
Merespons tingginya minat mahasiswa terhadap kompetisi tender infrastruktur, Mahasiswa Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menghadirkan Innovative Tender Competition (ITC) sebagai sub-event baru dalam rangkaian kegiatan 14th Civil in Action (CIA). Kehadiran ITC secara khusus mengusung konsep lomba tender design and build, yang dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa teknik sipil di seluruh Indonesia untuk mencurahkan ide, rancangan teknis, serta strategi penawaran proyek secara efisien, akurat, dan berorientasi pada keberlanjutan. Penyelenggaraan kompetisi ini digagas dengan tujuan strategis untuk mengasah kompetensi praktis mahasiswa sekaligus meningkatkan exposure dan eksistensi DTSL FT UGM di tingkat nasional.
Pada gelaran perdana ini, ITC mengusung tema “Strategi Pelaksanaan Infrastruktur yang Tangguh dan Berkelanjutan dalam Pembangunan Nusantara”. Tema ini menekankan pentingnya perencanaan rancang-bangun (design and build) infrastruktur yang mampu menghadapi kondisi alam Indonesia yang dinamis, memiliki ketahanan jangka panjang, serta tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Melalui pendekatan teknis yang tepat, optimalisasi sumber daya, dan strategi konstruksi yang adaptif, kompetisi ini mendorong lahirnya gagasan pelaksanaan proyek yang unggul secara teknis dan ekonomis tanpa mengorbankan keseimbangan ekosistem.





Berbeda dari lomba tender pada umumnya yang cenderung hanya berfokus pada pengerjaan proposal konvensional, ITC menghadirkan skema tender design and build yang merefleksikan kondisi nyata di dunia kerja industri konstruksi profesional. Dalam sistem design and build, peserta dituntut untuk tidak hanya mampu merancang inovasi teknis (design), tetapi juga memperhitungkan kelayakan pelaksanaan dan estimasi biaya (build) secara akurat dan terintegrasi. Dalam mewujudkannya, mahasiswa DTSL FT UGM mengambil peran penuh mulai dari merancang konsep hingga mengelola seluruh tahapan seleksi, yang terbagi ke dalam tiga tahapan utama:
Pembaruan alur kompetisi berbasis design and build ini memberikan hasil yang sangat positif. Pada tahun pertamanya, ajang berskala nasional ini berhasil diikuti oleh 95 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia hingga tersaring menjadi 6 tim finalis terbaik. Usai persaingan ketat serta penyampaian performa impresif dari para peserta pada puncak babak final, dewan juri resmi mengumumkan daftar pemenang Innovative Tender Competition 2026 sebagai berikut:
Kesuksesan penyelenggaraan format baru ini turut mendapat apresiasi tinggi dari kalangan akademisi. Dosen Pembimbing ITC, Dr. Ir. Angga Trisna Yudhistira, S.T., M.Eng., IPM., ACPE., saat dijumpai di Gedung Laboratorium Bahan Bangunan pada 14 Agustus 2026, menyampaikan rasa bangganya terhadap inovasi mahasiswa DTSL UGM. “ITC adalah lomba tender design and build 2 tahap pertama yang ada di Indonesia, semoga dapat menjadi inspirasi bagi universitas lainnya.” ungkapnya.
Tanggapan positif senada juga dilontarkan oleh Robi Fernando S.T., M.T., selaku Dosen Pembimbing dari Tim GENTAGA-FREECSS dan GENTAGA-ZOLDYCK (Politeknik Pekerjaan Umum) di lokasi yang sama. “Bagi kami, Innovative Tender Competition (ITC) adalah ajang konstruksi yang sangat bergengsi, profesional, dan dekat dengan praktik dunia nyata. Konsep inovatifnya—Two-Stage Approach: Conceptual Design and Design-Build Implementation—memberikan wadah berharga bagi mahasiswa untuk belajar, berinovasi, dan berjejaring. Terima kasih UGM dan seluruh panitia CIA atas pengalaman yang luar biasa ini. Sukses terus untuk UGM dan terus berkarya demi Indonesia!” tuturnya.
Penyelenggaraan ITC tidak hanya berfokus pada capaian kompetisi, tetapi juga sukses menjadi sarana pembelajaran yang efektif bagi seluruh peserta untuk mengimplementasikan simulasi tender design and build serta mengasah keahlian di bidang konstruksi teknik sipil secara nyata. Melalui kegiatan ini, DTSL FT UGM terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan kompetensi akademis dan praktis mahasiswa guna melahirkan generasi muda yang siap berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional yang tangguh dan berkelanjutan. (Sumber: humas DTSL)