Inovasi Jala Raksa pada Perancangan Bendungan Tirta Gama Multipurpose Berbasis IWRM Membawa Tim Avatar Meraih Juara 2 Perlombaan Lomba Rancang Bendungan Nasional ke-X Civil Zone 2026

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencetak prestasi membanggakan di ajang Lomba Rancang Bendungan Nasional ke-X (LRBN ke-X) Civil Zone 2026. Tim Avatar yang diketuai oleh Muhammad Rafee Faiz A. A. (Teknik Sumber Daya Air 2024) dan beranggotakan Liant Indu Devina (Teknik Sumber Daya Air 2024) serta Toriq Habib (Teknik Sumber Daya Air 2024), didampingi oleh dosen pembimbing Ir. Neil Andika, S.T., M.Sc., Ph.D., telah berhasil mendapatkan gelar Juara 2 pada kompetisi tersebut. Kompetisi tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram.

Tim Avatar dalam kompetisi tersebut merancang karya inovasi berjudul “Perancangan Bendungan Tirta Gama Multipurpose Berbasis IWRM dengan Inovasi Jala Raksa sebagai Sistem Operasi Adaptif Drought-to-Recovery untuk Meningkatkan Ketahanan Air, Energi, dan Pangan”. Inovasi tersebut mempunyai latar belakang berupa tantangan dalam perencanaan bendungan yang menuntut pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi dan adaptif terhadap perubahan kondisi hidrologi, khususnya masalah kekeringan. Tim Avatar mengintegrasikan fungsi bendungan multiguna berbasis Integrated Water Resources Management (IWRM) dengan inovasi sistem “Jala Raksa”. Pada pengaplikasiannya, inovasi ini menjadi sistem operasi yang adaptif terhadap dinamika ketersediaan air guna menunjang ketahanan air baku, produksi energi, dan pasokan irigasi bagi ketahanan pangan.

Lomba Rancang Bendungan Nasional (LRBN) merupakan ajang kompetisi teknik bergengsi bagi mahasiswa di seluruh Indonesia. Pada waktu seleksi, Tim Avatar mengumpulkan proposal yang berisikan detail perancangan, analisis teknis, hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB) bendungan. Rangkaian final diselenggarakan secara luring mulai tanggal 18 hingga 22 Oktober 2026 di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat. Tim Avatar berhasil meraih peringkat dua (Juara 2) pada sesi final yang diikuti oleh 10 finalis yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pada sesi presentasi tanggal 20 Oktober 2026, Tim Avatar memaparkan inovasi rancangan sekaligus mempresentasikan visualisasi maket bendungan secara langsung, lalu dilanjut dengan sesi tanya jawab oleh dewan juri. Download sertifikat (Sumber: Tim Avatar/Humas DTSL)