
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) FT UGM menggelar kuliah tamu Road to PIT 43 HATHI Cabang DIY pada 3–4 September 2026 di Ruang Sidang Biru DTSL UGM. Agenda ini membahas sinergi rekayasa infrastruktur cerdas dan pengelolaan sumber daya air terpadu berbasis Water, Energy, Food, and Environmental (WEFE) Nexus.


Pada hari pertama, I Nyoman Gede Anggara M. dan Prasetyo Widhy Utomo memaparkan inovasi Sistem Panel Serbaguna (SPS). Teknologi beton modular pracetak ini menerapkan konsep Nature-Based Solutions (NbS) melalui mekanisme passive cut-off, disipasi energi alami, dan sifat self-correcting untuk mencegah erosi serta gerusan. SPS telah diterapkan di berbagai proyek vital, seperti Tanggul Jember, Sungai Tuntang, hingga Intake Sungai Sepaku di Ibu Kota Nusantara.
Pada hari kedua, Direktur Utama PJT 1, Fahmi Hidayat, menjelaskan strategi pengelolaan SDA terpadu dan transformasi digital. Sesuai Keppres No. 9 Tahun 2026, PJT 1 kini mengelola sembilan Wilayah Sungai strategis nasional dengan menerapkan Smart Water Management Systems (SWMS) berbasis Industri 4.0. Penggunaan IoT, analisis citra satelit, dan Command Center terpusat membantu PJT 1 menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp41,4 triliun per tahun. (Sumber: humas DTSL)