Kuliah Umum Keairan dengan Tema Peningkatan Sistem Tata Air untuk Berbagai Kondisi Hidrotopografi pada Unit Pengembangan Rawa Pasang Surut dalam Mendukung Produksi Bahan Pangan

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (DTSL FT UGM) menyelenggarakan Kuliah Umum dengan topik “Peningkatan Sistem Tata Air untuk Berbagai Kondisi Hidrotopografi pada Unit Pengembangan Rawa Pasang Surut dalam Mendukung Produksi Bahan Pangan” pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB di Ruang Sidang Merah DTSL FT UGM ini menghadirkan Dr. Ir. F.X. Suryadi, Dipl.HE. sebagai narasumber. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan pembelajaran dan wawasan akademik mahasiswa dalam bidang teknik keairan, khususnya terkait pengelolaan kawasan rawa pasang surut.

Kuliah umum turut dihadiri oleh Ketua Program Studi Magister Teknik Pengelolaan Bencana Alam (MTPBA), Dr. Ir. Benazir, S.T., M.Eng., IPM. Peserta kegiatan terdiri atas mahasiswa jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor dari berbagai minat studi dan program yang relevan, khususnya bidang keairan. Kehadiran mahasiswa lintas jenjang tersebut memberikan ruang untuk memperluas perspektif akademik sekaligus mendorong terjadinya pertukaran pengetahuan mengenai berbagai persoalan dan pendekatan dalam pengelolaan sumber daya air.

Dalam pemaparannya, Dr. Ir. F.X. Suryadi, Dipl.HE. membahas sistem tata air pada kawasan rawa pasang surut yang memiliki karakteristik dan kondisi hidrotopografi yang beragam. Pemahaman terhadap kondisi hidrotopografi menjadi aspek penting dalam menentukan pendekatan pengelolaan tata air yang tepat, karena setiap kawasan memiliki karakteristik, tantangan, serta kebutuhan pengelolaan yang berbeda. Melalui materi yang disampaikan, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan dan peningkatan sistem tata air pada unit pengembangan rawa pasang surut.

Kegiatan kuliah umum ini diharapkan dapat memperkaya pengetahuan mahasiswa mengenai tantangan dan pendekatan dalam pengelolaan tata air rawa pasang surut, khususnya dalam kaitannya dengan peningkatan produktivitas dan keberlanjutan produksi bahan pangan. Selain memperkuat pemahaman teoritis, kegiatan ini juga memberikan perspektif praktis mengenai penerapan konsep tata air dalam menghadapi kondisi kawasan yang beragam. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan wawasan dan kompetensi untuk berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya air yang adaptif, produktif, dan berkelanjutan. (sumber: humas DTSL)