LABORATORIUM STRUKTUR

KEPALA

TEKNISI

Jarwanto Nugroho, S.T.

Sukino

Haryanta

Laboratorium stuktur merupakan salah satu fasilitas yang dimiliki Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM. Laboratorium ini menunjang kegiatan mahasiswa S1, S2 dan S3 dalam pelaksanaan praktikum dan pengerjaan skripsi / tesis / disertasi.

Aktivitas yang ada di Lab. Struktur adalah sebagai berikut :

PRAKTIKUM

Praktikum Program S1 dan S2 melaksanakan praktikum di lab ini, adapun mata kuliah praktikum adalah sebagai berikut :

Program S1

  1. Analisis Tegangan, Regangan dan Deformasi
  2. Analisis Struktur Statis Tertentu

Program S2

  1. Analisis Dinamic Struktur
  2. Struktur Beton Lanjut
  3. Metode Experiment struktur
  4. Teknologi Bambu
  5. Metode Penelitian
  6. Metode Pengujian

POTENSI KEGIATAN

  1. Pelatihan / workshop.
  2. Pengerjaan Proyek analisis elemen struktur bangunan gedung, jalan, jembatan.

FASILITAS DAN PERALATAN UTAMA Fasilitas infrastruktur yang ada di laboratorium struktur adalah:

  1. Loby utama
  2. Ruang kerja bengkel
  3. Ruang praktek
  4. Ruang simulasi/komputer
  5. Ruang Referensi
  6. Ruang Sekretariat
  7. Ruang Sidang
  8. Ruang Kuliah (2)
  9. Ruang Studio
  10. Ruang tunggu mahasiswa
  11. Ruang coffe break
No.Nama PengujianMaksud/TujuanMetode PengujianPeralatanFoto Alat
1.NDT (Non Destructive Test)Pengujian yang sifatnya tidak merusak objek / benda yang diujimengukur elemen strukturCaliper  
mengukur kekerasan permukaan betonSchumidt Hammer Test
  • mengukur modulus elastisitas beton/ kayu
  • mengukur tingkat kerapatan beton
  • mengukur kedalaman retak beton
UPV ( Ultrasonic Pulse Velocity)
mengukur lebar retak beton dengan ketelitian 0.01mmCrack Microscope 
mengukur tebal penutup beton, posisi dan tulangan diameterRebar Locator
alat ukur kekedapan beton terhadap air dan udaraPermeability meter
Almari perawatan lembab – temperatur s/d 120 derajat celciusMoisture Curing Cabinet 
untuk mengamati perubahan / gerakan sampel Microscope
mengetahui kepadatan betonE-meter
mengetahui tingkat korosi baja didalam tulanganHalf Cell
sensor kemiringanInclinometer 
sensor regangan baja/beton/kayuStrain Gauge
mengetahui jarakLDM (Laser Distance Meter)
mengetahui ketebalan objek (baja, kaca, alumunium dll)Thichness Gauge
mengetahui lapisan pada objek (baja, alumunium dll)Coating Gauge
mengetahui mutu bajaHardness test
2.
 
Alat uji merusak (destructive apparatus)
 
Pengujian yang sifatnya merusak objek / benda yang diuji
 
mengambil sample silinder pada kolom/balok/platCorecase 
mengambil sample silinder khusus pada plat / jalanCoredrill 
3.
 
 
 

Uji Lentur (balok beton / kayu)
 
 
 

Mengetahui momen lentur pada objek
 
 
 

Flexural ApparatusFrame uji lentur balok beton atau kayu kapasitas 10T 
DataloggerTransducer untuk membaca gaya, Displacement, Strain Gauge dsb
LVDTSensor displacement 
Strain Gaugesensor regangan baja/beton/kayu 
Strain Indicatormembaca sensor regangan (Strain Gauge)
4.Uji Tekan / pressure testmengetahui nilai kuat tekan dari objek yang diujiCompression Machineuji tekan dengan kapasitas 2000kN  
Modulus elastisitas frame testalat uji modulus elastisitas silinder
Dial gaugemembaca nilai modulus elastisitas silinder 
5.
 
 
 
 
 
 
 pengujian yang sifatnya merusak objek untuk mengetahui beban maksimal dari objek yang diujiFrame Ujialat bantu pengujian 
Uji Siklik, monotonik dan Statik
mis: U- Ditch + Cover U-ditch, Box Culvert, Tutup manhole, kolom, balok dsb
Hidrolik jackuntuk memberi gaya/beban sesuai kebutuhan (kapasitas 25 Ton s/d 200 Ton)
Loadcellsensor gaya/beban yang diberikan hidrolik jack (kapasitas 1 Ton s/d 200 Ton sesuai kebutuhan) 
Dataloggertransducer untuk membaca gaya, Displacement, Strain Gauge dsb 
LVDTsensor displacement
Strain Indicatormembaca sensor regangan (Strain Gauge) 
Dial gaugesensor displacement manual
 6.
 
 
 
 
 
 
Uji Dinamik 
 
 
 
 
 
 
pengujian struktur berdasarkan getaran untuk mengetahui frekuensi alami dan damping ratio dari objek yang diuji
 
 
 
 
 
 
Accelerometer + Amplifier sensor getaran 
Force and impact Transducer memberi impuls ke objek yang diuji
Velocity Probe sensor velocity
LVDT 1″ + PSA sensor displacement
Loadcell – 500 N (+/-) Dinamik sensor gaya
Motor & Speed Controler memberi moment ke objek yang diuji 
A/D Data Converter Dewe 43 + Dewesoft transducer untuk merekam frekuensi yang dihasilkan oleh objek (frekuensi alami)
 7.
 
 
 
 
 
Loading Test (mis: jembatan, Gedung)
 
 
 
 
 
pengujian untuk mengetahui perilaku objek terhadap beban yang diberikan
 
 
 
 
 
Accelerometer + Amplifier sensor getaran 
A/D Data Converter Dewe 43 + Dewesoft transducer untuk merekam frekuensi yang dihasilkan oleh objek (frekuensi alami)
LVDT sensor displacement  
Strain gauge sensor regangan baja/beton/kayu
Datalogger transducer untuk membaca gaya, Displacement, Strain Gauge dsb
Strain Indicator membaca sensor regangan (Strain Gauge) 
 8.
 
 
Shaking Table
 
 
Alat Simulasi Gempa
 
 
meja getar tempat meletakkan objek yang diuji, dimensi 1.5m x 1.5m dengan kapasitas maks 3 Ton 
Actuator meja getar kapasitas 5T dengan panjang stroke 20 cm (in-out 10 cm)
controller accelerasi maks : 1.53 g
  1. Pengaruh Letak Sambungan Jari (Finger Joint) terhadap Kuat Lentur Balok Mindi Laminasi Lima Lapis
  2. Beton Ringan Styrofoam
  3. Perilaku Sambungan Bambu Menggunakan Papan Kayu dan Baut dengan Bahan Pengisi Kayu
  4. Perilaku Rangka (ceep) Balok Kayu LVL Kayu Sengon
  5. Analisis Kekuatan Dinding Cor di tempat dengan Tulngan Horisontal dengan Kolom dan Balok Precast Akibat Beban Statik
  6. Tinjauan Lentur Arah Retak Vertikal dengan Pembebanan Siklik Quasistatik Dinding Bata Merah dengan Perkuatan Strapping Bond Jarak 10.15.20 cm, tebal plsteran 2 cm.
  7. Pengujian Lentur Dinding Pasangan Bata Merah dengan Perkuatan Strapping Bond Ukuran 12 mm.
  8. Tinjauan Arah Retak Vertikal
  9. Pengujian Lentur Dinding Bata Merah dengan Perkuatan Strapping Bond Ukuran 9 mm (Pra Regang 5%)
  10. Tinjauan Arah Retak Horizontal
  11. Pengaruh Perekat Polivynil Acetat (PVAc) terhadap Variasi Pengawetan dengan CCB4 dan Boraks pada Bambu Laminasi
  12. Evaluasi Kolom Pendek Menggunakan Metode Nakamura (Teori & Eksperiment)
  13. Perilaku Struktur Pile Cap 3 Tiang dengan beban Eksentris, dirancang menggunakan Strut And Tie Model (STM)
  14. Perilaku Panel Dinding Sandwich Beton expanded Polystyrene (EPS) dan Papan Kalsiboard dengan Penyambung Geser Baut
  15. Pengaruh Penambahan Wiremesh dan Palsteran terhadap perubahan kuat Tekan dan kuat Lentur dan Ketahanan Pukul dinding panel Expanded Polystyrene
  16. Kajian Eksperimental dan Numerik Kegagalan Teknik pada Struktur Pipa Baja Berlubang
  17. Pengembangan Metode Perkuatan yang relevan pada Bangunan Sederhana ( Non engineered Building) di Daerah rawan gempa
  18. Analis Parameter Kekuatan Kabel Hanger Pada Jembatan Gantung (Suspension Bridge)
  19. Perilaku, Desain dan Analisis Coupling Beam Dengan Baja Castellated
  20. Identifikasi Getaran dan pengaruhnya Terhadap Kinerja Pelat Lantai
  21. Perilaku Seismic pada Sambungan Balok Kolom Beton Bertulang Dengan Perkuatan Profil Baja
  22. Respon Seismik Jembatan Bentang Panjang Akibat Asynchronous Multi-Support Excitation
  23. Perancangan Geser pada Balok dengan Penambahan Rangka Baja pada Daerah Sendi Plastis Lentur
  24. Perilaku Mekanik Struktur Balok Geopolymer-OPC Hybrid Bertulang
  1. PELATIHAN STRAIN GAUGE
    A. TUJUAN
    • Peserta mengetahui dan memahami Strain Gauge
    • Peserta mampu menjelaskan prinsip kerja Strain Gauge
    • Peserta mampu melakukan pemasangan sensor Strain Gauge dengan benar
    • Peserta bisa mengaplikasikan Strain Gauge di lapangan
    • Peserta mampu melakukan pengukuran sensor Strain Gauge
    • Peserta mampu melakukan analisa hasil pengukuran Strain Gauge
    B. PELAKSANAAN
    • Tempat Pelatihan: Universitas Center (UC) UGM
    • Tanggal Pelatihan: 7 – 8 September 2020
    • Peserta Pelatihan: 5 Peserta dari WIKA BETON
    • Ketua Pelatihan: Ali Awaludin, ST., M.Eng, Ph.D.
    • Nara Sumber: Prof. Ir. Bambang Suhendro, M.Sc., Ph.D.; Prof. Ir. Hrc. Priyosulistyo, M.Sc., Ph.D.
    C. ISI PELATIHAN
    SESI 1 – Materi “PRINSIP KERJA DAN CARA PEMASANGAN ELECTRICAL RESISTANCE STRAIN GAUGE”
    • Pendahuluan : Metode pengukuran regangan
    • Electrical Resistance Strain Gauge
    • Prinsip Kerja Strain Gauge
    • Cara Pemasangan Strain Gauge
    • Interpretasi nilai tegangan dari pengukuran regangan
    • Tahap – tahap Pemasangan Strain Gauge
    • Penutup
    SESI 2 – Tutorial Pemasangan Strain Gauge
    • Beri tanda titik objek yang akan dipasang Strain Gauge
    • Bersihkan permukaan objek yang akan dipasang Strain Gauge dengan alat amplas sampai rata dan mengkilat
    • Bersihkan permukaan objek yang sudah rata dan mengkilat dengan kapas yang sudah diberi alcohol/thinner
    • Pasang Strain gauge dan Terminal pada Objek yang sudah dibersihkan dengan menggunakan perekat khusus Strain gauge
    • Lakukan proses penyambungan kabel di terminal strain gauge
    • Periksa hasil pemasangan Strain gauge menggunakan multimeter
    SESI 3 – Penyampaian materi “ Teknik Pengujian Jembatan “
    • Teknik Pengukuran Strain gauge
    • Aplikasi penggunaan Strain Gauge dalam teknik pengukuran untuk Evaluasi Bangunan
    • Topik khusus “ Teknik Pengujian Jembatan “
    SESI 4 – Praktik
    • Pemasangan Strain gauge
    • Pengukuran Strain gauge dengan variasi beban
    • Pengukuran Strain gauge dengan variasi suhu
    • Pengukuran Strain gauge dengan variasi panjang kabel
    • Pengukuran Strain Gauge dengan variasi model sambungan
    • Pengukuran masing-masing Sambungan dengan Variasi Beban dan diamati perbedaannya untuk setiap model sambungan
    • Analisa hasil Pengukuran (membandingkan hasil pengukuran dengan teori)

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan
Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Jl. Grafika Kampus No.2 Kampus UGM Yogyakarta
Email: tsipil.ft@ugm.ac.id

© DTSL - UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jumlah Pendownload 217