Laboratorium bahan bangunan DTSL dipergunakan untuk melakukan beberapa pengujian antara lain :
|
|
Kegiatan praktikum mahasiswa di Laboratorium Bahan Bangunan antara lain :
|
|
Praktikum Teknologi Bahan Bangunan (semester ganjil)
| No. | Nama Pengujian | Maksud/Tujuan | Metode Pengujian | Peralatan | Foto Alat |
| 1. | Pengujian Kuat Tekan Beton | Sebagai dasar untuk pengendalian mutu dari komposisi campuran beton, proses pencampuran dan kegiatan pengecoran beton; penentuan hasil pekerjaan yang memenuhi spesifikasi; dan evaluasi keefektifan bahan tambah serta pengendalian kesetaraan penggunaannya | SNI 1974:2011 |
| |
| 2. | Pengujian Hasil Core Drill | Umumnya, pengujian dilakukan akibat muncul keraguan terhadap kualitas beton yang dilapangan pekerjaan dengan hasil pengujian kekuatan rendah selama konstruksi atau timbulnya tanda-tanda bahaya pada struktur; serta untuk mendapatkan informasi kekuatan pada struktur bangunan lama | SNI 2492:2018 |
| |
| 3. | Pengujian Kuat Tekan Mortar | sebagai acuan dan pegangan untuk melakukan pengujian kuat tekan mortar pada pekerjaan sipil; untuk mendapatkan nilai kekuatan tekan mortar pada umur tertentu yang digunakan untuk menentukan mutu mortar | SNI 03-6825-2002 |
| |
| 4. | Pengujian Tarik Baja | untuk mengetahui besarnya tegangan leleh dan kuat tarik baja; sebagai acuan normatif, istilah dan definisi, jenis dan syarat mutu baja tulangan beton | SNI 2052:2017 |
| |
| 5. | Pengujian Lentur Balok | pengujian ini adalah memperoleh nilai kuat lentur beton sesuai dengan yang disyaratkan pada beton untuk struktur bangunan sipil; untuk keperluan perencanaan struktur beton agar aman terhadap gaya lentur yang bekerja. | SNI 4431:2011 |
| |
| 6. | Pengujian Paving Blok | untuk mendapatkan nilai kuat tekan, nilai keausan dan nilai serapan untuk menentukan kualitas mutu paving blok | SNI 03-0691-1996 |
| |
| 7. | Pengujian Tentang Analisis Saringan/Gradasi Agregat Halus(Pasir) dan Agregat Kasar(Batu Pecah/Split) |
| SNI 03-1968-1990 |
| |
| 8. | Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Kasar(Batu Pecah/Split) |
| SNI 1969:2008 |
|
|
| 9. | Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus(Pasir) | sama dengan pengujian pada agregat kasar (no.8) | SNI 1970:2008 |
| |
| 10. | Pengujian Keausan Agregat Kasar dengan Mesin Abrasi Los Angeles | – Untuk mengetahui angka keausan agregat yang dinyatakan dengan perbandingan antara berat bahan aus terhadap berat semula dalam persen – hasilnya dapat digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan konstruksi beton atau perkerasan jalan | SNI 2417:2008 |
| |
| 11 | Pengujian Kandungan Lumpur/Lolos Saringan No.200 (0.075 mm) Pada Agregat | untuk memperoleh persentase jumlah bahan dalam agregat yang lolos saringan Nomor 200 (0,075 mm), sehingga berguna bagi perencana dan pelaksana pekerjaan konstruksi bangunan | SNI 03-4142-1996 |
| |
| 12 | Pengujian Zat Organis Dalam Agregat Halus (Pasir) | untuk penentuan perkiraan adanya kotoran/zat organik merugikan dalam agregat halus yang akan digunakan dalam campuran beton atau mortar | SNI 2816:2014 |
| |
| 13 | Pengujian Berat Satuan/Bobot Isi Agregat | untuk mendapatkan berat isi dalam kondisi padat atau gembur dalam agregat | SNI 03-4804-1998 |
| |
| 14 | Pengujian Slump Beton | untuk menyediakan langkah kerja bagi pengguna dalam menentukan slump dari beton segar; untuk memantau homogenitas dan workability adukan beton segar dengan suatu kekentalan tertentu dengan satu nilai slump | SNI 1972:2008 |
|