangan riset di bidang pengelolaan sedimen yang relevan dengan konteks kebencanaan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (Sumber: humas DTSL)