Kuliah Lapangan Volcanology

Kuliah lapangan mahasiswa MTPBA mata kuliah Volcanology, yang dibimbing oleh Dr. Ir. Ahmad Rifa’i, MT., diselenggarakan pada tanggal 21 November 2019. Kegiatan diawali dengan mengunjungi BPPTKG, dengan tujuan untuk melihat ...
Baca Selengkapnya

A. LATAR BELAKANG

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah sangat luas yang terletak diantara beberapa lempeng tektonik, yang dengan sendirinya merupakan wilayah yang sangat rentan dengan bencana alam, antara lain gempa bumi, tsunami, erupsi gunung berapi, banjir, kekeringan, longsor, atau angin taufan. MTPBA hadir untuk mencetak tenaga yang andal dalam penanganan bencana alam, utamanya dalam upaya mitigasi bencana alam.

MTPBA berdiri pada 2001 dalam bentuk minat studi MPBA di Program Studi S2 Teknik Sipil FT UGM. Menjelang akhir 2013, MTPBA berpisah dari Prodi S2 Teknik Sipil dan berdiri sebagai program studi sendiri. Pada tahun yang sama, MTPBA menjadi Host Institution di bidang Natural Disaster dalam jaring kerjasama pendidikan Jepang-ASEAN, AUN/SEED-Net  (ASEAN University Network – Southeast Asia Engineering Education Development Network). AUN/SEED-Net adalah jaring kerjasama pendidikan pascasarjana teknik lingkup ASEAN dan Jepang. AUN/SEED-Net mewadahi 26 perguruan tinggi di negara-negara ASEAN dan 14 perguruan tinggi di Jepang (sila jenguk AUN/SEED-Net Member Universities). Sebagai host institution, MTPBA menerima mahasiswa dari berbagai negara ASEAN.

Lulusan MTPBA memiliki keahlian untuk melakukan analisis, evaluasi, dan sintesis berbasis ilmu pengetahuan bidang keteknikan dalam kegiatan pengelolaan bencana alam pada tahap pra-bencana, tahap tanggap darurat, dan tahap rehabilitasi-rekonstruksi. Bidang keahlian yang diutamakan bagi lulusan MTPBA adalah mitigasi bencana alam yang berupa penanggulangan (counter-measures) secara fisik teknis sesuai dengan acuan yang digariskan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012).

B. VISI Menjadi Program Pendidikan Tinggi Teknik Strata 2 bertaraf Internasional yang mampu menghasilkan manusia yang memiliki kemampuan akademik dan profesi untuk menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang pengelolaan bencana alam. C. MISI Program Studi MTPBA Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada mengemban misi untuk:
  1. Menjadi institusi pendidikan tinggi rujukan di kawasan Asia di bidang pendidikan dan penelitian teknik pengelolaan bencana alam,
  2. Berperan aktif dalam jaring kerjasama nasional dan internasional dalam rangka penyelenggaraan pendidikan dan penelitian teknik pengelolaan bencana alam,
  3. Berperan dan berkontribusi dalam pembangunan nasional yang berkaitan dengan teknik pengelolaan bencana alam,
  4. menyelenggarakan pendidikan magister yang mampu menghasilkan tenaga ahli dalam bidang teknik pengelolaan bencana alam yang cakap secara akademik dan profesi.
D. AKREDITASI

Berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi No. 5049/SK/BAN-PT/Ak-PPJ/M/IX/2020 mendapatkan akreditasi A yang berlaku 30 Agustus 2020 - 30 Agustus 2025. Sertifikat dapat diunduh pada link unduh


E. STAFF DAN PENGELOLA

A. KURIKULUM

Kurikulum MTPBA dirancang berdasarkan kompetensi yang diperlukan sesuai dengan tujuan program studi. Disiplin keilmuan yang dipadukan dalam kurikulum antara lain adalah ilmu keteknikan (engineering), meliputi Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, Teknik Arsitektur, Teknik Elektro/Informatika, Teknik Geologi, Teknik Geodesi, Geografi, Kehutanan, Teknologi Pertanian, dan Geofisika. Selain itu juga diundang ilmu non keteknikan yang diperlukan untuk mendukung pembekalan aspek terapan manajemen yang mencakup sistem informasi dan kelembagaan atau organisasi bidang kebencanaan, serta pemberdayaan masyarakat. Mengingat beragamnya kasus bencana di berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia saat ini, pengembangan kurikulum program studi dilakukan dengan mempertimbangkan kekhususan yang diujudkan dalam tiga kelompok bencana alam di bawah ini.

  1. Bencana Air
  2. Bencana Gempa.
  3. Bencana Vulkanik.

Bencana air mencakup banjir, kekeringan, dan banjir sedimen. Bencana gempa memayungi gempa, tanah longsor, dan tsunami. Bencana vulkanik meliputi erupsi gunung berapi dan aliran piroklastik. Untuk menyelesaikan studi di MTPBA, jumlah beban studi minimum adalah 44 sks, terdiri dari mata kuliah wajib 22 sks, mata kuliah pilihan minat 12 sks, mata kuliah pilihan umum 2 sks, dan tesis 8 sks. Mata kuliah di MTPBA dihimpun kedalam tiga kelompok mata kuliah dan tesis.

  1. Mata kuliah wajib 22 sks
  2. Mata kuliah pilihan sesuai jenis bencana alam 12 sks
  3. Mata kuliah pilihan umum minimum 2 sks
  4. Tesis 8 sks.

Gambar di bawah menyajikan secara skematis kurikulum MTPBA.

B. GELAR

Gelar yang diberikan adalah Master of Engineering (M.Eng.).

C. MATA KULIAH

Jumlah kredit minimum untuk menyelesaikan studi adalah 44 sks.

No. Kode Mata Kuliah SKS Keterangan
Semester I
1 TKSC176101 Metodologi Penelitian 2 Wajib
2 TKSC176102 Teknik Pengolahan Data 3 Wajib
3 TKSC176103 Longsor dan Gerakan Tanah 2 Wajib
4 TKSC176104 Gelombang dan Tsunami 2 Wajib
5 TKSC176105 Kegunungapian 2 Wajib
6 TKSC176106 Hidrologi dan Hidraulika Terapan 3 Wajib
Semester II
7 TKSC176201 Sistem Informasi Kebencanaan 2 Wajib
8 TKSC176202 Penilaian Kerusakan dan Kerugian Akibat Bencana Alam 3 Wajib
9 TKSC176203 Banjir dan Aliran Lahar Hujan 3 Pilihan Bencana Air
10 TKSC176204 Sistem Peringatan Dini Banjir 3
11 TKSC176205 Mitigasi Risiko Bencana Kekeringan, Banjir, dan Aliran Lahar 3
12 TKSC176206 Dinamika Gempa 3 Pilihan Bencana Gempa
13 TKSC176207 Sistem Peringatan Dini Tanah Longsor 3
14 TKSC176208 Mitigasi Risiko Bencana Gempa 3
15 TKSC176209 Erupsi Vulkanik dan Sedimentologi 3 Pilihan Bencana Vulkanik
16 TKSC176210 Sistem Peringatan Dini Bencana Vulkanik 3
17 TKSC176211 Mitigasi Risiko Bencana Vulkanik 3
Semester III
18 TKSC177101 Pengelolaan Darurat Bencana Alam 2 Pilihan
19 TKSC177102 Mitigasi Risiko Bencana Berbasis Pemberdayaan Masyarakat 2 Pilihan
20 TKSC177103 Pengelolaan Bencana Wilayah Pesisir Terpadu 2 Pilihan
21 TKSC177104 Model Hidrologi-Hidraulika Banjir – Aplikasi Perangkat Lunak Hidrologi-Hidraulika 3 Pilihan
22 TKSC177105 Model Prediksi Longsor dan Gerakan Tanah – Aplikasi Perangkat Lunak Geoteknik 3 Pilihan
23 TKSC177106 Model Aliran Piroklastik – Aplikasi Perangkat Lunak Aliran Piroklastik dan Debris 3 Pilihan
Semester IV
24 TKSC177201 Magang/Kerja Lapangan 3 Wajib
25 TKSC177202 Tesis dan Publikasi 8 Wajib

D. DOSEN

Dosen MTPBA berasal dari 4 departemen di Fakultas Teknik UGM, yaitu Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Departemen Teknik Geologi, Departemen Teknik Geodesi, dan Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan. Sebagai prodi, MTPBA memiiki 6 dosen yang ber-home base di prodi ini.

DOSEN BER-HOME BASE DI MTPBA

Lampiran SK Rektor Nomor 1799/P/SK/HT/2015 Tanggal 31 Desember 2015 Tentang Homebase Dosen Program Studi Pada Fakultas dan Sekolah Di Lingkungan UGM.

Adam Pamudji Rahardjo, Ph.D. Ahmad Rifa’i, Ph.D. Djoko Legono, Prof. Ph.D. Fatchan Nurrochmad, Prof. Dr. Iman Satyarno, Prof. Ph.D. Istiarto, Ph.D.

DOSEN DARI DEPARTMEN TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN

  • Bambang Agus Kironoto, Prof. Dr.
  • Bambang Triatmodjo, Prof. Dr.
  • Budi Wignyosukarto, Prof. Dr.
  • Djoko Luknanto, Ph.D.
  • Henricus Priyosulistyo, Prof. Ph.D.
  • Joko Sujono, Prof. Dr.
  • Nizam, Prof. Ph.D.
  • Nur Yuwono, Prof. Ph.D.
  • Rachmad Jayadi, Dr.
  • Radianta Triatmadja, Prof. Ph.D.
  • Sri Harto, Prof. (ret) Dr.
  • Teuku Faisal Fathani, Prof. Dr.

DOSEN DARI TEKNIK GEOLOGI

  • Agung Harijoko, Dr.
  • Dwikorita Karnawati, Prof. Ph.D.
  • Subagyo Pramumijoyo, Prof. Dr.
  • Sugeng Wiyono, M.Sc.
  • Wahyu Wilopo, Dr.

DOSEN DARI TEKNIK GEODESI

Trias Aditya Kurniawan, Dr.

DOSEN DARI TEKNIK ARSITEKTUR DAN PERENCANAAN

Achmad Djunaedi, Prof. Ph.D.

E. SILABUS

1. METODOLOGI PENELITIAN (2 SKS)

Proses dan langkah penelitian umum, proses dan langkah, rambu-rambu, syarat-syarat dan keharusan dalam penelitian. Tahap-tahap dan siklus penelitian. Prosedur pencarian referensi dan pengaturan jadwal. Penyiapan penelitian, pemilihan topik penelitian, penyusunan usulan penelitian, penulisan laporan penelitian, penulisan makalah. Penelitian tindakan, permasalahan dan studi kasus, hipotesis, perancangan penelitian kasus, penelitian tindakan, pengolahan data, metode optimasi, interpretasi hasil, penyajian laporan penelitian, aplikasi metode pelaksanaan penelitian, pengantar sistem pendukung pengambilan keputusan (introduction to decision support system). Penyusunan proposal penelitian tesis.

Acuan:
  1. Hira, D.S., 2008. Operations Research, S. Chand Publishing.
  2. Leedy, P. D., 2015. Practical Research, Planning and Design. 11th Ed., Prantice Hall, New Jersey.
  3. Sri Harto Br, 2011. Metodologi Penelitian; Prinsip Penelitian dan Penulisan. Pegangan kuliah.

Metode pembelajaran: tatap muka, diskusi, dan latihan. Metode asesmen: tugas dan ujian.

2. TEKNIK PENGOLAHAN DATA (3 SKS)

Pemahaman umum stastistika, besaran statistis, presentasi data, probabilitas, variabel random, distribusi probabilitas, rentang keyakinan, uji hipotesis, regresi dan interpolasi, korelasi, analisis frekuensi, pembangkitan data, analisis data time series, pengenalan paket perangkat lunak program statistik dan analisis numerik.

Acuan:
  1. Crewson, P., 2006. Applied Statistics Handbook.
  2. de Smith, M.J., 2014. Statistical Analysis Handbook, a web-based statistics resource. The Winchelsea Press, Winchelsea, UK.
  3. Haan, Charles T., 2002. Statistical Methods in Hydrology, 2nd Ed., The Iowa State Univ. Press, Ames, Iowa, USA.
  4. Kottegoda, N.T. and Rosso, R., 2008. Applied Statistics for Civil and Environmental Engineers, ISBN: 978-1-405-17917-1.

Metode pembelajaran: tatap muka, diskusi, tutorial/pelatihan paket perangkat lunak program statistika dan analisis numerik dengan data yang dikumpulkan dari fenomena bencana alam, dan latihan. Metode asesmen: quiz, tugas dan ujian.

3. LONGSOR DAN GERAKAN TANAH (2 SKS)

Pengertian longsor dan gerakan tanah, aspek geologi dan batuan, evolusi bumi dan tektonik (faultfoldsjoints dan struktur lainnya), peta geologi, penyelidikan awal di lokasi (preliminary stages), klasifikasi dan diskripsi tanah dan batuan dalam bidang teknik,  topografi dan geologi tanah longsor serta proses pembentukannya, pengaruh air tanah, investigasi geoteknik di daerah longsor, klasifikasi dan mekanisme proses gerakan tanah, penyebab gerakan tanah (faktor-faktor pengontrol dan pemicu gerakan tanah), stabilitas lereng tanah (slope stability) dan analisis kinematik lereng batuan (stereographic projection), desain teknik penanggulangan longsor, prediksi terjadinya longsor, metoda pemetaan kerentanan (prediksi secara spasial), pengantar pengurangan risiko gerakan tanah, upaya dan manajemen bencana longsor secara sosial, aspek manajemen dalam mitigasi bencana longsor secara terpadu. 

Acuan:

  1. Cornforth, D. H., 2005. Landslide in Practice: Investigation, Analysis, and Remedial/Preventative Options in Soils, John Wiley & Sons.
  2. Hunt, R. E., 2007. Geologic hazards : a field guide for geotechnical engineers, CRC Press Taylor & Francis Group 6000 Broken Sound Parkway NW, ISBN 1‑4200‑5250‑0.
  3. Lee, E. M., 2005. Landslide Risk Assessment, Thomas Telford Ltd.
  4. Nakamura, H. and Higaki, D, 2004. Landslides, Handbook for Master Programme in Natural Disaster Management, GMU.
  5. SNI 03-1962-1990: Tata cara perencanaan penanggulangan longsor dan SKBI-2.3.1987: Lampiran A dan Lampiran B. (belum ada revisi pada aturan ini setelah tahun 2000)

Metode pembelajaran: tatap muka, diskusi, tutorial/pelatihan paket perangkat lunak program statistika dan analisis numerik dengan data yang dikumpulkan dari fenomena bencana alam, dan latihan. Metode asesmen: ujian.

4. GELOMBANG DAN TSUNAMI (2 SKS)

  1. Gelombang Teori gelombang linier dan gelombang panjang, gelombang non linier, gelombang panjang. Kecepatan jalar gelombang panjang, kecepatan partikel dan propagasi serta deformasinya. Kecepatan rambatan gelombang tsunami, perilaku tsunami pada berbagai bentuk garis-pantai. Gaya gelombang panjang pada bangunan.
  2. Tsunami Sejarah kejadian tsunami di dunia dan di Indonesia, statistik kejadian gelombang tsunami. Penyebaran kawasan rawan tsunami di Indonesia, penyebab terjadinya tsunami. Run up, run down, refleksi, dan focusing gelombang tsunami. 
  3. Pembangkitan Tsunami Pembangkitan tsunami oleh gempa, longsoran dan letusan gunung berapi. Model dan simulasi pembangkitan dan penjalaran gelombang tsunami. 
  4. Gaya tsunami dan akibatnya di daratan Gaya tsunami pada dinding vertical, gaya tsunami pada pilar, gaya tsunami pada bangunan berporositas, gaya tsunami pada bangunan terlindung, efektivitas hambatan hutan pada tsunami, gaya tsunami dengan debris. 
  5. Mitigasi bencana tsunami Konsep mitigasi bencana tsunami (dari segi struktur-bangunan, tata-letak bangunan dan lingkungan permukiman yang aman terhadap tsunami), jalur evakuasi dan lokasi pengungsian, early warning system. 
  6. Kesiapsiagaan menghadapi tsunamiFaktor yang berpengaruh pada kesiap siagaan terhadap tsunami, model pengembangan kesiapsiagaan bencana tsunami, perhitungan risiko bencana tsunami.
Acuan:
  1. Bozorgnia, Y. and Bertero, V. V., 2004. Earthquake Engineering from Engineering Seismology to Performance – Based Engineering, CRC Press Inc.
  2. CERC, 2006. Coastal Engineering Manual, US Army.
  3. Dean, R. G. and Robert, A.D., 2001. Coastal Processes with Engineering Applications, Cambridge University Press.Triatmadja (2010), Tsunami, Pembangkitan, Penjalaran, Daya rusak dan Mitigasinya, Gadjah Mada University Press.
  4. Gadallah, M. R. and Fisher, R. L., 2004. Applied Seismology, A Comprehensive Guide to Seismic Theory and Application, Pennwell Corp.
  5. Veitch. N., Jaffray.G., 2008. Tsunamis, Causes, Characteristics, Warnings and Protection, Nova.

Metode pembelajaran: tatap muka, diskusi, tutorial, dan kuliah lapangan. Metode asesmen: tugas dan ujian.

5. KEGUNUNGAPIAN (2 SKS)

Pengertian gunung api, penyebaran gunung api. Gunung api di Indonesia dan dunia. Tektonika dan vulkanisme, pembentukan magma, sifat fisik magma. Kegempaan gunung api. Klasifikasi erupsi, proses dan produk erupsi efusif dan eksplosif. Bahaya dan resiko keegunungapian. Teknik monitoring dan mitigasi. Pengendalian dan pembangunan infrastruktur di daerah gunung api. Sistem Sabo dan mix design. Visit unit pemantau gunung api dan bangunan pengendali akibat letusan gunung api.

Acuan:
  1. Institute of Seismological Research, 2008. Earthquake Monitoring and Seismicity Patterns, Department of Science & Technolo.y, Government of Gujarat, Annual Report.
  2. Marty, J., dan Ernst, G., 2005. Volcanoes and The Environment, Cambridge University Press 0521592542.
  3. SNVT Merapi, 2005. Manual on Soil Cement Sabo Dam, Yogyakarta.

Metode pembelajaran: tatap muka, diskusi, dan kuliah lapangan. Metode asesmen: ujian.

6. HIDROLOGI DAN HIDRAULIKA TERAPAN (3 SKS)

Analisis Hidrologi dan hidraulika merupakan langkah awal dalam perencanaan dan operasional sarana prasarana pengelolaan bencana alam. Analisis hidrologi mencakup analisis unsur siklus hidrologi dan proses transformasi hujan-aliran mulai dari data hujan menjadi banjir rancangan. Analisis transformasi hujan-aliran tersebut meliputi: analisis hujan, analisis abstraksi/loss/volume limpasan, analisis transform hujan efektif menjadi hidrograf limpasan langsung dengan metode hidrograf satuan baik terukur maupun sintetik, aliran dasar dan penelusuran aliran serta analisis banjir rancangan. Memahami aliran pada saluran terbuka. Pemakaian persamaan2 aliran dalam analisis aliran lewat bangunan air, spesifik energi, momentum dan uniform flow. Pengaruh kekasaran saluran, kemiringan saluran, bangunan hidraulik  pada profil aliran di saluran/sungai, aliran non uniform flow. Referensi mata kuliah ini masih menggunakan acuan butir a. atau versi bahasa Inggris. Buku ini berisi materi dasar yang sangat lengkap penjelasannya dan belum ada edisi lebih baru.

Acuan
  1. Rosalina, E.V.N., Sianipar, Y. (Penerjemah), 1992. Hidrolika Saluran Terbuka (Chow, V. T., 1973. Open-channel Hydraulics, McGraw-Hill, New York), Terjemahan Bahasa Indonesia, Erlangga.
  2. Chow, V. T., Maidment, D. R. and Mays, L. W., 2013. Apllied Hydrology, 2nd Ed., McGraw-Hill.
  3. Mimikou, M.A., Baltas, E.A., Tsihrintzis, V.A., 2016. Hydrology and Water Resources Systems Analysis, CRC Press.
  4. Sri Harto, B., 2000. Hidrologi: Teori, Masalah, Penyelesaian, Nafiri, Yogyakarta.

Metode pembelajaran: tatap muka, diskusi, dan latihan perangkat lunak simulasi hidrologi dan hidraulika (Easyfit, ANFREK, HEC-HMS, HEC-RAS). Metode asesmen: tugas dan ujian.

7. SISTEM INFORMASI KEBENCANAAN (2 SKS)

Pengenalan sistem informasi kebencanaan. Jenis sistem informasi kebencanaan terkait tiap tahap siklus bencana alam. Jenis peta dasar, perolehan, dan pemahamannya (rupa bumi, peta satelit/citra, peta topografi), dasar-dasar pemetaan (teknik pelaksanaan dan pengolahannya), penyajian informasi spasial (jenis, skala, kegunaan), pemodelan bahaya, penyusunan dan penyajian peta bahaya (hazard map) dan peta resiko (risk map), serta peta informasi spasial lainnya (terutama peta kerawanan atau vulnerability map: kepadatan penduduk, bangunan pengendalian bencana, bangunan utilitas publik, dll). Bentuk sistem informasi kewilayahan (termasuk sistem informasi tata ruang dan sumberdaya alam) dengan contoh profil Provinsi dan Kabupaten/Kota, materi dan jenis informasi, keterkaitan antara informasi tersebut dan pengelolaan bencana, informasi daerah pengaliran sungai secara menyeluruh, potensi pada sektor-sektor yang telah diidentifikasi, rencana induk pengembangan berbagai sektor dan saling keterpaduannya, informasi tentang rencana rencana aksi daerah dalam pengurangan resiko bencana terpadu serta pemanfaatan GIS (aplikasi desktop/Web/Mobile) dalam mendukung aktivitas sebelum dan sesudah bencana (sistem informasi pengungsian, early warning, visualisasi risiko bencana, pelaporan kerusakan dan kerugian melalui teknologi web). 

Acuan:

  1. ESRI, 2006. GIS and Emergency Management in Indian Ocean Earthquake/Tsunami Disaster, ESRI, Redlands, CA.
  2. Laituri, M., and Kodrich, K., 2008. On Line Disaster Response Community: People as Sensors of High Magnitude Disasters Internet GIS, Sensors, 8, 3037-3055.
  3. Longley, P. A., Goodchild, M. F., Maguire, D. J., and Rhind, D. W., 2005. Geographic Information Systems and Science, John Wiley & Sons., Sussex.
  4. McDonald, B., and Gordon, P., 2008. United Nations’ Efforts to Strengthen Information Management for Disaster Preparedness and Response, Data Against Natural Disasters, S. Amin and M. Goldstein, eds., World Bank, Washington, 59-82.
  5. Rao, R.R.; Eisenberg, J. and Schmitt, T. (eds)., 2007. Improving Disaster Management: The Role of IT in Mitigation, Preparadness, Response, and Recovery, The National Academic Press, Washington DC.

Metode pembelajaran: tatap muka, diskusi, latihan, dan presentasi. Metode asesmen: tugas dan ujian.

8. PENILAIAN KERUSAKAN DAN KERUGIAN AKIBAT BENCANA ALAM (3 SKS)

Kerawanan dan kerentanan (vulnerability) sebagai faktor utama dalam memperhitungkan besarnya tingkat resiko (risk) suatu infrastruktur terhadap suatu bencana, tingkat ancaman (hazard), rapid visual screening kerawanan dan kerentanan dan detail evaluation. Komponen-komponen infrastruktur dan aplikasi perhitungan kerawanan dan kerentanannya baik secara rapid visual screening maupun detail evaluation dengan menggunakan beberapa pedoman atau guidelines yang ada. Referensi mata kuliah ini memerlukan acuan butir b. yang merupakan sebuah buku yang berisi acuan sangat lengkap (comprehensive) yang belum ada versi lebih baru.

Acuan:

  1. FEMA-154, 2002, Rapid Visual Screening of Building for Potential Seismic Hazards: A Handbook, Second Edition, Applied Technology Council, 555 Twin Dolpin Drive, Suite 550 Redwood City, California 94065.
  2. FEMA-310, 1998. Handbook for the Seismic Evaluation of Buildings, Federal Emergency Management Agency, USA.
  3. IBRD, 2010. Damage, Loss and Needs Assessment, Guidance Notes Vol. 1, 2, 3.
  4. Kelly, T. E., 2001. Performance Based Evaluation of Buildings, Reference Manual Holmes Consulting Group, Ltd.
  5. Perka BNPB Nomor 15 Tahun 2011 Tentang Pedoman Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana.
  6. Robinson, J., Phillips, W., 2014. Assessment of strategies for linking the damage and loss assessment methodology to the post-disaster needs assessment, UN-ECLAC.

Metode pembelajaran: tatap muka, diskusi, latihan, dan kuliah lapangan mencoba mengevaluasi infrastruktur dengan metode rapid visual screening. Metode asesmen: quiz, tugas dan ujian.

A. MATA KULIAH WAJIB – MINAT STUDI BENCANA AIR

1. BANJIR DAN ALIRAN LAHAR HUJAN (3 SKS) Pemahaman terhadap proses dan persepsi berbagai stakeholder tentang banjir. Prinsip dasar pengelolaan banjir terpadu, kegiatan pengendalian banjir konvensional, penanganan banjir komprehensif-multisektor secara structural dan non structural measures. Pemantauan banjir, manajemen banjir, resiko banjir, model empirik banjir, perkiraan banjir dan sistem peringatan dini, peta bencana banjir dengan GIS, aspek kelembagaan, evaluasi dan analisis, aplikasi perangkat lunak (HEC-HMS, HEC-RAS, FDA). Jenis, jumlah, dan lokasi sumber sedimen, mekanisme migrasi sedimen, dampak positif dan negatif fenomena suplai sedimen, bangunan pengendali dasaya rusak proses migrasi sedimen, aspek legal penanganan dan pemanfaatan sedimen, penyusunan strategi dan operasional penanganan sedimen secara terpadu, pemberdayaan masyarakat tentang kegiatan yang terkait dengan pemanfaatan lahan dan sumberdaya sungai (air dan sedimen), pengendalian kualitas sumber daya sungai, praktek pemantauan dan evaluasi migrasi sedimen sungai secara alami maupun campur tangan manusia, analisis imbangan sedimen sungai berdasar konsep konservasi masa. Hidrodinamika zat cair-sedimen, sifat-sifat bahan sedimen, awal gerak butiran sedimen, mekanisme transpor, bed-loadsuspended-loadtotal-load, saluran stabil, gerusan, pengukuran sedimen, sedimentasi waduk, kategori aliran debris, distribusi aliran debris, deposit aliran debris, degradasi dan agradasi, angkutan aliran debris, gerakan material kasar, struktur gelombang aliran debris, awal gerak aliran debris, prediksi aliran debris, pencegahan terhadap bencana akibat aliran debris, teknik kontrol dan pengendalian banjir oleh aliran debris, imbangan sedimen, sistem pemantauan dan akuisisi data pada aliran debris dan pemantauan banjir. 

Acuan:

  1. Anonim, 2007. Pedoman Penanggulangan Bencana Banjir, BAKORNAS PB, Jakarta.
  2. ASTM, 2002. Erosion and Sediment Control Technology Standard, ASTM Standard.
  3. Carlos E.M. Tucci, 2007. Urban Flood Management, Cap-Net.
  4. Kourgialas, N.N., KaratZas, G.P., Flood management and a GIS modelling method to assess flood-hazard areas—a case study, 2011, Hydrological Sciences Journal, Vol. 56 – Issue 2, Taylor & Francis On-line.
  5. Nakatani, K., Wada, T., Matsumoto, N., Satofuka, Y., Mizuyama, T., 2011. Development and Application of GUI Equipped 1-D And 2-D Debris Flow Simulator, Applied to Mixed-Size Grains, Padua, Italy. Proc. of 5th International Conference on Debris-Flow Hazards Mitigation: Mechanics, Prediction and Assessment, pp. 735-744.
  6. Stancalie, G, Alecu, C., Catana, S., 2000. Flood Hazard Assessment and Monitoring using Geographic Information, Remotely Sensed Data, International Archives of Photogrammetry and Remote Sensing, Vol. XXXIII, Part B7, Amsterdam.
  7. Takahashi, T, 2007. Debris Flow, Mechanics, Prediction and Countermeasures, Taylor & Francis.

Metode pembelajaran: Tatap muka, tutorial, diskusi, latihan, dan kuliah lapangan. Metode asesmen: Tugas kajian komprehensif studi kasus masalah bencana banjir dan aliran lahar hujan menggunakan model hujan-aliran dan model hidraulika yang sesuai untuk analisis aliran lahar hujan dan ujian serta ujian.

2. SISTEM PERINGATAN DINI BANJIR (3 SKS)

Konsep pengembangan sistem peringatan dini banjir, kerentanan sistem, risiko bencana banjir (genangan, erosi, keruntuhan tanggul), perkiraan kejadian banjir, parameter banjir, upaya mitigasi, tujuan sistem peringatan dini, instrumen sistem peringatan dini, metode dan peralatan peringatan dini banjir, tipikal sensor, sistem transformasi dan distribusi informasi peringatan dini banjir, perancangan system peringatan dini banjir untuk sistem sungai, sistem drainase kota dan kawasan/wilayah sungai, contoh hasil pengembangan, penerapan dan evaluasi kinerja sistem peringatan dini banjir: Sungai Code dan WS Bengawan Solo. 

Acuan:

  1. Adiel, P.W., 2014. Pembuatan Perangkat Lunak Untuk Mendukung Pengendalian Banjir DAS Bengawan Solo Hulu. Tesis Program Magister Pengelolaan Bencana Alam UGM, Yogyakarta.Zschau, J. and Kuppers, A.N., 2003. Early Warning Systems for Natural Disaster Reduction, Springer-Verlag Heidelberg New York.
  2. 2.      Australian Emergency Manual Series Manual 21, 2009. Flood Warning.
  3. Feldman, A.D., 2000. Technical Reference Manual of Hydrologic Modeling System HEC-HMS. HQ US Army Corps of Engineers, Washington DC.
  4. Gemala Suzanti, 2011. SOP Penanganan Banjir Wilayah Sungai Bengawan Solo.
  5. ISDR Platform for The Promotion of Early Warning, 2006.
  6. Nayak, S. and Zlatanova, S., 2008. Remote Sensing and GIS Technologies for Monitoring and Prediction of Disasters, Springer-Verlag Berlin Heidelberg.
  7. Scharffenberg, W.A., 2013. Hydrologic Modeling System HEC-HMS: User’s Manual, U.S. Army Corps of Engineers, HEC, Davis, CA.

Metode pembelajaran: tatap muka, tutorial, diskusi, latihan, dan kuliah lapangan. Metode asesmen: quiz, tugas, dan ujian.

3. MITIGASI RISIKO BENCANA KEKERINGAN, BANJIR, DAN ALIRAN LAHAR (3 SKS)

Karakteristik, penyebab, risiko dan dampak bencana kekeringan, banjir dan aliran lahar. Analisis perkiraan besaran tingkat/indeks kekeringan, banjir dan aliran lahar. Perencanaan mitigasi kekeringan, bencana banjir dan aliran lahar secara struktural dan non-struktural (rencana kontijensi, organisasi-kelembagaan-koordinasi dan rencana aksi). 

Acuan:

  1. Buku Teknik Sabo, Ditjen SDA, 2011, Jakarta.
  2. Donald W. Knight, Assad Y. Shamseldin, 2005. River Basin Modelling for Flood Risk Mitigation, Taylor & Francis Group, Singapore.
  3. Giuseppe Rossi, Theodoro Vega, Brunella Bonaccorso, 2007. Methods and Tools for Drought Analysis and Management, Springer, Dordrecht, The Netherland.
  4. Pedoman Penanggulangan Banjir, 2007, Bakornas Penanggulangan Bencana, Jakarta.
  5. Peraturan Kepala BNPB Noor 4 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana.

Metode pembelajaran: tatap muka, diskusi, latihan, dan kuliah lapangan. Metode asesmen: tugas, dan ujian.

4. MODEL HIDROLOGI-HIDRAULIKA BANJIR-APLIKASI PERANGKAT LUNAK HIDROLOGI

Aplikasi perangkat lunak hidrologi. Karakteristik air, proses hujan dan runoff, simulasi model hidrologi terapan (HEC-HMS, HEC-GeoHMS, WMS) untuk banjir, aliran berkelanjutan dan kekeringan, perencanaan, operasi, strategi dan pengukuran untuk penanganan kekeringan. Aplikasi perangkat lunak hidraulika (HEC-RAS, HEC-GeoRAS, SMS) untuk pemodelan aliran banjir pada alur sungai, pengaturan pintu air spiilway waduk, pengendalian banjir melalui sistem drainase kota, polder. 

Acuan:

  1. Adrien, 2004, Computational Hydraulics and Hydrology, CRC Press.
  2. Saeid Eslamean, 2014, Handbook of Engineering Hydrology, CRC Press, Taylor and Francis Group Singh, V. P., 1995, Computer Models of Watershed Hydrology, Water Resources Publications.
  3. Scharffenberg, W.A., 2013, Hydrologic Modeling System HEC-HMS: User’s Manual, U.S. Army Corps of Engineers, HEC, Davis, CA.
  4. Scharffenberg, W.A dan Fleming, M.J., 2010, Hydrologic Modeling SystemHEC-HMSUser’s Manual Version 3.5, US Army Corps of Engineers, Hydrologic Engineering Center, Davis, CA.
  5. Sujono, J., 2014, Petunjuk Singkat Aplikasi HEC-HMS, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan FT UGM.
  6. USACE, 2016, HEC-RAS User’s Manual, U.S. Army Corps of Engineers, Institute for Water Resources, Hydraulic Engineering Center, Davis, USA.

Metode pembelajaran: tatap muka, diskusi, tutorial, dan latihan. Metode asesmen: tugas, dan ujian.

B. MATA KULIAH WAJIB – MINAT STUDI BENCANA GEMPA

1. DINAMIKA GEMPA (3 SKS)

Pengertian gempa, intensitas gempa, magnitude, seismisitas, atenuasi, zona-gempa. Mekanisme terjadinya gempa, teori plat tektonik, sebaran pusat gempa. Gelombang seismik, macam gelombang gempa.  Refleksi dan refraksi gelombang gempa. Getaran tanah: teori getaran-tanah,  interaksi tanah dengan struktur (Soil-Structure interaction). Besaran gempa, penyebaran gelombang gempa, percepatan gelombang gempa, kecepatan gelombang dan energi gelombang gempa. Kegempaan di dunia dan kegempaan di Indonesia, zonasi gempa bumi di dunia dan di Indonesia, sejarah gempa-akibat dan penanganannya. Vibrasi struktur bangunan: pengaruh percepatan tanah terhadap bangunan. Pencatatan dan pemetaan bencana gempa bumi, kerusakan akibat gempa: evaluasi tingkat dan jenis kerusakan yang terjadi, sebaran dan luas kerusakan, pengertian berbagai skala gempa dan interpretasinya. Teori likuifaksi dan teknik perkuatan struktur terhadap likuifaksi. Konsep desain tahan gempa, respons dinamik struktur, pengenalan  sifat karakteristik bahan, kekuatan, kekakuan dan daktilitas struktur, penyebab dan pengaruh gempa terhadap struktur, jenis sistem struktur bangunan (Bearing & Shear Wall, Rigid Frame, F+SW), kaidah bangunan tahan gempa (konsep ”kolom kuat balok-lemah”, soft-storyshort column effect, torsi, mekanisme keruntuhan bangunan), kesalahan dan penyebab runtuhnya bangunan akibat  gempa, bangunan non-engineered structures dan engineered structures, daktilitas struktur untuk bangunan tahan gempa, perkuatan dan perbaikan (strengthening & retrofitting) bangunan yang rusak akibat gempa. 

Acuan:

  1. Chen, W. F. and Scawthorn, C., 2002. Earthquake Engineering Handbook (New Directions in Civil Engineering), CRC Press Inc.
  2. Chen, W. F., 2005. Earthquake Engineering for Structural Design, CRC Press Inc.
  3. Departemen PU, 2002. Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung SNI-1726, Dep. PU.
  4. Stein, S. And Wysession, M., 2003. An Introduction to Seismology, Earthquake, and Earth Structure, Black Well Publishing.
  5. William, H.K.L., Kanamori, H., Jennings, P.C., and Kisslinger, C., 2002, International Handbook of Earthquake and Engineering Seismology, Part A, Academic Press, London, UK.

Metode pembelajaran: Tatap muka, diskusi, tutorial, latihan, dan kuliah lapangan. Metode asesmen: tugas, dan ujian.

2. SISTEM PERINGATAN DINI TANAH LONGSOR (3 SKS)

Pengantar pengurangan risiko gerakan tanah yang meliputi upaya dan manajemen secara teknis (prediksi dan pencegahan/pengendalian, sistem pemantauan, peringatan dini dan akuisisi data, serta perbaikan lereng), teknologi pemantau longsor dan gerakan tanah, desain pemantauan dan peringatan dini longsor pada berbagai tipe gerakan tanah, penentuan warning criteria (pengaruh geomorfologi, curah hujan, fluktuasi muka air tanah, kondisi geologi-geoteknik terhadap inisiasi gerakan longsor), peta bencana dan prediksi terjadinya longsor, sistem  pemantauan dan akuisisi data untuk longsor dan gerakan tanah. 

Acuan:

  1. Cornforth, D. H., 2005. Landslide in Practice: Investigation, Analysis, and Remedial/Preventative Options in Soils, John Wiley & Sons.
  2. Lee, E. M., 2005. Landslide Risk Assessment, Thomas Telford Ltd.
  3. Nakamura, H. and Higaki, D, 2004. Landslides, Handbook for Master Programme in Natural Disaster Management, GMU.
  4. Sassa, K. and Canuti, P, 2008Landslides: disaster risk reduction, Springer.

Metode pembelajaran: tatap muka. Metode asesmen: ujian.

3.  MITIGASI RISIKO BENCANA GEMPA (3 SKS)

Banyak kerusakan infrastruktur dan korban jiwa yang telah timbul karena terjadinya gempabumi. Pengalaman gempa-gempa terdahulu baik yang terjadi di Indonesia maupun di luar negeri dapat dijadikan lesson learnt untuk melakukan mitigasi resiko bencana gempa pada masa mendatang. Besarnya resiko bencana secara sederhana dapat dinyatakan sebanding dengan besarnya ancaman dan kerentanan. Proses mitigasi bencana gempa dapat dilakukan dengan memahami kedua faktor ini. Pada dasarnya setiap bencana mempunyai siklus (lifecycle) yang terbagi menjadi empat tahap yaitu tahap pengurangan, tahap kesiapsiagaan, tahap tanggap darurat, serta  tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Kesuksesan program mitigasi bencana gempa sangat tergantung dari proses penerapan setiap program di setiap tahap ini. Referensi mata kuliah ini memerlukan acuan butir c. dan d. yang merupakan sebuah buku yang berisi acuan sangat lengkap (comprehensive) yang belum ada versi lebih baru. 

Acuan:

  1. BNPB, 2008. Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomer 4 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana (BNPB).
  2. Chen, W. F. and Scawthorn, C., 2002. Earthquake Engineering Handbook (New Directions in Civil Engineering), CRC Press Inc.
  3. FEMA 172, 1992. NEHRP Handbook of Techniques for the Seismic Rehabilitation of Existing building, Building Seismic.
  4. FEMA 310, 1998. Handbook for the Seismic Evaluation of Buildings, Federal Emergency Management Agency, USA.
  5. FEMA 154, 2002. Rapid Visual Screening of Building for Potential Seismic Hazards: A Handbook, Second Edition, Applied Technology Council, 555 Twin Dolpin Drive, Suite 550 Redwood City, California 94065.
  6. Hunt, R.E., 2007, Geologic Hazard: A Field Guide for Geotechnical Engineers, CRC Press, Taylor and Francis Group.
  7. SNI-1726, 2002. Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung SNI-1726, Dep. PU.
  8. Wyss, M. and Snroder, J.F., 2014, Earthquake Hazard, Risk, and Disasters, Elesevier Inc. USA.

Metode pembelajaran: tatap muka, diskusi, presentasi. Metode asesmen: tugas dan ujian.

4. MODEL PREDIKSI LONGSOR DAN GERAKAN TANAH (3 SKS)

Review beberapa kejadian longsor dan gerakan tanah, analisis dan assessment stabilitas lereng tanah dan batuan (2D dan 3D), metode prediksi longsor dan gerakan tanah. 

Acuan:

  1. Abramson, L. W., Lee, T. S., Sharma, S., and Boyce, G. M., 2002, Slope Stability and Stabilization Method, 2nd Ed., John Wiley & Sons.
  2. Cornforth, D. H., 2005, Landslide in Practice: Investigation, Analysis, and Remedial/Preventative Options in Soils, John Wiley & Sons.
  3. Krahn, J., 2004, Stability Modeling with SLOPE/W,GEO-SLOPE/W International Ltd.
  4. Lee, E. M., 2005, Landslide Risk Assessment, Thomas Telford Ltd.
  5. Nakamura, H. and Higaki, D, 2004, Landslides, Handbook for Master Programme in Natural Disaster Management, GMU.

Metode pembelajaran: tatap muka, tutorial, dan latihan. Metode asesmen: tugas dan ujian.

C. MATA KULUAH WAJIB – MINAT STUDI BENCANA VULKANIK

1. ERUPSI VULKANIK DAN SEDIMENTOLOGI (3 SKS)

Erupsi vulkanik dan pembentukan deposit di sekitarnya, pengaruh kegiatan erupsi terhadap fenomena hidrotermal atau pemanasan udara di sekitarnya serta awal kehidupan flora dan fauna, pengaruh material vulkanik terhadap pembentukan atau formasi permukaan lahan di sekitarnya, produkasi material vulkanik dan pemanfaatan industri, gunung api dan ekonomi, variabilitas deposit dan pengaruhnya terhadap kondisi sosial dan budaya masyarakat di sekitarnya. 

Acuan:

  1. Institute of Seismological Research, 2008. Earthquake Monitoring and Seismicity Patterns, Department of Science & Technology, Government of Gujarat, Annual Report.
  2. Marty, J., dan Ernst, G., 2005. Volcanoes and The Environment, Cambridge University Press 0521592542.

Praktek kerja / Praktikum: Tutorial dan workshop

2.  SISTEM PERINGATAN DINI BENCANA VULKANIK (3 SKS)

Identifikasi pergerakan magma, aktivitas kegempaan, deformasi permukaan gunung dan pembentukan kubah lava, stabilitas timbunan pyroklastik, fenomena hujan material (batu, pasir, dan abu vulkanik), karakteristika material vulkanik, mekanismu migrasi material vulkanik, utamanya aliran lava panas atau piroklastik, dinamika kolom erupsi (pembentukan pipa magma, pertumbuhan dan pengisian magma, perilaku dinamika aliran basaltik, model proses vulkanik pada planet bumi, interkasi antara gejala vulkanik dan tektonik. Topik riset terkait: konsekuensi dari aktivitas vulkanik dan perilaku spasial-temporal dari sitem vulkanik serta aplikasinya pada penanganan risiko dan model respon infrastruktur, proses fisik yang terkait dengan perilaku material basaltik mulai dari skala tipe erupsi sampai pada dinamika arae basaltik (pembentukan awan piroklastik, hujan material, dll), pemodelan erupsi melalui pendekatan dinamika fluida multifase. 

Acuan:

  1. Early Warning Sub-committee of the IMC ICDR Govt. of Japan, 2006. Japan’s Natural Disaster Early Warning Systems and International Cooperative Effort.
  2. Lopes, R., 2005. The Volcano Adventure Guide, Cambidge University Press.
  3. Van Geffen, J., van Roozendael, M., di Nicolantonio, W., Tampellini, L., Valks, P., Erbetseder, Th., and van der A, R., 2007Monitoring of Volcanic Activity from Satellite as Part of GSE Promote, Proceedings of the ENVISAT Symposium, 23–27 April 2007, Montreux, Switserland, ESA publication SP-636.
  4. http://www.geology.buffalo.edu/research/volcanostudies.shtml#1

Praktek kerja / Praktikum: Tutorial dan workshop

3. MITIGASI RISIKO BENCANA VULKANIK (3 SKS)

Identifikasi pergerakan magma, aktivitas kegempaan, deformasi permukaan gunung dan pembentukan kubah lava, stabilitas timbunan pyroklastik, fenomena hujan material (batu, pasir, dan abu vulkanik), karakteristika material vulkanik, mekanisme migrasi material vulkanik, utamanya aliran lava panas atau piroklastik, dinamika kolom erupsi (pembentukan pipa magma, pertumbuhan dan pengisian magma, perilaku dinamika aliran basaltik, model proses vulkanik pada planet bumi, interkasi antara gejala vulkanik dan tektonik. Topik riset terkait: konsekuensi dari aktivitas vulkanik dan perilaku spasial-temporal dari sitem vulkanik serta aplikasinya pada penanganan risiko dan model respon infrastruktur, proses fisik yang terkait dengan perilaku material basaltik mulai dari skala tipe erupsi sampai pada dinamika area basaltik (pembentukan awan piroklastik, hujan material, dll), pemodelan erupsi melalui pendekatan dinamika fluida multifase. 

Acuan:

  1. Conway, A., 2013, Hazard: The Extinction Protocol Guide to Risk Mitigation, Lulu Publishing, Morrisville.
  2. Dietr Rickenmann and Cheng-ling Chen, 2003. Debris Flow Hazard Mitigation: Mechanism, Prediction, and Assessment, Vol. 1, Millpress Rotterdam Netherlands.
  3. Wang, F., Miyajima, M., Li. T., Shan, W., and Fathani, T.F., 2012, Progress of Geo-Disaster Mitigation Technology in Asia, Springer Science & Business Media.
  4. Tassi, F., Vaselli, O., and Caselli A.T., 2015, Copahue Volcano, Springer.

Praktek kerja / Praktikum: Tutorial dan workshop

4. MODEL ALIRAN PIROKLASTIK-APLIKASI PERANGKAT LUNAK ALIRAN PIROKLASTIK DAN DEBRIS (3 SKS)

Konsep hidraulik aliran piroklastik, pengembangan persamaan dinamika aliran piroklastik, pemodelan aliran piroklastik, contoh terapan model pada kasus erupsi gunung api di Indonesia (Merapi) dan di Jepang.

  1. Branney, M.J. and Kokelaar, B.P., 2002, Pyroclastic Density Currents and The Sedimentation of Ignimbrites, Geological Society of London.
  2. Dietr Rickenmann and Cheng-ling Chen, 2003. Debris Flow Hazard Mitigation: Mechanism, Prediction, and Assessment, Vol. 1, Millpress Rotterdam Netherlands.
  3. Fagents, S.A., Gregg, T.K.P., and Lopes, R.M.C., 2013, Modeling Volcanic Processes: The Physics and Mathematics of Volcanism, Cambridge University Press.

Praktek kerja / Praktikum: Tutorial dan workshop

D. MATA KULIAH PILIHAN UMUM

1.   PENGELOLAAN DARURAT BENCANA ALAM (3 SKS) Teknik koordinasi dan penyampaian informasi antar intansi, hirarki evakuasi dan fasilitas sistim peringatan, pembangunan organisasi diujung tombak (PiCKey Person, dan Ketua Kelompok), pengelolaan pengungsi (logistik, kesehatan, dan alur informasi), sistem pendukung pengambilan keputusan terapan (applied decision support system). 

Acuan:

  1. Anonim, 2008. Standar Sistem Manajemen Keadaan Darurat, Panduan Instruktur, Kepolisian Republik Indonesia, Departemen Luar Negeri A.S., Departemen Kehakiman A.S., International Criminal Investigative Training Assistance Program (ICITAP), Jakarta.
  2. Brassard, C., Giles, D.W., and Howitt, A.M., 2014, Natural Disaster Management in the Asia-Pacific: Policy and Governance, Springer.
  3. Collins, L.R., 2000, Disaster Management and Preparedness, CRC Press.
  4. Farazmand, A., 2001, Handbook of Crisis and Emergency Management, CRC Press.
  5. Pinkowski, J., 2008, Disaster Management Handbook, CRC Press.

Praktek kerja / Praktikum: Pelatihan Standar Sistem Manajemen Keadaan Darurat (SSKMD) untuk Manajemen Penanganan Bencana

2. MITIGASI RISIKO BENCANA BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (2 SKS)

Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan keairan dan bencana yang terkait, pengaturan wewenang secara kolektif, penyelesaian masalah sosial melalui pengorganisasian, wewenang dan pembangunan masyarakat, menggerakkan dan mempertahankan aktifitas masyarakat, model tindakan sosial, model produksi sosial, modernisasi yang dihadapi masyarakat, pengelolaan kependudukan, pendidikan masyarakat (pendidikan informal), membangun kesadaran dan kerelaan masyarakat, membangun kepercayaan dan partisipasi masyarakat, membangun tradisi baru: hidup berdampingan dengan bencana alam/lingkungan, perencanaan dan strategi dalam mengantisipasi bencana alam. Undang-undang Lembaga Pengelola, berbagai bentuk lembaga pengelola, Badan Otorita, Perusahaan Umum, Unsur-unsur Lembaga Pengelola, manajemen sumberdaya manusia, manajemen keuangan lembaga pengelola, profesionalisme pengelola lembaga, pemasaran produk, pengembangan lembaga pengelola. Mahasiswa dibekali pengetahuan dan berlatih untuk mempunyai kecakapan dalam edukasi masyarakat melalui pengabdian masyarakat dan/atau penulisan pada media massa terkait mitigasi bencana. 

Acuan:

  1. Davis, I., 2014, Disaster Risk Management in Asia and the Pacific, Routledge.
  2. Herbert J. Rubin, 2000. Community Organizing and Development, Allyn&Bacon.
  3. Ledwith, M., 2005. Community Development: A Critical Approach, Policy Pr.
  4. Shaw, R., 2012, Community-Based Disaster Risk Reduction, Emerald Group Publishing.

Praktek kerja / Praktikum: Tutorial dan workshop

3. PENGELOLAAN BENCANA WILAYAH PESISIR TERPADU (2 SKS)

1. Pendahuluan Pengertian wilayah pesisir, dan bencana di wilayah pesisir, teori gelombang angin dan gelombang pasang surut, arus pantai, transpor sedimen, erosi, akresi dan abrasi, penyebaran polutan (minyak, sediment, limbah kota, dsb), wind set up, wave set up. 2. Pengelolaan / penataan daerah pantai Pengertian tentang penataan daerah pantai, perlindungan dan pengembangan pantai, reklamasi pantai, pengerukan dan pengaruhnya 3. Erosi, Abrasi, Akresi • Perlindungan dan pengamanan terhadap erosi, akresi dan abrasi • Perlindungan dan pengamanan terhadap gelombang, • Pendangkalan muara/pelabuhan badai • Pemilihan metode penanganan dan bangunan pantai yang sesuai 4. Inundasi (Rob) Perlindungan dan pengamanan terhadap banjir muara dan Perlindungan dan pengamanan terhadap Sea Level Rise (SLR) 5. Lingkungan Prediksi iklim gelombang dan arus dengan software, perlindungan dan pengamanan terhadap pencemaran dan kerusakan lingkungan pantai, perlindungan dan pengamanan terhadap dampak negatif pengembangan dan pembangunan pantai, perlindungan dan pengamanan terhadap intrusi air laut 6. Tsunami dan arus dekat pantaiPerlindungan dan pengamanan terhadap Tsunami dan arus dekat pantai Acuan:

  1. Beatley. T., Brower. D.J., Schawab. A.K., 2002. An Introduction to Coastal Zone Management, 2nd Edition, Island Press.
  2. CERC, 2006. Coastal Engineering Manual, US Army
  3. Dean, R. G. and Robert, A.D., 2001. Coastal Processes with Engineering Applications, Cambridge University Press.
  4. Reeve, C., 2004. Coastal Engineering: Processes, Theory and Design Practice, Taylor & Francis.
  5. Zimmermann, Dean.R.G., Penchev. V., Verhagen. H.J., 2004. Environmentally Friendly Coastal Protection, Springer.

Metode pembelajaran: tatap muka, diskusi, tutorial, latihan, dan kuliah lapangan. Metode asesmen: tugas, presentasi, dan ujian.

E. MAGANG/KERJA LAPANGAN, TESIS DAN PUBLIKASI (WAJIB BAGI SEMUA MINAT STUDI)

1. MAGANG/KERJA LAPANGAN (3 SKS)

Mahasiswa belajar sambil bekerja di perusahaan jasa konstruksi, konsultan perencana, instansi pemerintah di bidang yang terkait dengan kebencanaan. Posisi atau pos pekerjaan yang ditempati mahasiswa pada level asisten manajer atau asisten pejabat pengambil keputusan dalam pengelolaan pekerjaan terkait kebencanaan atau pejabat teknis yang bertanggungjawab pada perancangan dan analisis pekerjaan yang kompleks. Diharapkan mahasiswa dapat belajar dari pengalaman memecahkan dan menyelesaiakan masalah dengan berbagai pertimbangan yang berdasar analisis-analisis ilmiah dan meliputi semua aspek terkait yang secara nyata ditemui di lapangan. Waktu pelaksanaan minimum setara dengan 3 sks berkisar sebanyak 4 jam kerja dalam 30 hari kerja.

2. TESIS DAN PUBLIKASI (8 SKS)

Memberikan bekal kepada mahasiswa suatu pengalaman dalam melakukan kajian akademis berupa penelitian tindakan (action research) tentang kebencanaan yang berorientasi pada comprehensive problem solving. Lebih ditekankan pada sebuah studi kasus dengan prosedur analisis dan kajian terstruktur dan sistematis dengan memanfaatkan bekal teori yang didapat selama perkuliahan. Pengembangan metodologi dalam pelaksanaan penelitian tesis dapat berupa kegiatan yang memanfaatkan fasilitas laboratorium untuk pemodelan baik model fisik maupun model (indoor lab or outdoor lab works) matematis (software application oriented) atau kegiatan survey lapangan, tergantung minat dan topik yang disepakati bersama dosen pembimbing. Mahasiswa harus dapat mensarikan hasil penelitiannya dan mempublikasikan naskahnya di jurnal ilmiah atau seminar baik nasional ataupun internasional.
PENERIMAAN MAHASISWA BARU

A. RAGAM SELEKSI
Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Program Pascasarjana terdiri dari:
  1. Jalur Reguler Diperuntukkan bagi pendaftar dengan biaya sendiri.
  1. Jalur Kerja sama Diperuntukkan bagi:
  1. Pendaftar yang telah ditetapkan sebagai penerima beasiswa oleh lembaga/instansi pemberi beasiswa (dibuktikan dengan adanya surat penetapan sebagai penerima beasiswa); atau
  2. pendaftar yang pendidikanya dibiayai oleh mitra kerja sama UGM yang dibuktikan dengan adanya Memorandum of Understanding (MoU) atau Perjanian Kerja Sama (PKS) yang berlaku (daftar mitra kerja sama dapat dipilih pada saat mengisi pendaftaran online).
  1. Jalur Pelamar Beasiswa Diperuntukkan bagi pendaftar yang sedang mendaftar beasiswa dari berbagai lembaga/instansi/pihak pemberi beasiswa.
  1. Jalur Internasional Diperuntukkan bagi pendaftar Warga Negara Asing (WNA).
  1. Jalur Matrikulasi Pra Magister Diperuntukkan bagi pendaftar program matrikulasi pra magister.
  1. Jalur Berbasis Penelitian (by research) Diperuntukkan bagi pendaftar program Magister atau Doktor yang telah memiliki pengalaman penelitian dan publikasi sebelumnya, dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan jumlah dan kualitas penelitian serta publikasi.
Untuk melakukan pendaftaran Program Pascasarjana, silakan membuat akun pendaftaran disini

B. SYARAT PENDAFTARAN
Dokumen dan/atau data yang diperlukan untuk mendaftar adalah sebagai berikut:
1. Ijazah asli dari jenjang pendidikan sebelumnya (S1 atau setara) dari Program Studi yang terakreditasi dalam bidang ilmu yang sesuai dan/atau berkaitan dan disetujui oleh Program Magister yang akan diikuti;
2. Transkrip nilai asli dengan Indeks Prestasi Kumulatif pada jenjang S1 atau setara, dengan kriteria sebagai berikut:
  1. ≥ 2,50 dalam skala 4 atau setara, untuk pendaftar lulusan program studi terakreditasi A, atau;
  2. ≥ 2,75 dalam skala 4 atau setara, untuk pendaftar lulusan program studi terakreditasi B, atau;
  3. ≥ 3,00 dalam skala 4 atau setara, untuk pendaftar lulusan program studi terakreditasi C.
3. Sertifikat akreditasi program studi pada jenjang S1 atau setara, dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Akreditasi program studi yang dimaksud adalah akreditasi saat ini dan dibuktikan dengan hasil pemindaian sertifikat akreditasi atau print screen akreditasi dari laman Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)/LAM-PTKes yang masih berlaku;
  2. Program Studi yang akreditasinya sedang dalam proses perpanjangan, dibuktikan dengan tanda terima penyerahan borang akreditasi ke BAN-PT/LAM-PTKes yang diperoleh dari Perguruan Tinggi yang bersangkutan. Surat keterangan dari Perguruan Tinggi yang bersangkutan tidak berlaku;
  3. Pendaftar lulusan luar negeri harus mempunyai surat keputusan penyetaraan ijazah dari KEMDIKBUD sebagai pengganti sertifikat akreditasi.
Panitia hanya memproses dokumen akreditasi yang sesuai dengan ketentuan.
4. Sertifikat hasil tes potensi* yang masih berlaku (maksimum 2 tahun dari tanggal dikeluarkannya sertifikat). Panitia hanya menerima hasil tes potensi:
Jenis Skor Minimal Keterangan
PAPs UGM
450
TPDA PLTI
450
Tes Potensi Akademik (TPA) BAPPENAS
450
*) Pendaftar wajib mempunyai skor. Meskipun demikian, karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid 19, maka diambil kebijakan bahwa skor yang belum memenuhi syarat minimal tersebut di atas, masih dapat mendaftar untuk periode ini.
5. Sertifikat hasil tes kemampuan Bahasa Inggris* yang masih berlaku (maksimum 2 tahun dari tanggal dikeluarkannya sertifikat). Panitia hanya menerima hasil tes kemampuan Bahasa Inggris:
Jenis Skor Minimal Keterangan
AcEPT UGM
149
TOEP PLTI
27
International English Testing System (IELTS)
4.0
Internet-Based (iBT) TOEFL
30
Institutional Testing Program (ITP) TOEFL
400
*) Pendaftar wajib mempunyai skor. Meskipun demikian, karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid 19, maka diambil kebijakan bahwa skor yang belum memenuhi syarat minimal tersebut di atas, masih dapat mendaftar untuk periode ini. Tabel Konversi Tes Bahasa Inggris Menjadi Nilai Angka, silakan klik disini.
6. Rekomendasi yang bersifat rahasia dari 2 (dua) orang yang mengenal calon Mahasiswa pada jenjang pendidikan sebelumnya, Dosen Pembimbing Akademik dan/atau orang lain yang dianggap berwenang, misalnya atasan tempat kerja pendaftar. Tautan untuk memberikan rekomendasi secara online akan dikirim Panitia UM UGM  kepada pemberi rekomendasi melalui email. Pastikan alamat email pemberi rekomendasi adalah alamat email yang valid dan aktif;
7. Syarat khusus:
  1. Proyeksi keinginan calon Mahasiswa dalam mengikuti Program Magister yang berisi antara lain rencana topik/minat penelitian serta alasan dan harapan mengikuti program yang dipilih, rencana topik penelitian, dan rencana setelah selesai kuliah (format dapat diunduh di sini);
  2. Proposal penelitian Tesis*/tulisan essai/syarat khusus lainnya yang dipersyaratkan oleh program studi.
*) Wajib bagi pelamar jalur Berbasis Penelitian (by research)
8. Surat ijin/tugas belajar dari instansi tempat kerja bagi pendaftar yang sudah bekerja (format dapat diunduh di sini);
9. Dokumen Memorandum of Understanding (MoU) atau Perjanian Kerja Sama (PKS) atau Surat Penetapan sebagai Penerima Beasiswa yang masih berlaku (khusus bagi pendaftar jalur kerjasama);
10. Dokumen Surat Pernyataan Keaslian Dokumen (format dapat diunduh di sini).

Program Studi/Fakultas/Sekolah Pascasarjana dapat menentukan standar IPK, tes potensi, dan kemampuan Bahasa Inggris lebih tinggi daripada yang dipersyaratkan Universitas. Informasi lebih lanjut silakan hubungi program studi tujuan.

C. PROSEDUR PENDAFTARAN
  1. Menghubungi program studi tujuan Saudara untuk mengetahui syarat khusus dan/atau persyaratan tambahan yang diperlukan dalam seleksi. Kontak program studi klik di sini.
  2. Membuat akun pendaftaran di laman um.ugm.ac.id, klik di sini.
  3. Melakukan pendaftaran secara online, klik di sini.
    1. Siapkan semua dokumen yang dipersyaratkan. Panitia hanya memproses dokumen yang sesuai dengan ketentuan.
    2. Siapkan data nomor pendaftaran/peserta tes potensi akademik dan tes kemampuan Bahasa Inggris.
    3. Siapkan hasil pemindaian (scan) dokumen asli di bawah ini (ukuran minimal 150KB dan maksimal 800KB untuk masing-masing file; hasil pemindaian dokumen harus dapat dibaca dengan jelas untuk keperluan verifikasi), kemudian diunggah pada saat mendaftar online.
No Dokumen Format
(1) Ijazah jenjang pendidikan sebelumnya *.pdf
(2) Transkrip akademik jenjang pendidikan sebelumnya (semua halaman, memuat IPK) *.pdf
(3) Sertifikat/bukti akreditasi program studi jenjang pendidikan sebelumnya (akreditasi saat ini) *.pdf
(4) Sertifikat hasil tes potensi* yang masih berlaku (maksimum 2 tahun dari tanggal dikeluarkannya sertifikat). Panitia hanya menerima hasil tes potensi: *) Pendaftar wajib mempunyai skor. Meskipun demikian, karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid 19, maka diambil kebijakan bahwa skor yang belum memenuhi syarat minimal tersebut di atas, masih dapat mendaftar untuk periode ini. *.pdf
(5) Sertifikat hasil tes kemampuan Bahasa Inggris* yang masih berlaku (maksimum 2 tahun dari tanggal dikeluarkannya sertifikat). Panitia hanya menerima hasil tes kemampuan Bahasa Inggris: *) Pendaftar wajib mempunyai skor. Meskipun demikian, karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid 19, maka diambil kebijakan bahwa skor yang belum memenuhi syarat minimal tersebut di atas, masih dapat mendaftar untuk periode ini. Tabel Konversi Tes Bahasa Inggris Menjadi Nilai Angka, silakan klik disini. *.pdf
(6) Surat ijin belajar atau tugas belajar dari instansi bagi yang sudah bekerja (format dapat diunduh di sini) *.pdf
(7) Dokumen MoU atau Surat Penetapan sebagai penerima beasiswa yang masih berlaku (khusus bagi pendaftar jalur kerjasama) *.pdf
(8) Proyeksi keinginan calon dalam mengikuti program pascasarjana yang berisi alasan, harapan, rencana topik penelitian, dan rencana setelah selesai kuliah (format dapat diunduh di sini) *.pdf
(9) Draft Proposal penelitian Tesis*/tulisan essai/syarat khusus lainnya yang dipersyaratkan oleh program studi*) Wajib bagi pelamar jalur Berbasis Penelitian (by research) *.pdf
(10) Dokumen Surat Pernyataan Keaslian Dokumen (format dapat diunduh di sini). *.pdf
  1. Mengisikan data nama dan alamat email dari 2 (dua) orang yang diminta memberi rekomendasi. Pastikan alamat email pemberi rekomendasi adalah alamat email yang aktif.
  2. Membayar biaya pendaftaran sesuai petunjuk yang tercantum dalam tahapan pembayaran. Biaya pendaftaran yang telah dilakukan tidak dapat ditarik kembali atau dialihkan untuk orang lain/periode berikutnya dengan alasan apapun. Pendaftar pada gelombang 1 belum diterima karena belum memenuhi syarat skor TKBI dan Tes Potensi, disilakan mendaftar di gelombang 2 dengan memenuhi syarat tersebut, maka pendaftaran pada gelombang 2 dibebaskan dari biaya pendaftaran. Silakan hubungi program studi tujuan Saudara.
  3. Mencetak dan menyimpan Bukti Pendaftaran Saudara. Bukti Pendaftaran digunakan untuk keperluan registrasi apabila dinyatakan diterima sebagai calon mahasiswa program pascasarjana.
A. FORMULIR PERMOHONAN
Permohonan Dosen Pembimbing Tesis selengkapnya
Permohonan Seminar Proposal selengkapnya
Permohonan Seminar Hasil selengkapnya
Permohonan Ujian Tesis/Pendadaran selengkapnya
Permohonan Surat Pengantar Resmi Magang MTPBA selengkapnya
Permohonan Kerja Praktik/Magang selengkapnya
Permohonan Kunjungan Lapangan Dosen Pembimbing Magang/KP selengkapnya
Surat Keterangan Yudisium selengkapnya
Permohonan Yudisium selengkapnya
Reward Publikasi (Best Paper/Best Presenter/Best Poster) selengkapnya
Surat Permohonan Penundaan & Keringanan UKT selengkapnya
Surat Permohonan Cuti Kuliah dan Aktif Kembali selengkapnya
Surat Keterangan Aktif Mahasiswa selengkapnya
Surat Izin Penelitian/Survei selengkapnya
Surat Izin Pengambilan Data selengkapnya
Surat Keterangan Tidak Sedang Menerima Beasiswa selengkapnya
Surat Keterangan Pernah Menempuh Studi (Alumni) selengkapnya
B. DOKUMEN
Prosedur Pemeriksaan Similarity Index selengkapnya
Prosedur Pendadaran dan Ujian Tertutup Luring selengkapnya
Petunjuk Teknis Pelaksanaan UTS dan UAS Prodi Sarjana dan Magister selengkapnya
Buku Saku Kegiatan Luring Selama Pandemi Covid-19 selengkapnya
Buku Katalog Dosen selengkapnya
Alur Pengajuan Keringanan UKT TA selengkapnya
C. FORM PENGAJUAN PEMBIAYAAN KERJASAMA
Kementerian PUPR selengkapnya
PT. Nindya Karya selengkapnya
D. PENILAIAN UJIAN
Penilaian Ujian Tesis selengkapnya
E. INFO dan DOWNLOAD ARSIP ABSEN SEMINAR, PENDADARAN
Informasi seminar dan pendadaran selengkapnya
Download absen seminar dan pendadaran selengkapnya